Angka Putus Sekolah jadi Sorotan Jakarta, Bupati Paser: Program kami utamakan yang berdampak angka kelulusan 

    Seputarfakta.com - Padliannor -

    Seputar Kaltim

    07 Desember 2025 12:26 WIB

    Kegiatan Monev Pemkab Paser di SMPN 5 Tanah Grogot (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Permasalahan angka putus sekolah di Kabupaten Paser kini menjadi perhatian nasional. Hal ini terungkap setelah tim Sekretariat Bersama (Sekber) Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Jakarta hadir dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di SMPN 5 Tanah Grogot.
    Bupati Paser, Dr. Fahmi Fadli, merespons serius pengawasan dari pusat tersebut. Ia menegaskan bahwa data putus sekolah bukan sekadar angka, melainkan menyangkut investasi jangka panjang daerah dan nasib generasi.

    "Pendidikan yang kami lakukan mengutamakan program yang secara langsung berdampak terhadap peningkatan angka kelulusan dan menekan angka putus sekolah," tegas Bupati Paser, Dr. Fahmi Fadli, Minggu (7/12/2025). 

    Ia mengarahkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser untuk segera melakukan perbaikan mendasar secara berkelanjutan.

    Kepala Disdikbud Paser, M. Yunus Syam, menjelaskan bahwa dalam Monev, pihaknya memaparkan tantangan utama yang menghambat tercapainya target SPM 100 persen pada pendidikan dasar: yaitu isu pemerataan kualitas guru dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, khususnya pada wilayah terpencil.

    Untuk menjawab krisis tersebut, Pemkab Paser telah mengambil langkah nyata.

     "Kami telah melaksanakan berbagai program Merdeka Belajar dan pengembangan profesional guru untuk menjawab tantangan tersebut," kata M. Yunus Syam. 

    Komitmen Bupati Paser ini diharapkan dapat memastikan setiap anak Paser memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas, sekaligus memenuhi standar akuntabilitas nasional.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Angka Putus Sekolah jadi Sorotan Jakarta, Bupati Paser: Program kami utamakan yang berdampak angka kelulusan 

    Seputarfakta.com - Padliannor -

    Seputar Kaltim

    07 Desember 2025 12:26 WIB

    Kegiatan Monev Pemkab Paser di SMPN 5 Tanah Grogot (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Permasalahan angka putus sekolah di Kabupaten Paser kini menjadi perhatian nasional. Hal ini terungkap setelah tim Sekretariat Bersama (Sekber) Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Jakarta hadir dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di SMPN 5 Tanah Grogot.
    Bupati Paser, Dr. Fahmi Fadli, merespons serius pengawasan dari pusat tersebut. Ia menegaskan bahwa data putus sekolah bukan sekadar angka, melainkan menyangkut investasi jangka panjang daerah dan nasib generasi.

    "Pendidikan yang kami lakukan mengutamakan program yang secara langsung berdampak terhadap peningkatan angka kelulusan dan menekan angka putus sekolah," tegas Bupati Paser, Dr. Fahmi Fadli, Minggu (7/12/2025). 

    Ia mengarahkan jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser untuk segera melakukan perbaikan mendasar secara berkelanjutan.

    Kepala Disdikbud Paser, M. Yunus Syam, menjelaskan bahwa dalam Monev, pihaknya memaparkan tantangan utama yang menghambat tercapainya target SPM 100 persen pada pendidikan dasar: yaitu isu pemerataan kualitas guru dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai, khususnya pada wilayah terpencil.

    Untuk menjawab krisis tersebut, Pemkab Paser telah mengambil langkah nyata.

     "Kami telah melaksanakan berbagai program Merdeka Belajar dan pengembangan profesional guru untuk menjawab tantangan tersebut," kata M. Yunus Syam. 

    Komitmen Bupati Paser ini diharapkan dapat memastikan setiap anak Paser memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas, sekaligus memenuhi standar akuntabilitas nasional.

    (Sf/Rs)