Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disnakertrans PPU, Marjani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Angka pengangguran di Penajam Paser Utara (PPU) masih relatif tinggi dibandingkan dengan 2024 lalu.
Tercatat jumlah pengangguran di PPU hingga Oktober 2025 mencapai 2.283 orang, sementara pada 2024 hanya bekisar 1.912 orang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menekan angka pengangguran.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan job fair sebagai wadah mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja (pencaker).
“Serapan job fair yang digelar pada 13-14 Agustus 2025 lalu itu hanya sekitar 280 orang saja dari 1.105 lowongan kerja yang tersedia,” ujar Marjani, Sabtu (20/12/2025).
Rendahnya serapan tenaga kerja tersebut dikarenakan kompetensi yang dimiliki para pencaker tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Marjani menegaskan akan terus berupaya melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi untuk masyarakat PPU agar mampu meningkatkan keterampilan, daya saing serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan dunia usaha maupun industri.
“Pelatihan berbasis kompetensi kita upayakan akan rutin digelar supaya kompetensi yang dimiliki para Pencaker kita sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, sehingga angka pengangguran dapat kita tekan,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disnakertrans PPU, Marjani (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Penajam - Angka pengangguran di Penajam Paser Utara (PPU) masih relatif tinggi dibandingkan dengan 2024 lalu.
Tercatat jumlah pengangguran di PPU hingga Oktober 2025 mencapai 2.283 orang, sementara pada 2024 hanya bekisar 1.912 orang.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU, Marjani mengatakan pihaknya telah berupaya untuk menekan angka pengangguran.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan job fair sebagai wadah mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja (pencaker).
“Serapan job fair yang digelar pada 13-14 Agustus 2025 lalu itu hanya sekitar 280 orang saja dari 1.105 lowongan kerja yang tersedia,” ujar Marjani, Sabtu (20/12/2025).
Rendahnya serapan tenaga kerja tersebut dikarenakan kompetensi yang dimiliki para pencaker tidak sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Marjani menegaskan akan terus berupaya melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi untuk masyarakat PPU agar mampu meningkatkan keterampilan, daya saing serta kesiapan kerja sesuai kebutuhan dunia usaha maupun industri.
“Pelatihan berbasis kompetensi kita upayakan akan rutin digelar supaya kompetensi yang dimiliki para Pencaker kita sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan, sehingga angka pengangguran dapat kita tekan,” tandasnya.
(Sf/Lo)