Seputar Kaltim

    Angin Selatan Landa Pesisir Kaltim, BPBD Peringatkan Nelayan dan Warga Waspada Gelombang Ekstrem

    Penulis:maulana|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2026 pukul 16:10 WITA

    Pesisir Kaltim yang wajib diwaspadai oleh nelayan dengan angin yang cukup kencang. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca dan gelombang ekstrem di sejumlah wilayah perairan pesisir. 

    Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku perjalanan laut diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif.

    Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltim, Buyung Dodi, menjelaskan saat ini perairan pesisir Kaltim sedang dipengaruhi oleh pergerakan angin selatan yang bersumber dari arah Maluku. 

    Kondisi ini memicu gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 1,5 meter.

    "Yang terdampak (angin selatan) dari Balikpapan sampai Paser, Samboja itu masih. Ya walaupun di daerah Kukar (Kutai Kartanegara) begitu juga memungkinkan untuk efeknya," ungkap Buyung Dodi.

    Sementara itu, untuk kawasan utara seperti perairan Kabupaten Berau, wilayah tersebut memiliki pola cuaca yang berbeda karena lebih dipengaruhi oleh pergerakan angin utara.

    Mengingat tingginya potensi bahaya dan pergerakan angin yang dinamis, BPBD Kaltim menegaskan agar masyarakat selalu menjadikan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan utama sebelum melakukan perjalanan.

     Jika peringatan dini telah dikeluarkan, masyarakat diminta untuk segera menunda pelayaran. Selain menunda keberangkatan di cuaca buruk, Buyung juga memberikan penekanan wajib terhadap standar keselamatan pelayaran yang sering diabaikan.

    Beberapa prosedur keselamatan mutlak yang harus dipenuhi, yakni memastikan kondisi kapal benar-benar laik pakai dengan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencukupi.

    Seluruh penumpang atau nelayan wajib mengenakan jaket pelampung (life jacket) dan menyediakan alat komunikasi radio yang berfungsi baik dan memiliki daya baterai yang cukup.

    Menginformasikan rencana perjalanan dan estimasi kepulangan kepada pihak keluarga untuk memudahkan pelacakan jika terjadi kondisi darurat.

    Secara khusus, BPBD mengingatkan para nelayan agar tidak mempertaruhkan keselamatan jiwa hanya demi hasil tangkapan di tengah cuaca ekstrem.

    "Untuk nelayan ya juga dipertimbangkanlah, uang atau ikan bisa dicari, tapi kalau kondisinya ekstrem, ingat nyawa," tegasnya.

    Sebagai langkah antisipasi lanjutan, para pemancing juga diimbau untuk tidak berangkat sendirian di laut dan harus segera mencari lokasi berlindung yang aman apabila berhadapan dengan badai.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Angin Selatan Landa Pesisir Kaltim, BPBD Peringatkan Nelayan dan Warga Waspada Gelombang Ekstrem

    Penulis:maulana|Redaktur:Lodya A
    22 Juli 2026 pukul 16:10 WITA

    Pesisir Kaltim yang wajib diwaspadai oleh nelayan dengan angin yang cukup kencang. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca dan gelombang ekstrem di sejumlah wilayah perairan pesisir. 

    Masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku perjalanan laut diimbau untuk tidak memaksakan diri melaut di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif.

    Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltim, Buyung Dodi, menjelaskan saat ini perairan pesisir Kaltim sedang dipengaruhi oleh pergerakan angin selatan yang bersumber dari arah Maluku. 

    Kondisi ini memicu gelombang kategori sedang dengan ketinggian mencapai 1,25 hingga 1,5 meter.

    "Yang terdampak (angin selatan) dari Balikpapan sampai Paser, Samboja itu masih. Ya walaupun di daerah Kukar (Kutai Kartanegara) begitu juga memungkinkan untuk efeknya," ungkap Buyung Dodi.

    Sementara itu, untuk kawasan utara seperti perairan Kabupaten Berau, wilayah tersebut memiliki pola cuaca yang berbeda karena lebih dipengaruhi oleh pergerakan angin utara.

    Mengingat tingginya potensi bahaya dan pergerakan angin yang dinamis, BPBD Kaltim menegaskan agar masyarakat selalu menjadikan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan utama sebelum melakukan perjalanan.

     Jika peringatan dini telah dikeluarkan, masyarakat diminta untuk segera menunda pelayaran. Selain menunda keberangkatan di cuaca buruk, Buyung juga memberikan penekanan wajib terhadap standar keselamatan pelayaran yang sering diabaikan.

    Beberapa prosedur keselamatan mutlak yang harus dipenuhi, yakni memastikan kondisi kapal benar-benar laik pakai dengan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencukupi.

    Seluruh penumpang atau nelayan wajib mengenakan jaket pelampung (life jacket) dan menyediakan alat komunikasi radio yang berfungsi baik dan memiliki daya baterai yang cukup.

    Menginformasikan rencana perjalanan dan estimasi kepulangan kepada pihak keluarga untuk memudahkan pelacakan jika terjadi kondisi darurat.

    Secara khusus, BPBD mengingatkan para nelayan agar tidak mempertaruhkan keselamatan jiwa hanya demi hasil tangkapan di tengah cuaca ekstrem.

    "Untuk nelayan ya juga dipertimbangkanlah, uang atau ikan bisa dicari, tapi kalau kondisinya ekstrem, ingat nyawa," tegasnya.

    Sebagai langkah antisipasi lanjutan, para pemancing juga diimbau untuk tidak berangkat sendirian di laut dan harus segera mencari lokasi berlindung yang aman apabila berhadapan dengan badai.

    (Sf/Lo)