Cari disini...
Seputar Kaltim
Bangunan yang terbakar di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kabupaten Berau. Sedikitnya empat bangunan yang terdiri dari satu rumah pribadi dan tiga rumah kontrakan dengan total tujuh pintu di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb hangus dilahap sijago merah, Minggu (12/7/2026).
Peristiwa tersebut sempat mengundang kepanikan warga karena kobaran api dengan cepat membesar akibat tiupan angin yang cukup kencang. Beruntung, respons cepat petugas gabungan bersama masyarakat berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 11.50 WITA. Saat petugas tiba di lokasi, api telah membesar sehingga proses pemadaman harus dilakukan dengan strategi pelokalisiran di beberapa titik.
"Proses pemadaman berlangsung hampir satu setengah jam karena angin cukup kencang. Petugas harus memblok pergerakan api secara menyebar agar kobaran tidak meluas ke bangunan lainnya," ujar Rakhmadi.
Dalam penanganan kebakaran tersebut 10 unit padam dikerahkan, yang mana delapan unit mobil pemadam milik Disdamkarmat dan diperkuat dua unit milik BPBD.
"Personel gabungan yang diterjunkan berasal dari Disdamkarmat, BPBD, Polres Berau, Kodim, PMI, PLN, serta dibantu masyarakat sekitar," tuturnya.
Bangunan yang terbakar di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Meski proses pemadaman berjalan relatif lancar, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain akses jalan menuju lokasi yang sempit, keterbatasan nozzle juga menjadi tantangan saat memadamkan api. Ia juga menyayangkan laporan yang diterima petugas baru masuk saat api sudah membesar, sehingga penanganan awal menjadi lebih sulit.
"Bahkan, seorang petugas sempat mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal, namun langsung mendapat penanganan dari tim PMI yang bersiaga di lokasi dan kondisinya kini telah membaik," tambahnya.
Sementara itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang dinilai sangat membantu selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Warga tidak hanya menjaga jalur evakuasi tetap terbuka, tetapi juga ikut membantu menarik selang air sehingga sehingga penanganan berjalan lebih efektif.
"Kami mengimbau masyarakat, sekecil apa pun api yang muncul segera dilaporkan. Walaupun sudah sempat ditangani sendiri, tetap mohon diinformasikan agar petugas bisa memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali membesar," tegasnya.
Rakhmadi juga mengingatkan masyarakat, terutama para pelaku usaha, agar menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap bangunan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bangunan yang terbakar di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kebakaran kembali melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kabupaten Berau. Sedikitnya empat bangunan yang terdiri dari satu rumah pribadi dan tiga rumah kontrakan dengan total tujuh pintu di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb hangus dilahap sijago merah, Minggu (12/7/2026).
Peristiwa tersebut sempat mengundang kepanikan warga karena kobaran api dengan cepat membesar akibat tiupan angin yang cukup kencang. Beruntung, respons cepat petugas gabungan bersama masyarakat berhasil mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan laporan pertama diterima sekitar pukul 11.50 WITA. Saat petugas tiba di lokasi, api telah membesar sehingga proses pemadaman harus dilakukan dengan strategi pelokalisiran di beberapa titik.
"Proses pemadaman berlangsung hampir satu setengah jam karena angin cukup kencang. Petugas harus memblok pergerakan api secara menyebar agar kobaran tidak meluas ke bangunan lainnya," ujar Rakhmadi.
Dalam penanganan kebakaran tersebut 10 unit padam dikerahkan, yang mana delapan unit mobil pemadam milik Disdamkarmat dan diperkuat dua unit milik BPBD.
"Personel gabungan yang diterjunkan berasal dari Disdamkarmat, BPBD, Polres Berau, Kodim, PMI, PLN, serta dibantu masyarakat sekitar," tuturnya.
Bangunan yang terbakar di Jalan Pulau Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Meski proses pemadaman berjalan relatif lancar, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain akses jalan menuju lokasi yang sempit, keterbatasan nozzle juga menjadi tantangan saat memadamkan api. Ia juga menyayangkan laporan yang diterima petugas baru masuk saat api sudah membesar, sehingga penanganan awal menjadi lebih sulit.
"Bahkan, seorang petugas sempat mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal, namun langsung mendapat penanganan dari tim PMI yang bersiaga di lokasi dan kondisinya kini telah membaik," tambahnya.
Sementara itu, ia mengapresiasi peran aktif masyarakat yang dinilai sangat membantu selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Warga tidak hanya menjaga jalur evakuasi tetap terbuka, tetapi juga ikut membantu menarik selang air sehingga sehingga penanganan berjalan lebih efektif.
"Kami mengimbau masyarakat, sekecil apa pun api yang muncul segera dilaporkan. Walaupun sudah sempat ditangani sendiri, tetap mohon diinformasikan agar petugas bisa memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali membesar," tegasnya.
Rakhmadi juga mengingatkan masyarakat, terutama para pelaku usaha, agar menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap bangunan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
(Sf/Lo)