Seputar Kaltim

    Anggota DPRD Balikpapan ini Desak Pemkot Segera Atasi Masalah Air Bersih dan Banjir 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Februari 2024 pukul 13:51 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Di momentum hari jadi ke-127 Kota Balikpapan, Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan telah memberikan harapan baik kepada warga Balikpapan dalam menuntaskan masalah air bersih.

    Dimana Pemkot Balikpapan telah mengumumkan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar), untuk membentuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional dengan memanfaatkan Sungai Mahakam.

    Hal ini tentu mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang. Ia berharap kerjasama ini dapat menuntaskan masalah air bersih.

    "Semoga penandatanganan MoU tiga daerah tersebut bisa segera terwujud tahun ini, dan menjadi bukti bahwa pemerintah memedulikan kebutuhan dasar air bersih. kalau ini terealisasi, membuktikan keberhasilan dari Pak Wali Kota," ucap Perlindungan saat dihubungi awak media, Selasa (13/2/2024).

    Selain air bersih, kata dia, ada beberapa hal penting yang menjadi fokus utama pemerintah, yakni permasalahan banjir yang selalu dikeluhkan masyarakat Balikpapan.

    "Hal ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah, apalagi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)," imbuhnya.

    Sementara untuk proyek pekerjaan DAS Ampal yang dikerjakan PT Fahreza Duta Perkasa di kawasan Jalan MT Haryono dinilai belum bisa mengurangi masalah banjir.

    Parlindungan menyoroti kurang ketatnya pengawasan Pemkot soal pembangunan perumahan. Bagaimana perumahan yang sudah memiliki drainase justru ditutup, sehingga menjadi salah satu faktor terjadinya genangan air.

    "Ini juga perlu kiranya agar dilakukan pengawasan," akunya.

    Begitupun dengan kurangnya sekolah level SMA/SMK, sarana ruang tebuka hijau (RTH), dan ruang bermain anak.

    "Kemudian kedepan juga harus ada program satu kelurahan satu puskesmas. Ini yang perlu menjadi prioritas Pemkot," paparnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Anggota DPRD Balikpapan ini Desak Pemkot Segera Atasi Masalah Air Bersih dan Banjir 

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    13 Februari 2024 pukul 13:51 WITA

    Anggota DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Di momentum hari jadi ke-127 Kota Balikpapan, Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan telah memberikan harapan baik kepada warga Balikpapan dalam menuntaskan masalah air bersih.

    Dimana Pemkot Balikpapan telah mengumumkan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar), untuk membentuk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional dengan memanfaatkan Sungai Mahakam.

    Hal ini tentu mendapat dukungan dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Parlindungan Sihotang. Ia berharap kerjasama ini dapat menuntaskan masalah air bersih.

    "Semoga penandatanganan MoU tiga daerah tersebut bisa segera terwujud tahun ini, dan menjadi bukti bahwa pemerintah memedulikan kebutuhan dasar air bersih. kalau ini terealisasi, membuktikan keberhasilan dari Pak Wali Kota," ucap Perlindungan saat dihubungi awak media, Selasa (13/2/2024).

    Selain air bersih, kata dia, ada beberapa hal penting yang menjadi fokus utama pemerintah, yakni permasalahan banjir yang selalu dikeluhkan masyarakat Balikpapan.

    "Hal ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah, apalagi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN)," imbuhnya.

    Sementara untuk proyek pekerjaan DAS Ampal yang dikerjakan PT Fahreza Duta Perkasa di kawasan Jalan MT Haryono dinilai belum bisa mengurangi masalah banjir.

    Parlindungan menyoroti kurang ketatnya pengawasan Pemkot soal pembangunan perumahan. Bagaimana perumahan yang sudah memiliki drainase justru ditutup, sehingga menjadi salah satu faktor terjadinya genangan air.

    "Ini juga perlu kiranya agar dilakukan pengawasan," akunya.

    Begitupun dengan kurangnya sekolah level SMA/SMK, sarana ruang tebuka hijau (RTH), dan ruang bermain anak.

    "Kemudian kedepan juga harus ada program satu kelurahan satu puskesmas. Ini yang perlu menjadi prioritas Pemkot," paparnya.

    (Sf/By)