Cari disini...
Seputar Kaltim
Anggota DPR RI Syafruddin. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Balikpapan – Anggota DPR RI, Syafruddin, menanggapi serius kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu disampaikan melalui unggahan video di media sosial, Selasa (20/5/2025).
Ia mengatakan telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Pertamina Patra Niaga Kaltim-Kaltara untuk mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan tersebut.
Menurut Syafruddin, pihak Pertamina mengakui bahwa kekurangan stok BBM di wilayah tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan prediksi penjualan. Kesalahan itu berawal dari insiden dua hingga tiga bulan lalu, ketika terjadi penurunan kualitas BBM yang berdampak pada turunnya angka penjualan.
"Mereka memperkirakan penurunan penjualan akan berlangsung lama. Namun ternyata penurunan tersebut hanya berlangsung singkat, sementara suplai BBM tetap disesuaikan dengan prediksi awal. Akibatnya, stok BBM menjadi terbatas di Balikpapan dan sekitarnya," jelas Udin sapaan akrabnya.
Sebagai langkah cepat, Pertamina Patra Niaga Kaltim-Kaltara dikabarkan telah mendatangkan pasokan BBM tambahan pada Minggu malam (19/5) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Pertamina sudah mengirimkan BBM dalam jumlah besar ke wilayah Balikpapan, Penajam, dan sekitarnya. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena mulai malam ini dan besok pasokan BBM sudah kembali tersedia," tambahnya.
Dirinya juga mengimbau Pertamina agar ke depan lebih cermat dalam memprediksi permintaan pasar agar kejadian serupa tidak terulang.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anggota DPR RI Syafruddin. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)
Balikpapan – Anggota DPR RI, Syafruddin, menanggapi serius kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu disampaikan melalui unggahan video di media sosial, Selasa (20/5/2025).
Ia mengatakan telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Pertamina Patra Niaga Kaltim-Kaltara untuk mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan tersebut.
Menurut Syafruddin, pihak Pertamina mengakui bahwa kekurangan stok BBM di wilayah tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam melakukan prediksi penjualan. Kesalahan itu berawal dari insiden dua hingga tiga bulan lalu, ketika terjadi penurunan kualitas BBM yang berdampak pada turunnya angka penjualan.
"Mereka memperkirakan penurunan penjualan akan berlangsung lama. Namun ternyata penurunan tersebut hanya berlangsung singkat, sementara suplai BBM tetap disesuaikan dengan prediksi awal. Akibatnya, stok BBM menjadi terbatas di Balikpapan dan sekitarnya," jelas Udin sapaan akrabnya.
Sebagai langkah cepat, Pertamina Patra Niaga Kaltim-Kaltara dikabarkan telah mendatangkan pasokan BBM tambahan pada Minggu malam (19/5) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Pertamina sudah mengirimkan BBM dalam jumlah besar ke wilayah Balikpapan, Penajam, dan sekitarnya. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena mulai malam ini dan besok pasokan BBM sudah kembali tersedia," tambahnya.
Dirinya juga mengimbau Pertamina agar ke depan lebih cermat dalam memprediksi permintaan pasar agar kejadian serupa tidak terulang.
(Sf/Rs)