Cari disini...
Seputar Kaltim
Area pelabuhan menjadi salah satu lokasi yang diusulkan mendapat layanan WiFi publik. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Efisiensi anggaran ikut memangkas layanan internet gratis di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). WiFi publik pada 2025 mencapai 23 titik, tapi kini tersisa 14 titik pada 2026.
Kabid Aplikasi Informatika (AIP) Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan WiFi publik merupakan salah satu layanan pemerintah untuk membuka akses internet gratis bagi masyarakat.
"WiFi publik merupakan salah satu pelayanan yang kami sediakan untuk masyarakat. Tahun ini tersedia 14 titik, turun dari 23 titik pada 2025," kata Fitriani, Kamis (27/8/2026).
Di tengah kebutuhan akses internet yang masih tinggi, Diskominfo PPU telah mengusulkan penambahan sekitar 147 titik WiFi baru. Usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.
Usulan juga datang dari sejumlah fasilitas pelayanan publik yang WiFi-nya sudah tidak aktif, mulai kelurahan hingga OPD, termasuk fasilitas administrasi kependudukan.
"Banyak pelayanan publik yang membutuhkan WiFi, tetapi kondisi fiskal kita sedang tertekan sehingga belum bisa dipenuhi seluruhnya," ujar dia.
Saat ini, 14 titik yang masih aktif diprioritaskan pada fasilitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti ruang tunggu Dukcapil dan kecamatan, serta ruang publik, masjid, pasar, terminal dan pelabuhan.
Layanan internet gratis tersebut dibiayai APBD dan dapat digunakan masyarakat tanpa kata sandi pada sejumlah fasilitas umum pemerintah. Kapasitasnya mencapai 100 Mbps dan dimanfaatkan untuk akses informasi, layanan digital pemerintah, kegiatan belajar hingga pekerjaan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Area pelabuhan menjadi salah satu lokasi yang diusulkan mendapat layanan WiFi publik. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Efisiensi anggaran ikut memangkas layanan internet gratis di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). WiFi publik pada 2025 mencapai 23 titik, tapi kini tersisa 14 titik pada 2026.
Kabid Aplikasi Informatika (AIP) Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan WiFi publik merupakan salah satu layanan pemerintah untuk membuka akses internet gratis bagi masyarakat.
"WiFi publik merupakan salah satu pelayanan yang kami sediakan untuk masyarakat. Tahun ini tersedia 14 titik, turun dari 23 titik pada 2025," kata Fitriani, Kamis (27/8/2026).
Di tengah kebutuhan akses internet yang masih tinggi, Diskominfo PPU telah mengusulkan penambahan sekitar 147 titik WiFi baru. Usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena kondisi fiskal daerah yang masih terbatas.
Usulan juga datang dari sejumlah fasilitas pelayanan publik yang WiFi-nya sudah tidak aktif, mulai kelurahan hingga OPD, termasuk fasilitas administrasi kependudukan.
"Banyak pelayanan publik yang membutuhkan WiFi, tetapi kondisi fiskal kita sedang tertekan sehingga belum bisa dipenuhi seluruhnya," ujar dia.
Saat ini, 14 titik yang masih aktif diprioritaskan pada fasilitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti ruang tunggu Dukcapil dan kecamatan, serta ruang publik, masjid, pasar, terminal dan pelabuhan.
Layanan internet gratis tersebut dibiayai APBD dan dapat digunakan masyarakat tanpa kata sandi pada sejumlah fasilitas umum pemerintah. Kapasitasnya mencapai 100 Mbps dan dimanfaatkan untuk akses informasi, layanan digital pemerintah, kegiatan belajar hingga pekerjaan.
(Sf/Lo)