Cari disini...
Seputar Kaltim
Mako Disdamkar Matan Kukar yang berada di Tenggarong (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong – Keterbatasan anggaran membuat posko pemadam kebakaran (damkar) di Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini masih memanfaatkan bangunan sementara.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas damkar, khususnya dalam merespons kejadian kebakaran di wilayah Kukar.
“Posko Damkar di Muara Muntai dan Muara Wis masih menggunakan bangunan sementara yang difasilitasi oleh pihak kecamatan dan desa,” ujar Kepala Dimas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani, Rabu (19/8/2026).
Meski belum memiliki bangunan posko permanen, petugas tetap menjalankan tugas dan siaga untuk merespons laporan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di masyarakat.
Pembangunan posko permanen di dua kecamatan tersebut masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
“Sebenarnya kami sudah merencanakan pembangunan Posko Damkar namun belum diajukan karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Fida menungkapkan Disdamkar Matan Kukar menargetkan pendirian Posko Damkar di seluruh wilayah dengan cakupan 20 kecamatan di Kukar.
Keberadaan posko yang representatif dinilai penting untuk mendukung kesiapsiagaan personel, sekaligus mempercepat respons ketika terjadi kebakaran di wilayah Muara Wis dan Muara Muntai.
“Kita menargetkan ada Posko Damkar di 20 kecamatan agar pelayanan kita semakin optimal,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan posko permanen secara bertahap, sehingga petugas memiliki fasilitas yang lebih layak dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Mako Disdamkar Matan Kukar yang berada di Tenggarong (Dok: Disdamkar Matan Kukar)
Tenggarong – Keterbatasan anggaran membuat posko pemadam kebakaran (damkar) di Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini masih memanfaatkan bangunan sementara.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas damkar, khususnya dalam merespons kejadian kebakaran di wilayah Kukar.
“Posko Damkar di Muara Muntai dan Muara Wis masih menggunakan bangunan sementara yang difasilitasi oleh pihak kecamatan dan desa,” ujar Kepala Dimas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan) Kukar, Fida Hurasani, Rabu (19/8/2026).
Meski belum memiliki bangunan posko permanen, petugas tetap menjalankan tugas dan siaga untuk merespons laporan kebakaran maupun kondisi darurat lainnya di masyarakat.
Pembangunan posko permanen di dua kecamatan tersebut masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar.
“Sebenarnya kami sudah merencanakan pembangunan Posko Damkar namun belum diajukan karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Fida menungkapkan Disdamkar Matan Kukar menargetkan pendirian Posko Damkar di seluruh wilayah dengan cakupan 20 kecamatan di Kukar.
Keberadaan posko yang representatif dinilai penting untuk mendukung kesiapsiagaan personel, sekaligus mempercepat respons ketika terjadi kebakaran di wilayah Muara Wis dan Muara Muntai.
“Kita menargetkan ada Posko Damkar di 20 kecamatan agar pelayanan kita semakin optimal,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan posko permanen secara bertahap, sehingga petugas memiliki fasilitas yang lebih layak dalam menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
(Sf/Rs)