Anggaran Terbatas, Berau Ubah Strategi Pariwisata dan Prioritaskan Dorong Ekonomi Lokal

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    13 Januari 2026 06:23 WIB

    River side Batu-batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengembangkan sektor pariwisata meski menghadapi keterbatasan anggaran. 

    Alih-alih membangun fasilitas besar-besaran, fokus pemerintah kini adalah memperkuat destinasi unggulan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal.

    Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir mengatakan pihaknya akan lebih selektif dalam menentukan prioritas pengembangan tahun ini.

    "Kami memusatkan perhatian pada destinasi yang sudah memiliki basis kunjungan kuat, seperti Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk dan Pulau Kakaban di Kecamatan Maratua. Dengan strategi ini, setiap anggaran yang dikeluarkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Samsiah.

    Menurutnya di tengah keterbatasan fiskal, yang terpenting bukan banyaknya proyek pembangunan fisik, tetapi seberapa besar dampaknya dirasakan oleh warga sekitar destinasi wisata. 

    "Pendekatan ini memungkinkan pariwisata terus berkembang tanpa bergantung dan membebani keuangan daerah," tuturnya.

    Selain destinasi unggulan, Disbudpar Berau juga menyiapkan pondasi awal untuk kawasan wisata baru yang berpotensi jangka panjang, seperti air terjun Bidadari. 

    "Pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, tanpa memaksakan program yang berisiko membebani anggaran," ujarnya.

    Dirinya mengatakan beberapa program pengembangan terpaksa ditunda akibat defisit anggaran, hasil penguatan destinasi selama tiga tahun terakhir mulai terlihat. Salah satunya adalah kawasan wisata Batu-Batu di Kecamatan Gunung Tabur, dimana pemerintah telah melengkapi fasilitas dasar seperti dermaga wisata, taman, Tourism Information Center (TIC), dan ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal. Fasilitas ini pun mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

    "Fasilitas sudah tersedia, kini tergantung bagaimana kampung mampu memberdayakan masyarakat, menggerakkan UMKM, dan menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan," terangnya.

    Dengan strategi yang menekankan pemberdayaan kampung dan penguatan ekonomi lokal, Samsiah berharap pariwisata yang ada dapat di optimalkan menjadi penopang kesejahteraan masyarakat, meski pengembangan dilakukan secara bertahap dan hati-hati karena keterbatasan anggaran.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Anggaran Terbatas, Berau Ubah Strategi Pariwisata dan Prioritaskan Dorong Ekonomi Lokal

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    13 Januari 2026 06:23 WIB

    River side Batu-batu, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mengembangkan sektor pariwisata meski menghadapi keterbatasan anggaran. 

    Alih-alih membangun fasilitas besar-besaran, fokus pemerintah kini adalah memperkuat destinasi unggulan sekaligus mendorong ekonomi masyarakat lokal.

    Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir mengatakan pihaknya akan lebih selektif dalam menentukan prioritas pengembangan tahun ini.

    "Kami memusatkan perhatian pada destinasi yang sudah memiliki basis kunjungan kuat, seperti Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-Biduk dan Pulau Kakaban di Kecamatan Maratua. Dengan strategi ini, setiap anggaran yang dikeluarkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Samsiah.

    Menurutnya di tengah keterbatasan fiskal, yang terpenting bukan banyaknya proyek pembangunan fisik, tetapi seberapa besar dampaknya dirasakan oleh warga sekitar destinasi wisata. 

    "Pendekatan ini memungkinkan pariwisata terus berkembang tanpa bergantung dan membebani keuangan daerah," tuturnya.

    Selain destinasi unggulan, Disbudpar Berau juga menyiapkan pondasi awal untuk kawasan wisata baru yang berpotensi jangka panjang, seperti air terjun Bidadari. 

    "Pengembangan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran, tanpa memaksakan program yang berisiko membebani anggaran," ujarnya.

    Dirinya mengatakan beberapa program pengembangan terpaksa ditunda akibat defisit anggaran, hasil penguatan destinasi selama tiga tahun terakhir mulai terlihat. Salah satunya adalah kawasan wisata Batu-Batu di Kecamatan Gunung Tabur, dimana pemerintah telah melengkapi fasilitas dasar seperti dermaga wisata, taman, Tourism Information Center (TIC), dan ruang usaha bagi pelaku UMKM lokal. Fasilitas ini pun mulai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

    "Fasilitas sudah tersedia, kini tergantung bagaimana kampung mampu memberdayakan masyarakat, menggerakkan UMKM, dan menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan," terangnya.

    Dengan strategi yang menekankan pemberdayaan kampung dan penguatan ekonomi lokal, Samsiah berharap pariwisata yang ada dapat di optimalkan menjadi penopang kesejahteraan masyarakat, meski pengembangan dilakukan secara bertahap dan hati-hati karena keterbatasan anggaran.

    (Sf/Lo)