Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Proses pembangunan Pos Jaga Tepian Segah, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau membangun Pos Jaga Tepian Segah atau Pos Segah Riverside dengan total anggaran sebesar Rp249 Juta lebih.
Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan kenyamanan kawasan wisata kuliner Tepian Sungai Segah. Saat ini, progres pembangunan pos jaga tersebut telah mencapai hampir 50 persen.
Kepala Disbudpar Berau melalui Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi, menjelaskan bahwa proyek ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, khususnya keluhan para pedagang kaki lima (PKL).
"Pos jaga ini awalnya lahir dari keluhan pedagang yang sering tertutup parkir truk bongkar muat, apalagi kawasan ini ramai dari sore hingga tengah malam dan cukup rawan," ujar Andi Nursyamsi.
Ia menilai, keberadaan pos jaga akan menjadi titik strategis dalam mendukung pengamanan kawasan wisata, sekaligus membantu tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dalam menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas di kawasan tepian.
"Yang paling utama adalah memberi rasa aman, tenang, dan nyaman bagi penjual maupun pengunjung," katanya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa penentuan lokasi pos jaga dilakukan melalui musyawarah bersama para pedagang. Dimana, awalnya bangunan direncanakan berada di tengah kawasan tepian, namun akhirnya disepakati untuk ditempatkan di dekat landmark bertuliskan "Berau" agar tidak mengganggu aktivitas UMKM.
Selain itu, dari sisi desain, Disbudpar Berau mengusung konsep bangunan modern dan estetis agar selaras dengan wajah kawasan wisata tepian yang telah ditata oleh pemerintah daerah.
"Desainnya harus menyesuaikan, punya identitas, dan tetap selaras dengan konsep tepian yang sudah ada," tambahnya.
Kendati demikian, anggaran juga dialokasikan untuk fasilitas pendukung berupa meja, kursi, dispenser, televisi besar untuk pemantauan CCTV, serta toilet ramah lingkungan dengan sistem biofil. Proyek ini juga mencakup pemasangan delapan unit CCTV atau IP Camera yang terpasang di sepanjang Tepian Ahmad Yani dengan jangkauan lebih dari 450 meter.
"CCTV ini dilengkapi pengeras suara, sehingga petugas bisa langsung memberikan imbauan jika terjadi pelanggaran atau kondisi darurat," terangnya.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa seluruh komponen anggaran telah melalui perhitungan konsultan perencanaan dan akan dievaluasi kembali setelah pekerjaan rampung. Dimana
"Jika ada penyesuaian, bisa saja anggaran berkurang. Tapi kalau bertambah, tidak mungkin," katanya.
Andi pun mengatakan bahwa kedepan pihak Disbudpar Berau akan berkoordinasi dengan Satpol PP serta menunggu arahan Bupati Berau terkait mekanisme pengelolaan pos jaga melalui rapat lintas instansi.
"Harapan kami, pos jaga ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi wisata, UMKM, dan masyarakat Berau," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Proses pembangunan Pos Jaga Tepian Segah, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau membangun Pos Jaga Tepian Segah atau Pos Segah Riverside dengan total anggaran sebesar Rp249 Juta lebih.
Pembangunan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan dan kenyamanan kawasan wisata kuliner Tepian Sungai Segah. Saat ini, progres pembangunan pos jaga tersebut telah mencapai hampir 50 persen.
Kepala Disbudpar Berau melalui Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi, menjelaskan bahwa proyek ini berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan, khususnya keluhan para pedagang kaki lima (PKL).
"Pos jaga ini awalnya lahir dari keluhan pedagang yang sering tertutup parkir truk bongkar muat, apalagi kawasan ini ramai dari sore hingga tengah malam dan cukup rawan," ujar Andi Nursyamsi.
Ia menilai, keberadaan pos jaga akan menjadi titik strategis dalam mendukung pengamanan kawasan wisata, sekaligus membantu tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dalam menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas di kawasan tepian.
"Yang paling utama adalah memberi rasa aman, tenang, dan nyaman bagi penjual maupun pengunjung," katanya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa penentuan lokasi pos jaga dilakukan melalui musyawarah bersama para pedagang. Dimana, awalnya bangunan direncanakan berada di tengah kawasan tepian, namun akhirnya disepakati untuk ditempatkan di dekat landmark bertuliskan "Berau" agar tidak mengganggu aktivitas UMKM.
Selain itu, dari sisi desain, Disbudpar Berau mengusung konsep bangunan modern dan estetis agar selaras dengan wajah kawasan wisata tepian yang telah ditata oleh pemerintah daerah.
"Desainnya harus menyesuaikan, punya identitas, dan tetap selaras dengan konsep tepian yang sudah ada," tambahnya.
Kendati demikian, anggaran juga dialokasikan untuk fasilitas pendukung berupa meja, kursi, dispenser, televisi besar untuk pemantauan CCTV, serta toilet ramah lingkungan dengan sistem biofil. Proyek ini juga mencakup pemasangan delapan unit CCTV atau IP Camera yang terpasang di sepanjang Tepian Ahmad Yani dengan jangkauan lebih dari 450 meter.
"CCTV ini dilengkapi pengeras suara, sehingga petugas bisa langsung memberikan imbauan jika terjadi pelanggaran atau kondisi darurat," terangnya.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan bahwa seluruh komponen anggaran telah melalui perhitungan konsultan perencanaan dan akan dievaluasi kembali setelah pekerjaan rampung. Dimana
"Jika ada penyesuaian, bisa saja anggaran berkurang. Tapi kalau bertambah, tidak mungkin," katanya.
Andi pun mengatakan bahwa kedepan pihak Disbudpar Berau akan berkoordinasi dengan Satpol PP serta menunggu arahan Bupati Berau terkait mekanisme pengelolaan pos jaga melalui rapat lintas instansi.
"Harapan kami, pos jaga ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi wisata, UMKM, dan masyarakat Berau," pungkasnya.
(Sf/Rs)