Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua KONI PPU, Arfan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 kurang dari dua bulan, tetapi kepastian anggaran kontingen Penajam Paser Utara (PPU) belum jelas. KONI PPU memperkirakan dukungan yang tersedia sekitar Rp5,7 miliar, jauh di bawah usulan awal Rp12 miliar.
Ketua KONI PPU, Arfan, mengatakan persiapan atlet sudah berjalan. PPU akan mengikuti 64 cabang olahraga (cabor) dengan sekitar 700 atlet. Masing-masing cabor menyiapkan atlet secara mandiri.
"Persiapan atlet sudah siap semua. Masing-masing cabor secara mandiri mempersiapkan atlet," kata Arfan, belum lama ini.
Jumlah kontingen diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang jika ditambah panitia dan official.
KONI sebelumnya mengajukan kebutuhan anggaran Rp12 miliar. Setelah dirasionalisasi, kebutuhan menjadi Rp8 miliar. Sementara angka yang saat ini diperkirakan tersedia sekitar Rp5,7 miliar.
"Anggaran yang kita bayangkan sekitar Rp5,7 miliar. Kita akan sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada, termasuk mengurangi beberapa kebutuhan seperti Training Center (TC) dan honor," ujarnya.
Keterbatasan anggaran akan berdampak pada pemusatan latihan atau TC. Rencana awal TC selama dua bulan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
"Rencana awal TC dua bulan. Kalau anggarannya sesuai perkiraan saat ini, durasinya akan kita sesuaikan," katanya.
Kebutuhan perlengkapan atlet juga harus segera dipenuhi, mulai seragam, sepatu hingga topi. Kontingen dijadwalkan berangkat sekitar 13 November, sedangkan pembukaan Porprov berlangsung 14 November di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.
KONI PPU juga menunggu kepastian pencairan dana hibah yang dialokasikan melalui APBD Perubahan. Jika dana belum cair sebelum keberangkatan, KONI kembali mempertimbangkan talangan dari pihak ketiga.
"Yang utama bagaimana seluruh atlet bisa berangkat. Kalau dana hibah belum cair saat pemberangkatan, kita akan mencari talangan dari pihak ketiga," jelas Arfan.
Meski anggaran menjadi kendala, KONI PPU tetap membidik posisi empat besar. Target tersebut mengacu pada hasil babak kualifikasi, ketika sejumlah cabor PPU mampu meraih juara umum.
KONI berupaya memberangkatkan seluruh atlet yang telah disiapkan. Pada Porprov sebelumnya di Berau, PPU hanya mengikuti 21 cabor dan finis di posisi kedelapan karena keterbatasan anggaran dan jumlah atlet yang diberangkatkan.
"Sebisa mungkin semua atlet kita berangkatkan. Kita optimistis bisa mencapai target empat besar. Jangan sampai keterbatasan anggaran membuat atlet yang sudah dipersiapkan tidak berangkat," pungkas Arfan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua KONI PPU, Arfan. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 kurang dari dua bulan, tetapi kepastian anggaran kontingen Penajam Paser Utara (PPU) belum jelas. KONI PPU memperkirakan dukungan yang tersedia sekitar Rp5,7 miliar, jauh di bawah usulan awal Rp12 miliar.
Ketua KONI PPU, Arfan, mengatakan persiapan atlet sudah berjalan. PPU akan mengikuti 64 cabang olahraga (cabor) dengan sekitar 700 atlet. Masing-masing cabor menyiapkan atlet secara mandiri.
"Persiapan atlet sudah siap semua. Masing-masing cabor secara mandiri mempersiapkan atlet," kata Arfan, belum lama ini.
Jumlah kontingen diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang jika ditambah panitia dan official.
KONI sebelumnya mengajukan kebutuhan anggaran Rp12 miliar. Setelah dirasionalisasi, kebutuhan menjadi Rp8 miliar. Sementara angka yang saat ini diperkirakan tersedia sekitar Rp5,7 miliar.
"Anggaran yang kita bayangkan sekitar Rp5,7 miliar. Kita akan sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada, termasuk mengurangi beberapa kebutuhan seperti Training Center (TC) dan honor," ujarnya.
Keterbatasan anggaran akan berdampak pada pemusatan latihan atau TC. Rencana awal TC selama dua bulan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
"Rencana awal TC dua bulan. Kalau anggarannya sesuai perkiraan saat ini, durasinya akan kita sesuaikan," katanya.
Kebutuhan perlengkapan atlet juga harus segera dipenuhi, mulai seragam, sepatu hingga topi. Kontingen dijadwalkan berangkat sekitar 13 November, sedangkan pembukaan Porprov berlangsung 14 November di Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.
KONI PPU juga menunggu kepastian pencairan dana hibah yang dialokasikan melalui APBD Perubahan. Jika dana belum cair sebelum keberangkatan, KONI kembali mempertimbangkan talangan dari pihak ketiga.
"Yang utama bagaimana seluruh atlet bisa berangkat. Kalau dana hibah belum cair saat pemberangkatan, kita akan mencari talangan dari pihak ketiga," jelas Arfan.
Meski anggaran menjadi kendala, KONI PPU tetap membidik posisi empat besar. Target tersebut mengacu pada hasil babak kualifikasi, ketika sejumlah cabor PPU mampu meraih juara umum.
KONI berupaya memberangkatkan seluruh atlet yang telah disiapkan. Pada Porprov sebelumnya di Berau, PPU hanya mengikuti 21 cabor dan finis di posisi kedelapan karena keterbatasan anggaran dan jumlah atlet yang diberangkatkan.
"Sebisa mungkin semua atlet kita berangkatkan. Kita optimistis bisa mencapai target empat besar. Jangan sampai keterbatasan anggaran membuat atlet yang sudah dipersiapkan tidak berangkat," pungkas Arfan.
(Sf/Rs)