Cari disini...
Seputar Kaltim
Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Ruang kelas SMPN 1 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Letaknya yang rendah membuat ruang kelas rawan tergenang saat hujan deras.
Rehabilitasi belum bisa ditangani lewat APBD karena anggaran daerah terbatas. Disdikpora PPU kini mengusulkan perbaikan ruang kelas tersebut melalui program revitalisasi sekolah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan pihaknya tengah melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan.
"Alokasi anggarannya belum tersedia karena APBD kita sangat terbatas. Jadi penanganannya kita usulkan melalui program revitalisasi sekolah. Mudah-mudahan disetujui," kata Ricci, Selasa (6/10/2026).
Ruang kelas menjadi bagian yang diprioritaskan untuk diperbaiki. Kondisi bangunan dan posisi sekolah di dataran rendah membuat genangan kerap muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi.
"Ketika hujan deras sering banjir. Air naik, sementara posisi ruang kelas rendah, jadi mudah tergenang," ujarnya.
Setelah usulan disampaikan, verifikasi menjadi kewenangan kementerian untuk menentukan sekolah dan bagian bangunan yang mendapat bantuan revitalisasi.
Disdikpora berharap perbaikan tersebut dapat mengurangi risiko genangan di ruang kelas saat musim hujan.
Pemerintah daerah sendiri belum menyiapkan opsi relokasi maupun pembangunan gedung baru karena kemampuan anggaran belum memungkinkan.
"Rencana relokasi belum ada. Untuk perbaikan memang ada rencana, tapi kendalanya alokasi anggaran. Maka kita ajukan lewat pusat," tutup Ricci.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kabid Sarpras Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Ruang kelas SMPN 1 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadi perhatian Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora). Letaknya yang rendah membuat ruang kelas rawan tergenang saat hujan deras.
Rehabilitasi belum bisa ditangani lewat APBD karena anggaran daerah terbatas. Disdikpora PPU kini mengusulkan perbaikan ruang kelas tersebut melalui program revitalisasi sekolah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan pihaknya tengah melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan.
"Alokasi anggarannya belum tersedia karena APBD kita sangat terbatas. Jadi penanganannya kita usulkan melalui program revitalisasi sekolah. Mudah-mudahan disetujui," kata Ricci, Selasa (6/10/2026).
Ruang kelas menjadi bagian yang diprioritaskan untuk diperbaiki. Kondisi bangunan dan posisi sekolah di dataran rendah membuat genangan kerap muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi.
"Ketika hujan deras sering banjir. Air naik, sementara posisi ruang kelas rendah, jadi mudah tergenang," ujarnya.
Setelah usulan disampaikan, verifikasi menjadi kewenangan kementerian untuk menentukan sekolah dan bagian bangunan yang mendapat bantuan revitalisasi.
Disdikpora berharap perbaikan tersebut dapat mengurangi risiko genangan di ruang kelas saat musim hujan.
Pemerintah daerah sendiri belum menyiapkan opsi relokasi maupun pembangunan gedung baru karena kemampuan anggaran belum memungkinkan.
"Rencana relokasi belum ada. Untuk perbaikan memang ada rencana, tapi kendalanya alokasi anggaran. Maka kita ajukan lewat pusat," tutup Ricci.
(Sf/Rs)