Seputar Kaltim

    Anggaran BKT Dipangkas Hingga Rp50 M, Isran Noor Anggap Wajar Banyak Pelajar dan Mahasiswa Protes

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 September 2024 pukul 13:38 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik dan Mantan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. (Kolase oleh Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemangkasan anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) tengah menjadi sorotan publik. Sebab pasca diumumkan, banyak pendaftar yang tidak masuk dalam daftar penerima, sehingga memantik kemarahan melalui media sosial.

    Kekecewaan itu juga datang dari Mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor. Banyaknya siswa dan mahasiswa yang belum 

    terakomodir BKT dikarenakan adanya pemangkasan anggaran. 

    Ini dipaparkan Isran Noor saat pertemuan dengan mahasiswa di salah satu universitas di Balikpapan.

    Ia menyampaikan anggaran BKT 2023-2024 yang telah ditetapkan di masa pemerintahannya sebesar Rp250 miliar. 

    Namun, hanya sebesar Rp200 miliar saja yang terealisasi dan secara hitung-hitungan, ada pemangkasan anggaran hingga mencapai Rp50 miliar.

    Isran Noor mengumbar lagi rasa kekecewaannya ke media. Kala ditanya mengenai itu, ia mengaku selama seminggu ini masih sakit hati.

    “Itu dia yang membuat saya sakit hati selama seminggu. Dulu aku anggarkan Rp250 miliar, dikurangi Rp50 miliar, jadi Rp200 miliar. Bagaimana tidak banyak yang ngomel-ngomel,” kata Isran saat mengisi kuliah umum di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Jumat (20/9/2024).

    Meski Isran tidak langsung menyebut nama tertentu, tapi tudingan tersebut mengarah kepada pemerintahan yang kini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik.

    Dalam permasalahan yang terlanjur merebak ke masyarakat, Akmal mengaku tidak pernah cawe-cawe soal anggaran beasiswa tersebut.

    "Saya tidak pernah cawe-cawe di anggaran, tidak pernah. Semua saya serahkan pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim," ungkap Akmal saat sambutan pada pelantikan Bupati Pj PPU di Odah Etam, Samarinda, Kamis (19/9/2024).

    Akmal menyebut tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan BKT. Menghadapi isu yang kurang mengenakkan, sudah menjadi risiko bagi seorang kepala daerah.

    "Biasanya dalam kondisi seperti ini, sudah menjadi resiko yang ditanggung oleh kepala daerah karena tugas pemimpin itu mengambil risiko," ungkap Akmal Malik.

    Lebih lanjut, perencanaan terkait anggaran beasiswa kaltim tuntas sudah disusun sedemikian rupa. Begitu perencanaan selesai, semua akan dieksekusi oleh TAPD.

    "Saya tidak bisa mengintervensi hal itu," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Anggaran BKT Dipangkas Hingga Rp50 M, Isran Noor Anggap Wajar Banyak Pelajar dan Mahasiswa Protes

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 September 2024 pukul 13:38 WITA

    Penjabat Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik dan Mantan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. (Kolase oleh Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemangkasan anggaran Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) tengah menjadi sorotan publik. Sebab pasca diumumkan, banyak pendaftar yang tidak masuk dalam daftar penerima, sehingga memantik kemarahan melalui media sosial.

    Kekecewaan itu juga datang dari Mantan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor. Banyaknya siswa dan mahasiswa yang belum 

    terakomodir BKT dikarenakan adanya pemangkasan anggaran. 

    Ini dipaparkan Isran Noor saat pertemuan dengan mahasiswa di salah satu universitas di Balikpapan.

    Ia menyampaikan anggaran BKT 2023-2024 yang telah ditetapkan di masa pemerintahannya sebesar Rp250 miliar. 

    Namun, hanya sebesar Rp200 miliar saja yang terealisasi dan secara hitung-hitungan, ada pemangkasan anggaran hingga mencapai Rp50 miliar.

    Isran Noor mengumbar lagi rasa kekecewaannya ke media. Kala ditanya mengenai itu, ia mengaku selama seminggu ini masih sakit hati.

    “Itu dia yang membuat saya sakit hati selama seminggu. Dulu aku anggarkan Rp250 miliar, dikurangi Rp50 miliar, jadi Rp200 miliar. Bagaimana tidak banyak yang ngomel-ngomel,” kata Isran saat mengisi kuliah umum di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Jumat (20/9/2024).

    Meski Isran tidak langsung menyebut nama tertentu, tapi tudingan tersebut mengarah kepada pemerintahan yang kini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik.

    Dalam permasalahan yang terlanjur merebak ke masyarakat, Akmal mengaku tidak pernah cawe-cawe soal anggaran beasiswa tersebut.

    "Saya tidak pernah cawe-cawe di anggaran, tidak pernah. Semua saya serahkan pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kaltim," ungkap Akmal saat sambutan pada pelantikan Bupati Pj PPU di Odah Etam, Samarinda, Kamis (19/9/2024).

    Akmal menyebut tidak memiliki kewenangan untuk mencampuri urusan BKT. Menghadapi isu yang kurang mengenakkan, sudah menjadi risiko bagi seorang kepala daerah.

    "Biasanya dalam kondisi seperti ini, sudah menjadi resiko yang ditanggung oleh kepala daerah karena tugas pemimpin itu mengambil risiko," ungkap Akmal Malik.

    Lebih lanjut, perencanaan terkait anggaran beasiswa kaltim tuntas sudah disusun sedemikian rupa. Begitu perencanaan selesai, semua akan dieksekusi oleh TAPD.

    "Saya tidak bisa mengintervensi hal itu," pungkasnya.

    (Sf/By)