Seputar Kaltim

    Anggaran Belum Pasti, Cabor Porprov VIII Kaltim Terancam Berkurang

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    30 Maret 2026 pukul 14:08 WITA

    Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Kurniawan (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke VIII Kalimantan Timur (Kaltim) terancam berkurang apabila anggaran yang diajukan tidak sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan event tersebut.

    Kabupaten Paser selaku tuan rumah hingga kini masih terus melakukan pembangunan guna bersiap menyambut pelaksanaan event empat tahunan provinsi tersebut.

    Bahkan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser menargetkan pembangunan venue rampung pada pertengahan 2026 sebelum dimulainya pelaksanaan Porprov ke VIII Kaltim.

    Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan usulan anggaran terkait dengan biaya pelaksanaan Porprov ke VIII Kaltim itu mengingat Cabor yang akan dipertandingkan lebih banyak dari Porprov sebelumnya yang dilaksanakan di Berau.

    "Pada pelaksanaan Porprov di Berau memakan anggaran Rp50 miliar dengan 50 Cabor. Sementara kita mengusulkan Rp60 miliar dengan 64 Cabor yang akan dipertandingkan," kata Kurniawan, Senin (30/3/2026).

    Meskipun telah melakukan pengusulan, tetapi kepastian persetujuan anggaran dalam ajang tersebut masih belum diterima.

    Ia menilai, usulan yang diajukan itu telah sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan event yang akan mempertandingkan 64 Cabor pada Porprov ke VIII Kaltim mendatang.

    Pengurangan jumlah Cabor pada event tersebut juga sangat dimungkinkan apabila anggaran yang disetujui tidak sesuai dengan biaya kebutuhan pelaksanaan.

    "Apabila anggaran yang disetujui di bawah usulan, tidak menutup kemungkinkan akan ada pengurangan Cabor yang dipertandingkan," tuturnya.

    Apabila hal tersebut terjadi maka kemungkinan Cabor yang masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) akan menjadi prioritas utama untuk dipertandingkan.

    "Kita berharapnya seluruh Cabor dapat dipertandingkan. Namun jika memang harus melakukan penyesuaian, Cabor yang dipertandingkan dalam PON akan menjadi acuan," tutupnya mengakhiri.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Anggaran Belum Pasti, Cabor Porprov VIII Kaltim Terancam Berkurang

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Rusdianto
    30 Maret 2026 pukul 14:08 WITA

    Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Kurniawan (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Cabang Olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke VIII Kalimantan Timur (Kaltim) terancam berkurang apabila anggaran yang diajukan tidak sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan event tersebut.

    Kabupaten Paser selaku tuan rumah hingga kini masih terus melakukan pembangunan guna bersiap menyambut pelaksanaan event empat tahunan provinsi tersebut.

    Bahkan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser menargetkan pembangunan venue rampung pada pertengahan 2026 sebelum dimulainya pelaksanaan Porprov ke VIII Kaltim.

    Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah melakukan usulan anggaran terkait dengan biaya pelaksanaan Porprov ke VIII Kaltim itu mengingat Cabor yang akan dipertandingkan lebih banyak dari Porprov sebelumnya yang dilaksanakan di Berau.

    "Pada pelaksanaan Porprov di Berau memakan anggaran Rp50 miliar dengan 50 Cabor. Sementara kita mengusulkan Rp60 miliar dengan 64 Cabor yang akan dipertandingkan," kata Kurniawan, Senin (30/3/2026).

    Meskipun telah melakukan pengusulan, tetapi kepastian persetujuan anggaran dalam ajang tersebut masih belum diterima.

    Ia menilai, usulan yang diajukan itu telah sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan event yang akan mempertandingkan 64 Cabor pada Porprov ke VIII Kaltim mendatang.

    Pengurangan jumlah Cabor pada event tersebut juga sangat dimungkinkan apabila anggaran yang disetujui tidak sesuai dengan biaya kebutuhan pelaksanaan.

    "Apabila anggaran yang disetujui di bawah usulan, tidak menutup kemungkinkan akan ada pengurangan Cabor yang dipertandingkan," tuturnya.

    Apabila hal tersebut terjadi maka kemungkinan Cabor yang masuk dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) akan menjadi prioritas utama untuk dipertandingkan.

    "Kita berharapnya seluruh Cabor dapat dipertandingkan. Namun jika memang harus melakukan penyesuaian, Cabor yang dipertandingkan dalam PON akan menjadi acuan," tutupnya mengakhiri.

    (Sf/Rs)