Seputar Kaltim

    Anggaran BBM Diperkirakan Habis September, DLH PPU Siapkan Usulan Tambahan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    27 Juli 2026 pukul 12:52 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sisa anggaran bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tinggal sekitar Rp400 juta. Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, DLH kini hanya mengoperasikan 10 dari total 16 armada pengangkut sampah yang dimiliki.

    Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, pengurangan armada telah dilakukan sebagai penyesuaian operasional menyusul kenaikan harga BBM.

    "Operasional armada ada efisiensi. Awalnya 16 unit, dengan penghematan yang berjalan sekarang hanya 10 unit. Itu yang harus kami lakukan," kata Kuncoro, belum lama ini.

    Ia menjelaskan, anggaran operasional BBM jenis Pertamax dan Dexlite yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp1,8 miliar. Hingga saat ini, anggaran yang tersisa sekitar Rp400 juta.

    Menurut Kuncoro, dengan kebutuhan BBM rata-rata mencapai Rp100 juta setiap bulan, sisa anggaran tersebut diperkirakan hanya mampu menopang operasional armada hingga September.

    "Untuk kebutuhan BBM armada rata-rata sekitar Rp100 juta per bulan, baik untuk Dexlite maupun Pertamax. Dengan sisa anggaran yang ada, perkiraan kami hanya cukup sampai September," ujarnya.

    Ia mengakui kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pelayanan pengangkutan sampah apabila tidak segera mendapat tambahan anggaran.

    Karena itu, DLH telah menyiapkan usulan tambahan anggaran yang akan disampaikan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) melalui APBD Perubahan agar operasional pengangkutan sampah tetap berjalan hingga akhir tahun.

    "Kami berencana mengusulkan tambahan anggaran di APBD Perubahan," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Anggaran BBM Diperkirakan Habis September, DLH PPU Siapkan Usulan Tambahan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    27 Juli 2026 pukul 12:52 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Sisa anggaran bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tinggal sekitar Rp400 juta. Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, DLH kini hanya mengoperasikan 10 dari total 16 armada pengangkut sampah yang dimiliki.

    Kepala DLH PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro mengatakan, pengurangan armada telah dilakukan sebagai penyesuaian operasional menyusul kenaikan harga BBM.

    "Operasional armada ada efisiensi. Awalnya 16 unit, dengan penghematan yang berjalan sekarang hanya 10 unit. Itu yang harus kami lakukan," kata Kuncoro, belum lama ini.

    Ia menjelaskan, anggaran operasional BBM jenis Pertamax dan Dexlite yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp1,8 miliar. Hingga saat ini, anggaran yang tersisa sekitar Rp400 juta.

    Menurut Kuncoro, dengan kebutuhan BBM rata-rata mencapai Rp100 juta setiap bulan, sisa anggaran tersebut diperkirakan hanya mampu menopang operasional armada hingga September.

    "Untuk kebutuhan BBM armada rata-rata sekitar Rp100 juta per bulan, baik untuk Dexlite maupun Pertamax. Dengan sisa anggaran yang ada, perkiraan kami hanya cukup sampai September," ujarnya.

    Ia mengakui kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pelayanan pengangkutan sampah apabila tidak segera mendapat tambahan anggaran.

    Karena itu, DLH telah menyiapkan usulan tambahan anggaran yang akan disampaikan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) melalui APBD Perubahan agar operasional pengangkutan sampah tetap berjalan hingga akhir tahun.

    "Kami berencana mengusulkan tambahan anggaran di APBD Perubahan," tandasnya.

    (Sf/Rs)