Seputar Kaltim

    Andi Wibowo Resmi Nahkodai PWI Kukar Periode 2025-2028, Siap Bawa Organisasi Menuju Era Baru

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    28 Desember 2025 pukul 22:31 WITA

    Sekjend PWI Kaltim, Achmad Sahab (kiri) menyerahkan bendera PWI kepada Ketua PWI Kukar terpilih, Andi Wibowo (kanan). (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Andi Wibowo resmi menahkodai Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2025-2028, setelah melalui proses pemilihan Ketua PWI baru menggantikan Ketua sebelumnya Bambang Irawan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Kukar, di Gedung Radio Pemerintah Kabupaten (RPK), Tenggarong, Minggu (28/12/2025).

    Dalam konfercab tersebut menempatkan empat nama calon kuat, hasil poting peserta pemegang hak suara terbanyak yakni Andi Wibowo 17 suara, Bambang Irawan 12, Ufqil Mubin satu serta Muhammad Rafi’i 0, dari pemegang hak suara berjumlah 30 orang pemilih.

    “Terima kasih atas kepercayaan. komitmennya untuk membawa PWI Kukar menjadi organisasi yang profesional, berintegritas, dan sejahtera. PWI Kukar akan terus melakukan terobosan dan inovasi dalam kesejahteraan para anggota PWI Kukar, terutama membangun sinergitas dengan pemerintah daerah,” kata Andi Wibowo. 

    Dalam visinya, Andi menekankan penguatan kualitas wartawan sebagai kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pers. Profesionalisme harus dibangun melalui peningkatan kompetensi dan pemahaman etika jurnalistik.

    Untuk mewujudkan visi itu, dirinya telah merumuskan sejumlah misi seperti meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta memperkuat peran PWI dalam advokasi dan perlindungan anggota.

    Kemudian, Andi juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, tanpa menghilangkan independensi pers. 

    “Isu kesejahteraan wartawan juga menjadi perhatian utama,” ungkapnya. 

    Sementara, Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas wartawan sebagai fondasi utama menjaga marwah pers.

    Amin menyoroti pentingnya kehadiran fisik wartawan di lapangan, liputan yang berkualitas lahir dari interaksi langsung dengan masyarakat, bukan sekadar mengandalkan informasi sekunder.

    “Banyak wartawan yang sudah tidak ke lapangan, tapi beritanya ada. Padahal kehadiran di lapangan itu penting untuk menangkap denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.

    Ia berpesan kepada ketua terpilih dan jajaran pengurus, jabatan dalam organisasi hanya bersifat sementara. Kepemimpinan tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan amanah yang dijalani dalam periode tertentu.

    “Saya berharap bagi ketua PWI baru dapat memimpin transformasi pers menghadapi era digital dengan meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat profesionalisme dan kode etik, membangun ekosistem media yang kuat,” tutupnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Andi Wibowo Resmi Nahkodai PWI Kukar Periode 2025-2028, Siap Bawa Organisasi Menuju Era Baru

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Rusdianto
    28 Desember 2025 pukul 22:31 WITA

    Sekjend PWI Kaltim, Achmad Sahab (kiri) menyerahkan bendera PWI kepada Ketua PWI Kukar terpilih, Andi Wibowo (kanan). (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Andi Wibowo resmi menahkodai Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2025-2028, setelah melalui proses pemilihan Ketua PWI baru menggantikan Ketua sebelumnya Bambang Irawan dalam Konferensi Cabang (Konfercab) PWI Kukar, di Gedung Radio Pemerintah Kabupaten (RPK), Tenggarong, Minggu (28/12/2025).

    Dalam konfercab tersebut menempatkan empat nama calon kuat, hasil poting peserta pemegang hak suara terbanyak yakni Andi Wibowo 17 suara, Bambang Irawan 12, Ufqil Mubin satu serta Muhammad Rafi’i 0, dari pemegang hak suara berjumlah 30 orang pemilih.

    “Terima kasih atas kepercayaan. komitmennya untuk membawa PWI Kukar menjadi organisasi yang profesional, berintegritas, dan sejahtera. PWI Kukar akan terus melakukan terobosan dan inovasi dalam kesejahteraan para anggota PWI Kukar, terutama membangun sinergitas dengan pemerintah daerah,” kata Andi Wibowo. 

    Dalam visinya, Andi menekankan penguatan kualitas wartawan sebagai kunci menjaga kepercayaan publik terhadap pers. Profesionalisme harus dibangun melalui peningkatan kompetensi dan pemahaman etika jurnalistik.

    Untuk mewujudkan visi itu, dirinya telah merumuskan sejumlah misi seperti meningkatkan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, serta memperkuat peran PWI dalam advokasi dan perlindungan anggota.

    Kemudian, Andi juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah, stakeholder, dan masyarakat, tanpa menghilangkan independensi pers. 

    “Isu kesejahteraan wartawan juga menjadi perhatian utama,” ungkapnya. 

    Sementara, Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas wartawan sebagai fondasi utama menjaga marwah pers.

    Amin menyoroti pentingnya kehadiran fisik wartawan di lapangan, liputan yang berkualitas lahir dari interaksi langsung dengan masyarakat, bukan sekadar mengandalkan informasi sekunder.

    “Banyak wartawan yang sudah tidak ke lapangan, tapi beritanya ada. Padahal kehadiran di lapangan itu penting untuk menangkap denyut kehidupan masyarakat,” tegasnya.

    Ia berpesan kepada ketua terpilih dan jajaran pengurus, jabatan dalam organisasi hanya bersifat sementara. Kepemimpinan tidak dimaknai sebagai tujuan akhir, melainkan amanah yang dijalani dalam periode tertentu.

    “Saya berharap bagi ketua PWI baru dapat memimpin transformasi pers menghadapi era digital dengan meningkatkan kompetensi wartawan, memperkuat profesionalisme dan kode etik, membangun ekosistem media yang kuat,” tutupnya. 

    (Sf/Rs)