Seputar Kaltim

    Andi Harun Wacanakan Pembangunan Sekolah Internasional, Deni Hakim: Masih banyak sekolah saprasnya belum memadai

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Januari 2024 pukul 21:40 WITA

    Deni Hakim Anwar Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda saat Ditemui Seputar Fakta. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar, mengaku mendukung rencana Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang berniat membangun sekolah internasional. Namun demikian, anggota Komisi IV itu,   mewanti-wanti Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar jangan sampai sekolah lainnya terlupakan. 

    Deni dengan tegas mengatakan jangan sampai ada kesenjangan sosial. 
    "Kita juga harus menghilangkan stigma atau paradigma yang dibangun bawha selama ini yang namanya sekolah di kota itu merupakan sekolah unggulan, atau sekolah di kota memilliki fasisiltas terlengkap, tidak," ungkap Deni, kepada  Seputar Fakta.

    Ia mengatakan, harus ada pemerataan pembangunan, tidak hanya terfokus soal sekolah internasional saja. Hal itu dilakukan untuk meredam adanya kesenjangan sosial. 

    "Kita lihat masih banyak sekolah yang sarana dan prasarana (sapras) nya belum memadai. Ini yg kita harapkan jadi perhatian Pemkot," tegasnya. 

    Selain itu, menurutnya pemerataan lain yang bisa dilakukan ialah dengan membagi tenaga pendidik yang berkompeten ke seluruh sudut sekolah wilayah Samarinda agar dapat menjadi pendorong. "Kalau tenaga pendidiknya ini bagus otomatis insyaallah sekolah di pinggiran pun akan sama statusnya maupun kesetaraannya dengan sekolah di kota, itu yang kita inginkan," jelasnya.

    Lebih lanjut Deni menjelaskan, sekolah internasional  yang dibangun ini harus dibarengi dengan sumber daya yang memang kompeten. Jadi tidak hanya bangunan dan fasilitas saja yang memiliki label internasional. Seperti dengan pemenuhan hak-hak tenaga pendidik yang sesuai. "Jangan sampai nanti mungkin honornya masih di bawah angka," ucapnya. 

    Deni menginginkan agar pembangunan sekolah bertaraf internasional ini juga diiringi dengan perbaikan sapras di sekolah lain yang ada di Samarinda. "Jadi sekolah internasional dibangun, perbaikan sapras lainnya juga diperbaiki. Kita ingin peradaban di Samarinda betul-betul baik secara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," jelasnya. 

    Sementara ini, Deni mengatakan pembangunan itu akan direalisasikan di SMP N 16, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Alasan dipilihnya tempat itu dikarenakan lahan luas yang dimilikinya. "Tanahnya luas, memungkinkan untuk dibangun dari tingkat SD, SMP, dan SMA," paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Wacanakan Pembangunan Sekolah Internasional, Deni Hakim: Masih banyak sekolah saprasnya belum memadai

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    29 Januari 2024 pukul 21:40 WITA

    Deni Hakim Anwar Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda saat Ditemui Seputar Fakta. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Anggota DPRD Kota Samarinda Deni Hakim Anwar, mengaku mendukung rencana Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang berniat membangun sekolah internasional. Namun demikian, anggota Komisi IV itu,   mewanti-wanti Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar jangan sampai sekolah lainnya terlupakan. 

    Deni dengan tegas mengatakan jangan sampai ada kesenjangan sosial. 
    "Kita juga harus menghilangkan stigma atau paradigma yang dibangun bawha selama ini yang namanya sekolah di kota itu merupakan sekolah unggulan, atau sekolah di kota memilliki fasisiltas terlengkap, tidak," ungkap Deni, kepada  Seputar Fakta.

    Ia mengatakan, harus ada pemerataan pembangunan, tidak hanya terfokus soal sekolah internasional saja. Hal itu dilakukan untuk meredam adanya kesenjangan sosial. 

    "Kita lihat masih banyak sekolah yang sarana dan prasarana (sapras) nya belum memadai. Ini yg kita harapkan jadi perhatian Pemkot," tegasnya. 

    Selain itu, menurutnya pemerataan lain yang bisa dilakukan ialah dengan membagi tenaga pendidik yang berkompeten ke seluruh sudut sekolah wilayah Samarinda agar dapat menjadi pendorong. "Kalau tenaga pendidiknya ini bagus otomatis insyaallah sekolah di pinggiran pun akan sama statusnya maupun kesetaraannya dengan sekolah di kota, itu yang kita inginkan," jelasnya.

    Lebih lanjut Deni menjelaskan, sekolah internasional  yang dibangun ini harus dibarengi dengan sumber daya yang memang kompeten. Jadi tidak hanya bangunan dan fasilitas saja yang memiliki label internasional. Seperti dengan pemenuhan hak-hak tenaga pendidik yang sesuai. "Jangan sampai nanti mungkin honornya masih di bawah angka," ucapnya. 

    Deni menginginkan agar pembangunan sekolah bertaraf internasional ini juga diiringi dengan perbaikan sapras di sekolah lain yang ada di Samarinda. "Jadi sekolah internasional dibangun, perbaikan sapras lainnya juga diperbaiki. Kita ingin peradaban di Samarinda betul-betul baik secara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi," jelasnya. 

    Sementara ini, Deni mengatakan pembangunan itu akan direalisasikan di SMP N 16, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang. Alasan dipilihnya tempat itu dikarenakan lahan luas yang dimilikinya. "Tanahnya luas, memungkinkan untuk dibangun dari tingkat SD, SMP, dan SMA," paparnya.

    (Sf/Rs)