Seputar Kaltim

    Andi Harun Tanam Jagung Pipil Perdana di Sindang Sari, Rencanakan Pembukaan Lahan Tani Seluas 10 Hektare

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    21 Agustus 2023 pukul 15:31 WITA

    Pelaksanaan penanaman jagung Pipil perdana dan temu wicara bersama Wali Kota Samarinda bersama kelompok tani sumber abadi, Kelurahan Sindang Sari, Sambutan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda melaksanakan penanaman jagung pipil perdana sekaligus temu wicara bersama Wali Kota dengan Kelompok Tani Sumber Abadi Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Senin (21/8/2023).

    Kecamatan Sambutan memiliki enam kelurahan dan memiliki potensi pertanian, sehingga cukup untuk pasokan pangan Kota Samarinda.

    Wilayah ini memiliki satu gabungan kelompok petani (Gapoktan) yang terdiri dari tujuh kelompok tani. Kelompok Tani Sumber Abadi sendiri memiliki 46 anggota.

    Bendahara Kelompok Tani Sumber Abadi, Suratno menyampaikan dalam diskusi masih banyak kendala yang dihadapi ketika pembukaan lahan berlangsung. "Sementara ini ada dua hektare dan ini yang akan dibuka seluas 10 hektare," ungkapnya. 

    Ia menyebut kendala yang dihadapi adalah keterbatasan peralatan pertanian. "Keinginan kita untuk penunjang kegiatan bertani kita, seperti untuk penggeburan tanah, harus menggunakan traktor rotary, ini karena mencakup lebih besar, untuk saat ini kita masih gunakan cultivator yang lebih kecil daripada itu," jelasnya.

    Selain itu, para petani membutuhkan pompa karena khawatir sewaktu-waktu membutuhkan air. Apalagi jarak dari sumber air terdekat mencapai 100 meter

    Suratno menginginkan adanya embung sederhana dengan berbahan terpal, agar air mempunyai tempat sterilisasi sebelum dialirkan.

    "Kami juga sampaikan terkait distribusi jagung ini, kami memiliki rencana skala distribusi harus besar, karena potensi jagung di Sindang Sari itu besar. Dengan begitu adanya saling tanggung jawab dengan ikatan kerja sama, sejauh ini kami gunakan modal sendiri dan ada tengkulak, tapi ya itu potensi resikonya tinggi," bebernya.

    Diketahui, jagung pipil yang ditanam ini mempunyai pasar tersendiri karena juga dapat dikeringkan dan bisa menjadi pakan ternak.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun merespon positif keluhan petani tersebut dan siap membantu melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk traktor rotary dan penyediaan pompa air yang dialokasikan di APBD Perubahan.

    Dikemukakannya, distribusi sepenuhnya untuk jagung pipil akan dikelola oleh Perusda Varia Niaga. "Varia Niaga itu punya usaha buat pakan ternak, kenapa pakan ternak saat ini mahal, karena bahan bakunya mahal. Itu bahan bakunya impor, masa yang bahannya jagung saja harus impor," tangkasnya.

    Andi Harun menyerukan kepada Dinas Ketapang Tani untuk mengatur tata laksanakannya antara petani dan Perusda Varian Niaga.

    "Untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak usah takut dikenakan pajak, memang di kota seperti warung restoran menghindari mengurus NIB karena takut pajak. Kalau kelompok tani jangan khawatir," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Tanam Jagung Pipil Perdana di Sindang Sari, Rencanakan Pembukaan Lahan Tani Seluas 10 Hektare

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    21 Agustus 2023 pukul 15:31 WITA

    Pelaksanaan penanaman jagung Pipil perdana dan temu wicara bersama Wali Kota Samarinda bersama kelompok tani sumber abadi, Kelurahan Sindang Sari, Sambutan. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda melaksanakan penanaman jagung pipil perdana sekaligus temu wicara bersama Wali Kota dengan Kelompok Tani Sumber Abadi Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Senin (21/8/2023).

    Kecamatan Sambutan memiliki enam kelurahan dan memiliki potensi pertanian, sehingga cukup untuk pasokan pangan Kota Samarinda.

    Wilayah ini memiliki satu gabungan kelompok petani (Gapoktan) yang terdiri dari tujuh kelompok tani. Kelompok Tani Sumber Abadi sendiri memiliki 46 anggota.

    Bendahara Kelompok Tani Sumber Abadi, Suratno menyampaikan dalam diskusi masih banyak kendala yang dihadapi ketika pembukaan lahan berlangsung. "Sementara ini ada dua hektare dan ini yang akan dibuka seluas 10 hektare," ungkapnya. 

    Ia menyebut kendala yang dihadapi adalah keterbatasan peralatan pertanian. "Keinginan kita untuk penunjang kegiatan bertani kita, seperti untuk penggeburan tanah, harus menggunakan traktor rotary, ini karena mencakup lebih besar, untuk saat ini kita masih gunakan cultivator yang lebih kecil daripada itu," jelasnya.

    Selain itu, para petani membutuhkan pompa karena khawatir sewaktu-waktu membutuhkan air. Apalagi jarak dari sumber air terdekat mencapai 100 meter

    Suratno menginginkan adanya embung sederhana dengan berbahan terpal, agar air mempunyai tempat sterilisasi sebelum dialirkan.

    "Kami juga sampaikan terkait distribusi jagung ini, kami memiliki rencana skala distribusi harus besar, karena potensi jagung di Sindang Sari itu besar. Dengan begitu adanya saling tanggung jawab dengan ikatan kerja sama, sejauh ini kami gunakan modal sendiri dan ada tengkulak, tapi ya itu potensi resikonya tinggi," bebernya.

    Diketahui, jagung pipil yang ditanam ini mempunyai pasar tersendiri karena juga dapat dikeringkan dan bisa menjadi pakan ternak.

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun merespon positif keluhan petani tersebut dan siap membantu melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk traktor rotary dan penyediaan pompa air yang dialokasikan di APBD Perubahan.

    Dikemukakannya, distribusi sepenuhnya untuk jagung pipil akan dikelola oleh Perusda Varia Niaga. "Varia Niaga itu punya usaha buat pakan ternak, kenapa pakan ternak saat ini mahal, karena bahan bakunya mahal. Itu bahan bakunya impor, masa yang bahannya jagung saja harus impor," tangkasnya.

    Andi Harun menyerukan kepada Dinas Ketapang Tani untuk mengatur tata laksanakannya antara petani dan Perusda Varian Niaga.

    "Untuk penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) tidak usah takut dikenakan pajak, memang di kota seperti warung restoran menghindari mengurus NIB karena takut pajak. Kalau kelompok tani jangan khawatir," pungkasnya.

    (Sf/By)