Seputar Kaltim

    Andi Harun Sebut Revitalisasi Wisata Sejarah Bakal Dilakukan

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    24 Januari 2025 pukul 15:53 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran ziarah ke Taman Makam Pahlawan dilanjutkan ke Makam La Mohang Daeng Mangkona, Samarinda Seberang, Jumat (24/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan makam La Mohang Daeng Mangkona, Jumat (24/1/2025).

    Kegiatan itu merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Samarinda ke-357 dan Ulang Tahun Pemkot Samarinda ke-65. 

    Andi Harun mengatakan ziarah ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan atas jasa dan dedikasi para pendahulu dalam membangun Kota Samarinda.  

    “Kita melanjutkan apa yang telah diwariskan oleh para pendahulu, meneguhkan komitmen kita untuk membangun Kota Samarinda dengan penuh loyalitas dan cinta,” ujar Andi Harun. 

    Salah satu ziarah dilakukan ke makam La Mohang Daeng Mangkona, tokoh bersejarah yang memiliki peran besar dalam sejarah Kutai Ing Martadipura.

    Ia menekankan bahwa sebelum menjadi daerah otonom, Samarinda adalah bagian dari wilayah Kerajaan Kutai yang kemudian dipersembahkan sebagai bagian dari pembangunan daerah.  

    Selain ziarah, rangkaian kegiatan juga mencakup salat Jumat di Masjid Tua Shirathal Mustaqiem yang merupakan salah satu cagar budaya di Samarinda. 

    “Pembangunan spiritualitas menjadi pondasi kokoh yang menopang berbagai kegiatan pembangunan, termasuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing,” tambahnya.  

    Dalam kesempatan ini, Andi Harun juga mengumumkan rencana pembangunan dan revitalisasi sektor pariwisata dan sejarah di Samarinda. Salah satu rencana yang sedang dirancang adalah pembangunan pusat budaya dan sejarah di Samarinda Seberang, lokasi awal mula berkembangnya Kota Samarinda. 

    “Kami akan mendesain infrastruktur, termasuk pusat kerajinan Sarung Samarinda, untuk melestarikan sejarah dan tradisi,” jelasnya.  

    Gedung baru juga akan dibangun sebagai pusat pelayanan publik yang mengusung desain berkonsep wisata sejarah, termasuk area-area bersejarah seperti makam La Mohang Daeng Mangkona, Masjid Shirathal Mustaqiem dan rumah tua yang saat ini digunakan sebagai kantor kelurahan.  

    Andi Harun beserta jajaran juga menyampaikan pesan simbolis dengan mengenakan Sarung Samarinda, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. “Kita ingin membangun identitas Samarinda yang unik dan menarik, sejalan dengan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Sebut Revitalisasi Wisata Sejarah Bakal Dilakukan

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    24 Januari 2025 pukul 15:53 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran ziarah ke Taman Makam Pahlawan dilanjutkan ke Makam La Mohang Daeng Mangkona, Samarinda Seberang, Jumat (24/1/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Wali Kota Samarinda, Andi Harun beserta jajaran melakukan ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan makam La Mohang Daeng Mangkona, Jumat (24/1/2025).

    Kegiatan itu merupakan rangkaian dari peringatan Hari Jadi Kota Samarinda ke-357 dan Ulang Tahun Pemkot Samarinda ke-65. 

    Andi Harun mengatakan ziarah ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan atas jasa dan dedikasi para pendahulu dalam membangun Kota Samarinda.  

    “Kita melanjutkan apa yang telah diwariskan oleh para pendahulu, meneguhkan komitmen kita untuk membangun Kota Samarinda dengan penuh loyalitas dan cinta,” ujar Andi Harun. 

    Salah satu ziarah dilakukan ke makam La Mohang Daeng Mangkona, tokoh bersejarah yang memiliki peran besar dalam sejarah Kutai Ing Martadipura.

    Ia menekankan bahwa sebelum menjadi daerah otonom, Samarinda adalah bagian dari wilayah Kerajaan Kutai yang kemudian dipersembahkan sebagai bagian dari pembangunan daerah.  

    Selain ziarah, rangkaian kegiatan juga mencakup salat Jumat di Masjid Tua Shirathal Mustaqiem yang merupakan salah satu cagar budaya di Samarinda. 

    “Pembangunan spiritualitas menjadi pondasi kokoh yang menopang berbagai kegiatan pembangunan, termasuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing,” tambahnya.  

    Dalam kesempatan ini, Andi Harun juga mengumumkan rencana pembangunan dan revitalisasi sektor pariwisata dan sejarah di Samarinda. Salah satu rencana yang sedang dirancang adalah pembangunan pusat budaya dan sejarah di Samarinda Seberang, lokasi awal mula berkembangnya Kota Samarinda. 

    “Kami akan mendesain infrastruktur, termasuk pusat kerajinan Sarung Samarinda, untuk melestarikan sejarah dan tradisi,” jelasnya.  

    Gedung baru juga akan dibangun sebagai pusat pelayanan publik yang mengusung desain berkonsep wisata sejarah, termasuk area-area bersejarah seperti makam La Mohang Daeng Mangkona, Masjid Shirathal Mustaqiem dan rumah tua yang saat ini digunakan sebagai kantor kelurahan.  

    Andi Harun beserta jajaran juga menyampaikan pesan simbolis dengan mengenakan Sarung Samarinda, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. “Kita ingin membangun identitas Samarinda yang unik dan menarik, sejalan dengan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. 

    (Sf/By)