Seputar Kaltim

    Andi Harun Sebut Kondisi Gedung Balai Kota Samarinda Sudah  Tidak Tertolong

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    07 Juni 2023 pukul 22:18 WITA

    Proses pengerjaan rehabilitasi Balai Kota Samarinda yang di mulai dari muka Balai Kota. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut bangunan Balai Kota Samarinda memiliki kondisi ruangan yang tidak tertolong, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi bertahap dari depan hingga belakang.

    "Perlu adanya pemugaran karena sejak awal belum ada perbaikan, kondisi saat ini memang sudah tidak tertolong sama sekali. Banyak ruangan yang bocor dan ini bentuk layanan publik, jadi segera kami rehab secara bertahap," ungkapnya.

    Gedung yang belum direhab sejak awal berdirinya ini ditaksir akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk keseluruhan.

    "Kita melihat kondisi kas daerah, karena ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), jadi tidak bisa sekaligus. Pelan-pelan secara bertahap dengan target di 2023 ini selesai," jabarnya.

    Namun, Andi Harun menekankan kembali bahwa ini dilakukan karena sudah dalam kondisi darurat, terutama memperhatikan pegawai yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat akan terganggu.

    "Perencanaan sudah kami atur sedemikian rupa dari area perkantoran hingga jalan, lagi- lagi demi kenyamanan para pegawai dalam bekerja itu sangat penting. Sebab apabila ada faktor kerusakan, sangat sulit untuk bekerja," pungkasnya.

    Pembangunan gedung Balai Kota ini sudah dalam tahap proses pengerjaan. "Sementara pengerjaan ini masih bagian luar dahulu," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Sebut Kondisi Gedung Balai Kota Samarinda Sudah  Tidak Tertolong

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    07 Juni 2023 pukul 22:18 WITA

    Proses pengerjaan rehabilitasi Balai Kota Samarinda yang di mulai dari muka Balai Kota. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut bangunan Balai Kota Samarinda memiliki kondisi ruangan yang tidak tertolong, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi bertahap dari depan hingga belakang.

    "Perlu adanya pemugaran karena sejak awal belum ada perbaikan, kondisi saat ini memang sudah tidak tertolong sama sekali. Banyak ruangan yang bocor dan ini bentuk layanan publik, jadi segera kami rehab secara bertahap," ungkapnya.

    Gedung yang belum direhab sejak awal berdirinya ini ditaksir akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk keseluruhan.

    "Kita melihat kondisi kas daerah, karena ini diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), jadi tidak bisa sekaligus. Pelan-pelan secara bertahap dengan target di 2023 ini selesai," jabarnya.

    Namun, Andi Harun menekankan kembali bahwa ini dilakukan karena sudah dalam kondisi darurat, terutama memperhatikan pegawai yang melakukan pelayanan terhadap masyarakat akan terganggu.

    "Perencanaan sudah kami atur sedemikian rupa dari area perkantoran hingga jalan, lagi- lagi demi kenyamanan para pegawai dalam bekerja itu sangat penting. Sebab apabila ada faktor kerusakan, sangat sulit untuk bekerja," pungkasnya.

    Pembangunan gedung Balai Kota ini sudah dalam tahap proses pengerjaan. "Sementara pengerjaan ini masih bagian luar dahulu," tutupnya.

    (Sf/By)