Seputar Kaltim

    Andi Harun Sarankan Gubernur Kaltim Minta Maaf Langsung ke Prabowo-Hashim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2026 pukul 19:41 WITA

    Wali Kota Samarinda sekaligus kader Parta Gerindra. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda sekaligus kader Partai Gerindra, Andi Harun, memberikan tanggapan terkait polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud. 

    Ia menyarankan agar Gubernur Kaltim segera menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan personal kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Hashim Djojohadikusumo.

    Polemik ini bermula dari pernyataan Gubernur Kaltim di hadapan media yang menganalogikan keterlibatan anggota keluarganya di Tim Akselerasi Pembangunan Gubernur (TAGUPP) Kaltim dengan posisi Hashim Djojohadikusumo yang ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden.

    Pernyataan tersebut memicu reaksi dan protes dari para kader Partai Gerindra.
    Menurut Andi Harun, ia baru mengetahui isu ini setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan melihat adanya gelombang reaksi dari kader internal. 

    Ia mengapresiasi langkah Gubernur Kaltim yang telah merilis pernyataan maaf, namun menilai narasi yang digunakan masih problematik.

    "Di pernyataan awal beliau direct menyebut nama Pak Hashim dan Pak Prabowo. 
    Sementara saat minta maaf diksinya hanya kepada pemimpin nasional, ini terlalu jamak," ungkap Andi Harun di Samarinda, Sabtu (2/5/2026).

    Perbedaan sasaran antara pernyataan awal yang spesifik menyebut nama dan permohonan maaf yang bersifat institusional inilah yang membuat sejumlah kader Gerindra merasa bahwa permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya tulus.

    Langkah Cooling Down Kader Gerindra
    Meski Andi Harun meyakini bahwa Gubernur Kaltim mungkin tidak memiliki niat buruk saat melontarkan analogi tersebut, ia menegaskan bahwa sebuah pernyataan yang sudah menjadi konsumsi publik harus diselesaikan dengan tuntas.

    Oleh karena itu, demi meredam gejolak dan mendinginkan suasana (cooling down) di internal Partai Gerindra, Andi menyarankan permohonan maaf yang lebih spesifik.

    Hal ini tentu menghindari reaksi lebih besar,  permintaan maaf langsung diperlukan untuk mencegah meluasnya protes dari kader Partai Gerindra, baik di tingkat daerah maupun nasional.

    "Kami menyarankan beliau secara khusus memohon maaf langsung kepada Pak Hashim dan Presiden Prabowo, sama seperti pernyataan awal beliau yang ditujukan secara personal," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Sarankan Gubernur Kaltim Minta Maaf Langsung ke Prabowo-Hashim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 Mei 2026 pukul 19:41 WITA

    Wali Kota Samarinda sekaligus kader Parta Gerindra. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda sekaligus kader Partai Gerindra, Andi Harun, memberikan tanggapan terkait polemik pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud. 

    Ia menyarankan agar Gubernur Kaltim segera menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan personal kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Hashim Djojohadikusumo.

    Polemik ini bermula dari pernyataan Gubernur Kaltim di hadapan media yang menganalogikan keterlibatan anggota keluarganya di Tim Akselerasi Pembangunan Gubernur (TAGUPP) Kaltim dengan posisi Hashim Djojohadikusumo yang ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden.

    Pernyataan tersebut memicu reaksi dan protes dari para kader Partai Gerindra.
    Menurut Andi Harun, ia baru mengetahui isu ini setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan melihat adanya gelombang reaksi dari kader internal. 

    Ia mengapresiasi langkah Gubernur Kaltim yang telah merilis pernyataan maaf, namun menilai narasi yang digunakan masih problematik.

    "Di pernyataan awal beliau direct menyebut nama Pak Hashim dan Pak Prabowo. 
    Sementara saat minta maaf diksinya hanya kepada pemimpin nasional, ini terlalu jamak," ungkap Andi Harun di Samarinda, Sabtu (2/5/2026).

    Perbedaan sasaran antara pernyataan awal yang spesifik menyebut nama dan permohonan maaf yang bersifat institusional inilah yang membuat sejumlah kader Gerindra merasa bahwa permintaan maaf tersebut belum sepenuhnya tulus.

    Langkah Cooling Down Kader Gerindra
    Meski Andi Harun meyakini bahwa Gubernur Kaltim mungkin tidak memiliki niat buruk saat melontarkan analogi tersebut, ia menegaskan bahwa sebuah pernyataan yang sudah menjadi konsumsi publik harus diselesaikan dengan tuntas.

    Oleh karena itu, demi meredam gejolak dan mendinginkan suasana (cooling down) di internal Partai Gerindra, Andi menyarankan permohonan maaf yang lebih spesifik.

    Hal ini tentu menghindari reaksi lebih besar,  permintaan maaf langsung diperlukan untuk mencegah meluasnya protes dari kader Partai Gerindra, baik di tingkat daerah maupun nasional.

    "Kami menyarankan beliau secara khusus memohon maaf langsung kepada Pak Hashim dan Presiden Prabowo, sama seperti pernyataan awal beliau yang ditujukan secara personal," tegasnya.

    (Sf/Rs)