Cari disini...
Seputar Kaltim
Aktifitas tongkang batu bara di Sungai Mahakam, akan sebagai wisata religi. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Wali Kota Samarinda Andi Harun, memastikan jalur susur sungai dalam Wisata Religi yang masuk dalam pembangunan proyek Teras Samarinda, tak akan mengganggu jalur perkapalan batu bara yang lebih dulu lalu lalang di Sungai Mahakam. Untuk diketahui, nantinya wisata religi disiapkan menjadi salah satu atraksi wisata andalan, dengan membawa pengunjung menyinggahi beberapa tempat ibadah, yakni Masjid Shiratal Mustaqiem (masjid tua di Samarinda Seberang), Masjid Baitul Muttaqien (Islamic Center) dan Kelenteng Thien Le Kong, bahkan bisa menuju ke Big Mal. Semua itu ditempuh melalui jalur Sungai Mahakam dengan kapal yang akan disediakan.
"Ya nanti ada sistem yang kita terapkan, jadi tidak usah dibentur-benturkan. Batu bara ya batu bara, yang wisata ya wisata," ungkap Andi, saat meninjau Citra Niaga Kamis (7/9/2023).
Orang nomor satu di Samarinda ini, membeber bakal merencanakan sistem pengelolaan setelah bangunan fisik telah selesai. "Tentu kami akan sediakan rambu, intinya setelah bangunan fisik jadi, kemudian kita atur sistem pengelolaannya," jelas AH, sapaan Andi Harun.
Termasuk, kata dia terkait pengelolaan tiket akan dibuat dengan teknologi canggih, sehingga dapat menghindari adanya pungli dan tiket ilegal.
Ia berharap agar masyarakat dapat mendukung proyek yang sedang berjalan ini. "Dua atau tiga tahun lagi ini masa tahap pembangunan, masyarakat agar terus support untuk Samarinda sebagai kota kebanggaan kita bersama," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Aktifitas tongkang batu bara di Sungai Mahakam, akan sebagai wisata religi. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Wali Kota Samarinda Andi Harun, memastikan jalur susur sungai dalam Wisata Religi yang masuk dalam pembangunan proyek Teras Samarinda, tak akan mengganggu jalur perkapalan batu bara yang lebih dulu lalu lalang di Sungai Mahakam. Untuk diketahui, nantinya wisata religi disiapkan menjadi salah satu atraksi wisata andalan, dengan membawa pengunjung menyinggahi beberapa tempat ibadah, yakni Masjid Shiratal Mustaqiem (masjid tua di Samarinda Seberang), Masjid Baitul Muttaqien (Islamic Center) dan Kelenteng Thien Le Kong, bahkan bisa menuju ke Big Mal. Semua itu ditempuh melalui jalur Sungai Mahakam dengan kapal yang akan disediakan.
"Ya nanti ada sistem yang kita terapkan, jadi tidak usah dibentur-benturkan. Batu bara ya batu bara, yang wisata ya wisata," ungkap Andi, saat meninjau Citra Niaga Kamis (7/9/2023).
Orang nomor satu di Samarinda ini, membeber bakal merencanakan sistem pengelolaan setelah bangunan fisik telah selesai. "Tentu kami akan sediakan rambu, intinya setelah bangunan fisik jadi, kemudian kita atur sistem pengelolaannya," jelas AH, sapaan Andi Harun.
Termasuk, kata dia terkait pengelolaan tiket akan dibuat dengan teknologi canggih, sehingga dapat menghindari adanya pungli dan tiket ilegal.
Ia berharap agar masyarakat dapat mendukung proyek yang sedang berjalan ini. "Dua atau tiga tahun lagi ini masa tahap pembangunan, masyarakat agar terus support untuk Samarinda sebagai kota kebanggaan kita bersama," pungkasnya.
(Sf/Rs)