Seputar Kaltim

    Andi Harun Mundur dari Bursa, Seno Aji Melenggang Aklamasi Pimpin IPSI Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Juli 2026 pukul 19:51 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji secara aklamasi terpilih sebagai Ketua IPSI Kaltim. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalimantan Timur resmi menetapkan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, sebagai Ketua IPSI Kaltim yang baru. 

    Pemilihan ini diwarnai dinamika yang cukup menyita perhatian publik, mulai dari absennya sang petahana hingga langkah tegas Seno Aji melepaskan jabatannya di cabang olahraga lain demi memenuhi kelengkapan administrasi.

    Proses transisi kepemimpinan ini berujung pada aklamasi setelah dua nama besar yang sempat digadang-gadang meramaikan bursa, yakni petahana Andi Harun dan Rendi Solihin, dipastikan urung bertarung.

    Ketua Harian Pengprov IPSI Kaltim yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Ego Arifin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menunggu konfirmasi dari kubu petahana hingga batas akhir waktu yang ditentukan.

    "Tadi malam kita tunggu dan konfirmasi, tetapi tidak ada jawaban. Terakhir, melalui Kadispora, dipastikan bahwa Pak Andi Harun tidak mengambil formulir dan tidak mendaftar. Pak Rendi Solihin yang awalnya diinformasikan ikut meramaikan juga tidak mengembalikan formulir pendaftaran hingga hari terakhir Musprov," ungkap Ego Arifin, Sabtu (25/7/2026).

    Dengan tidak adanya pendaftar lain, TPP akhirnya merekomendasikan nama tunggal. Seluruh peserta Musprov dari pengurus kabupaten/kota dan perwakilan perguruan silat kemudian bersepakat penuh menunjuk Seno Aji sebagai Ketua IPSI Kaltim terpilih.

    Langkah mulus Seno Aji menuju kursi nomor satu di IPSI Kaltim bukan tanpa syarat. Latar belakangnya yang sebelumnya bernaung di bawah olahraga karate sempat menjadi sorotan, mengingat aturan tegas pencak silat melarang rangkap jabatan di organisasi bela diri sejenis.

    Terkait hal ini, Ego Arifin memastikan tahapan administrasi telah berjalan sesuai AD/ART. 

    "Beliau (Seno Aji) sudah membuktikan komitmennya dengan melampirkan surat pengunduran diri ke PB FORKI (karate). Dengan mundurnya beliau dari sana, otomatis semua persyaratan administrasi terpenuhi dan beliau sah memimpin organisasi ini," jelasnya.

    Ditemui usai penetapan, Seno Aji menepis isu yang mengaitkan terpilihnya dirinya dengan kedekatan politik satu partai bersama Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa posisi ini merupakan amanah murni dari arus bawah perguruan silat.

    "Sebenarnya tidak ada kaitan secara langsung. Saya mendapatkan amanah dari perguruan dari bawah, dan niat baik ini kemudian disambut positif oleh PB IPSI," tegas Seno Aji.

    Meski prosesi Musprov berlangsung tanpa kehadiran petahana untuk serah terima jabatan, Seno Aji tetap memberikan penghormatan. 

    "Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Andi Harun yang sudah menakhodai IPSI Kaltim sebelumnya," tambahnya.

    Kini, Seno Aji bersiap tancap gas. Pasca penerbitan SK dan pelantikan, ia akan segera menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) untuk menyatukan visi seluruh perguruan dan pengurus cabang di Kaltim. 

    Fokus utamanya saat ini adalah mendongkrak prestasi pesilat Benua Etam di kancah nasional.

    "Kita menyongsong PON di NTT dan NTB. Harapan kita, kepengurusan yang baru ini bisa menyuguhkan lebih banyak medali untuk Kalimantan Timur," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Mundur dari Bursa, Seno Aji Melenggang Aklamasi Pimpin IPSI Kaltim

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Juli 2026 pukul 19:51 WITA

    Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji secara aklamasi terpilih sebagai Ketua IPSI Kaltim. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Kalimantan Timur resmi menetapkan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, sebagai Ketua IPSI Kaltim yang baru. 

    Pemilihan ini diwarnai dinamika yang cukup menyita perhatian publik, mulai dari absennya sang petahana hingga langkah tegas Seno Aji melepaskan jabatannya di cabang olahraga lain demi memenuhi kelengkapan administrasi.

    Proses transisi kepemimpinan ini berujung pada aklamasi setelah dua nama besar yang sempat digadang-gadang meramaikan bursa, yakni petahana Andi Harun dan Rendi Solihin, dipastikan urung bertarung.

    Ketua Harian Pengprov IPSI Kaltim yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), Ego Arifin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menunggu konfirmasi dari kubu petahana hingga batas akhir waktu yang ditentukan.

    "Tadi malam kita tunggu dan konfirmasi, tetapi tidak ada jawaban. Terakhir, melalui Kadispora, dipastikan bahwa Pak Andi Harun tidak mengambil formulir dan tidak mendaftar. Pak Rendi Solihin yang awalnya diinformasikan ikut meramaikan juga tidak mengembalikan formulir pendaftaran hingga hari terakhir Musprov," ungkap Ego Arifin, Sabtu (25/7/2026).

    Dengan tidak adanya pendaftar lain, TPP akhirnya merekomendasikan nama tunggal. Seluruh peserta Musprov dari pengurus kabupaten/kota dan perwakilan perguruan silat kemudian bersepakat penuh menunjuk Seno Aji sebagai Ketua IPSI Kaltim terpilih.

    Langkah mulus Seno Aji menuju kursi nomor satu di IPSI Kaltim bukan tanpa syarat. Latar belakangnya yang sebelumnya bernaung di bawah olahraga karate sempat menjadi sorotan, mengingat aturan tegas pencak silat melarang rangkap jabatan di organisasi bela diri sejenis.

    Terkait hal ini, Ego Arifin memastikan tahapan administrasi telah berjalan sesuai AD/ART. 

    "Beliau (Seno Aji) sudah membuktikan komitmennya dengan melampirkan surat pengunduran diri ke PB FORKI (karate). Dengan mundurnya beliau dari sana, otomatis semua persyaratan administrasi terpenuhi dan beliau sah memimpin organisasi ini," jelasnya.

    Ditemui usai penetapan, Seno Aji menepis isu yang mengaitkan terpilihnya dirinya dengan kedekatan politik satu partai bersama Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa posisi ini merupakan amanah murni dari arus bawah perguruan silat.

    "Sebenarnya tidak ada kaitan secara langsung. Saya mendapatkan amanah dari perguruan dari bawah, dan niat baik ini kemudian disambut positif oleh PB IPSI," tegas Seno Aji.

    Meski prosesi Musprov berlangsung tanpa kehadiran petahana untuk serah terima jabatan, Seno Aji tetap memberikan penghormatan. 

    "Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Andi Harun yang sudah menakhodai IPSI Kaltim sebelumnya," tambahnya.

    Kini, Seno Aji bersiap tancap gas. Pasca penerbitan SK dan pelantikan, ia akan segera menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) untuk menyatukan visi seluruh perguruan dan pengurus cabang di Kaltim. 

    Fokus utamanya saat ini adalah mendongkrak prestasi pesilat Benua Etam di kancah nasional.

    "Kita menyongsong PON di NTT dan NTB. Harapan kita, kepengurusan yang baru ini bisa menyuguhkan lebih banyak medali untuk Kalimantan Timur," pungkasnya.

    (Sf/Rs)