Cari disini...
Seputar Kaltim
Bukit di Jalan Stadion Utama Palaran yang mengalami longsor. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mengatasi tanah longsor di Jalan Stadion Utama Palaran, Selasa (25/4/2023) kemarin.
Daerah tersebut seringkali terjadi longsor dan pemkot harus membersihkan bekas longsoran tersebut.
Andi Harun pun memberikan langkah strategis untuk jangka panjang mengatasi longsor tersebut dengan memberikan pengaman.
"Adapun rekomendasi untuk penanganannya memasang Retaining Wall atau melakukan pemangkasan bukit dengan penurunan elevasi gunung," katanya.
Andi Harun mengaku tanah tersebut sebagian besar yang dimiliki oleh Pemkot.
"Bukit kiri dan kanan sepanjang di Jalan Stadion Utama Palaran tersebut milik Pemkot. Ini nanti dari tim untuk mengidentifikasi lahannya," tambahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwono mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun sudah terjadi lima kali longsor sejak 2021 lalu.
"Di situ sudah terjadi berulang kali, itu di tempat yang sama di pintu gerbang dan di tengah. Memang batunya gampang meluncur dan tingkat kecuraman juga tinggi," papar Suwono
Pihaknya akan melakukan peninjauan lapangan kembali bersama tim lainnya. "Seperti arahan Pak Wali Kota, kami akan melakukan identifikasi lahan pada Sabtu ini," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bukit di Jalan Stadion Utama Palaran yang mengalami longsor. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mengatasi tanah longsor di Jalan Stadion Utama Palaran, Selasa (25/4/2023) kemarin.
Daerah tersebut seringkali terjadi longsor dan pemkot harus membersihkan bekas longsoran tersebut.
Andi Harun pun memberikan langkah strategis untuk jangka panjang mengatasi longsor tersebut dengan memberikan pengaman.
"Adapun rekomendasi untuk penanganannya memasang Retaining Wall atau melakukan pemangkasan bukit dengan penurunan elevasi gunung," katanya.
Andi Harun mengaku tanah tersebut sebagian besar yang dimiliki oleh Pemkot.
"Bukit kiri dan kanan sepanjang di Jalan Stadion Utama Palaran tersebut milik Pemkot. Ini nanti dari tim untuk mengidentifikasi lahannya," tambahnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwono mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun sudah terjadi lima kali longsor sejak 2021 lalu.
"Di situ sudah terjadi berulang kali, itu di tempat yang sama di pintu gerbang dan di tengah. Memang batunya gampang meluncur dan tingkat kecuraman juga tinggi," papar Suwono
Pihaknya akan melakukan peninjauan lapangan kembali bersama tim lainnya. "Seperti arahan Pak Wali Kota, kami akan melakukan identifikasi lahan pada Sabtu ini," pungkasnya.
(Sf/By)