Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengharapkan calon pada Pemilu 2024 bisa berkomunikasi dengan rakyat dengan cara elegan untuk menciptakan demokrasi yang berkualitas.
Ini disampaikan karena maraknya para calon yang mencuri star dengan memasang Alat Peraga Kampanye (Algaka) di beberapa sudut Kota Samarinda.
Andi Harun mengaku ingin komunikasi yang nyata agar masyarakat megetahui program dan komitmen kandidat dengan cara sosialisasi yang baik, tidak merusak estetika kota dengan pemasangan algaka.
"Tujuannya agar masyarakat memiliki referensi dalam memilih serta bagaimana parpol turut memperkuat kualitas demokrasi kita dalam mengambil peran strategis, yaitu jadi garda terdepan dalam mewujudukan pemilu yang bersih, jujur dan adil," ungkapnya.
Menurutnya, pemasangan algaka yang merusak estetika kota bukan cara komunikasi yang baik untuk masyarakat dapat memilih suatu calon.
"Mengimbau teman-teman caleg atau parpol dalam prnempatan algaka untuk tidak memasang di media jalan, bahu jalan dan fasilitas umum. Cara seperti itu bukan terlihat baik di mata masyarakat, jadi diharapkan untuk berkomunikasi dengan baik," jelasnya.
Ia meminta kepada para calon untuk menempatkan dengan benar, jika tidak akan ditertibkan. "Jadi meminta kita harapkan kesadaran bersama, bahwa seluruh caleg agar pemasangan algaka tidak menganggu keindahan kota," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengharapkan calon pada Pemilu 2024 bisa berkomunikasi dengan rakyat dengan cara elegan untuk menciptakan demokrasi yang berkualitas.
Ini disampaikan karena maraknya para calon yang mencuri star dengan memasang Alat Peraga Kampanye (Algaka) di beberapa sudut Kota Samarinda.
Andi Harun mengaku ingin komunikasi yang nyata agar masyarakat megetahui program dan komitmen kandidat dengan cara sosialisasi yang baik, tidak merusak estetika kota dengan pemasangan algaka.
"Tujuannya agar masyarakat memiliki referensi dalam memilih serta bagaimana parpol turut memperkuat kualitas demokrasi kita dalam mengambil peran strategis, yaitu jadi garda terdepan dalam mewujudukan pemilu yang bersih, jujur dan adil," ungkapnya.
Menurutnya, pemasangan algaka yang merusak estetika kota bukan cara komunikasi yang baik untuk masyarakat dapat memilih suatu calon.
"Mengimbau teman-teman caleg atau parpol dalam prnempatan algaka untuk tidak memasang di media jalan, bahu jalan dan fasilitas umum. Cara seperti itu bukan terlihat baik di mata masyarakat, jadi diharapkan untuk berkomunikasi dengan baik," jelasnya.
Ia meminta kepada para calon untuk menempatkan dengan benar, jika tidak akan ditertibkan. "Jadi meminta kita harapkan kesadaran bersama, bahwa seluruh caleg agar pemasangan algaka tidak menganggu keindahan kota," pungkasnya.
(Sf/By)