Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Ditemui Media, Senin (29/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda Andi Harun, mengaku telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberi pelatihan Bahasa Inggris kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini disebut Andi Harun, sebagai salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pemasaran dari produk yang dihasilkan UMKM.
Menurutnya, pemasaran dan distribusi masih jadi masalah yang harus dihadapi para pelaku UMKM di Kota Samarinda.
“Bahasa jadi tantangan yang harus dihadapi dan produktivitas. Banyak sudah ragam produk tapi jumlah produksi masih minim,” ungkap Andi Harun.
Sebagai pimpinan tertinggi diwilayah Kota Samarinda, ia mengatakan telah memberi perintah kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM untuk memberikan pelatihan bahasa inggris kepada para pelaku usaha. “Saya sudah tugaskan ke Bu Yama, mungkin nanti di sini ada kelas bahsa inggris untuk para pelaku usaha ekraf kita. Bahasa inggrisnya mungkin tidak harus gramatical, tapi bahasa inggris percakapan sehingga mereka bisa bergaul di platform digital,” bebernya.
Ia juga mengatakan bahwa UMKM telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. “Sektor itu terbukti sangat kuat karena kita, maksudnya Indonesia sudah berapa kali mengalami tekanan turbulensi ekonomi termasuk peristiwa yang paling besar di 98 kemudian runtuhnya dolar dan seterusnya termasuk di covid kemarin,” jelasnya saat ditemui usai acara penyerahan sertifikat halal, Senin (29/1/2024). oleh karenanya, pemerintah harus tetap hadir dan ikut berperan dalam proses kemajuan UMKM.
Orang nomor satu di Samarinda itu Ia menjabarkan bahwasannya, perkembangan dunia usaha industri kecil dan menengah akan memberikan tambahan manfaat bagi pemerintah. Pihaknya akan memerhatikan apa yang menjadi masalah sehingga dapat memastikan keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi. Ia ingin ada peningkatan dari sektor industri utamanya dari pelaku UMKM.
“Kita sekarang sudah mulai beradaptasi masuk ke digital market, sudah muali variasi terhadap produk, baik dari sisi makanan, tekstil dan fesyen. ita harus naik kelas terus, kualitasnya diperbaiki jumlah produknya lebih banyak,” ucapnya.
Pria yang karib disapa AH itu juga mengungkapkan bahwa, kehadiran dari adanya pemasaran digital atau biasa disebut sebagai market place juga memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha. AH ingin, nantinya produk dari UMK ini bisa mengisi keperluan dari pemerintah, terkhusus untuk Balai Kota dan seluruh dinasnya.
“Nanti kita rumuskan gimana caranya supaya pemerintah menjadi salah satu katalisator atas terpasarkannya produk UMKM. Nanti kita juga akan kumpulkan para pemilik hotel agar gerai UMKM ada di hotel mereka,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun Saat Ditemui Media, Senin (29/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda Andi Harun, mengaku telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk memberi pelatihan Bahasa Inggris kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini disebut Andi Harun, sebagai salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pemasaran dari produk yang dihasilkan UMKM.
Menurutnya, pemasaran dan distribusi masih jadi masalah yang harus dihadapi para pelaku UMKM di Kota Samarinda.
“Bahasa jadi tantangan yang harus dihadapi dan produktivitas. Banyak sudah ragam produk tapi jumlah produksi masih minim,” ungkap Andi Harun.
Sebagai pimpinan tertinggi diwilayah Kota Samarinda, ia mengatakan telah memberi perintah kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM untuk memberikan pelatihan bahasa inggris kepada para pelaku usaha. “Saya sudah tugaskan ke Bu Yama, mungkin nanti di sini ada kelas bahsa inggris untuk para pelaku usaha ekraf kita. Bahasa inggrisnya mungkin tidak harus gramatical, tapi bahasa inggris percakapan sehingga mereka bisa bergaul di platform digital,” bebernya.
Ia juga mengatakan bahwa UMKM telah menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. “Sektor itu terbukti sangat kuat karena kita, maksudnya Indonesia sudah berapa kali mengalami tekanan turbulensi ekonomi termasuk peristiwa yang paling besar di 98 kemudian runtuhnya dolar dan seterusnya termasuk di covid kemarin,” jelasnya saat ditemui usai acara penyerahan sertifikat halal, Senin (29/1/2024). oleh karenanya, pemerintah harus tetap hadir dan ikut berperan dalam proses kemajuan UMKM.
Orang nomor satu di Samarinda itu Ia menjabarkan bahwasannya, perkembangan dunia usaha industri kecil dan menengah akan memberikan tambahan manfaat bagi pemerintah. Pihaknya akan memerhatikan apa yang menjadi masalah sehingga dapat memastikan keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi. Ia ingin ada peningkatan dari sektor industri utamanya dari pelaku UMKM.
“Kita sekarang sudah mulai beradaptasi masuk ke digital market, sudah muali variasi terhadap produk, baik dari sisi makanan, tekstil dan fesyen. ita harus naik kelas terus, kualitasnya diperbaiki jumlah produknya lebih banyak,” ucapnya.
Pria yang karib disapa AH itu juga mengungkapkan bahwa, kehadiran dari adanya pemasaran digital atau biasa disebut sebagai market place juga memberikan tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha. AH ingin, nantinya produk dari UMK ini bisa mengisi keperluan dari pemerintah, terkhusus untuk Balai Kota dan seluruh dinasnya.
“Nanti kita rumuskan gimana caranya supaya pemerintah menjadi salah satu katalisator atas terpasarkannya produk UMKM. Nanti kita juga akan kumpulkan para pemilik hotel agar gerai UMKM ada di hotel mereka,” pungkasnya.
(Sf/Rs)