Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga yang terdampak kericuhan di area proyek Terowongan Selili. Ia memastikan pemerintah akan bertanggung jawab penuh atas semua kerugian materiel yang timbul akibat insiden tersebut.
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul insiden pada Rabu (15/10/2025) malam. Saat itu, uji coba pondasi proyek oleh kontraktor menyebabkan getaran hebat yang memicu kepanikan dan kemarahan warga hingga merusak sejumlah rumah.
Instruksi Cepat Wali Kota
Kericuhan dipicu oleh metode uji coba pondasi atau Pile Driving Analysis (PDA) Test. Proses pengujian ini melibatkan hantaman beban seberat 6 ton pada tiang pancang yang sudah terpasang untuk mengukur daya dukung dan integritas strukturnya.
Namun, getaran kuat yang dihasilkan berdampak langsung pada bangunan di sekitarnya, khususnya di lingkungan RT 19 Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama. Sejumlah warga melaporkan munculnya retakan pada dinding dan kerusakan lainnya yang membuat mereka berhamburan keluar rumah.
Andi Harun menjelaskan tujuan dari tes teknis tersebut sambil menyampaikan penyesalan mendalam atas dampak yang tidak diinginkan.
"Kami memohon maaf atas kejadian yang menimpa masyarakat sekitar terowongan. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kekuatan pondasi," ucap Andi Harun, Kamis (16/10/25).
Menyikapi hal tersebut, ia menegaskan tidak akan membiarkan warga menanggung kerugian sendiri. Andi Harun telah memberi instruksi tegas kepada Camat Samarinda Ilir dan Lurah Sungai Dama untuk segera turun ke lapangan melakukan pendataan.
Tim dari kecamatan dan kelurahan ditugaskan untuk mengidentifikasi dan menghitung nilai kerugian setiap rumah yang terdampak. Proses verifikasi ini akan menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk melakukan perbaikan dan pemberian ganti rugi.
"Saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk menghitung kerugian dari dampak uji coba ini. Bangunan yang terdampak akan dilakukan perbaikan ulang," tegasnya.
(Sf/RS)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga yang terdampak kericuhan di area proyek Terowongan Selili. Ia memastikan pemerintah akan bertanggung jawab penuh atas semua kerugian materiel yang timbul akibat insiden tersebut.
Pernyataan ini dikeluarkan menyusul insiden pada Rabu (15/10/2025) malam. Saat itu, uji coba pondasi proyek oleh kontraktor menyebabkan getaran hebat yang memicu kepanikan dan kemarahan warga hingga merusak sejumlah rumah.
Instruksi Cepat Wali Kota
Kericuhan dipicu oleh metode uji coba pondasi atau Pile Driving Analysis (PDA) Test. Proses pengujian ini melibatkan hantaman beban seberat 6 ton pada tiang pancang yang sudah terpasang untuk mengukur daya dukung dan integritas strukturnya.
Namun, getaran kuat yang dihasilkan berdampak langsung pada bangunan di sekitarnya, khususnya di lingkungan RT 19 Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama. Sejumlah warga melaporkan munculnya retakan pada dinding dan kerusakan lainnya yang membuat mereka berhamburan keluar rumah.
Andi Harun menjelaskan tujuan dari tes teknis tersebut sambil menyampaikan penyesalan mendalam atas dampak yang tidak diinginkan.
"Kami memohon maaf atas kejadian yang menimpa masyarakat sekitar terowongan. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kekuatan pondasi," ucap Andi Harun, Kamis (16/10/25).
Menyikapi hal tersebut, ia menegaskan tidak akan membiarkan warga menanggung kerugian sendiri. Andi Harun telah memberi instruksi tegas kepada Camat Samarinda Ilir dan Lurah Sungai Dama untuk segera turun ke lapangan melakukan pendataan.
Tim dari kecamatan dan kelurahan ditugaskan untuk mengidentifikasi dan menghitung nilai kerugian setiap rumah yang terdampak. Proses verifikasi ini akan menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk melakukan perbaikan dan pemberian ganti rugi.
"Saya sudah perintahkan camat dan lurah untuk menghitung kerugian dari dampak uji coba ini. Bangunan yang terdampak akan dilakukan perbaikan ulang," tegasnya.
(Sf/RS)