Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Harun setelah menemani Presiden Jokowi melakukan kunjungan di Pasar Merdeka. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membeberkan faktor yang memengaruhi kenaikan harga beras dan melaporkannya kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
AH sapaan Andi Harun, mengadu ke Jokowi, saat Kepala Negara melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka Samarinda, Kamis (21/9/2023) siang.
"Tadi juga saya laporkan bahwa sebenarnya pembentuk inflasi itu dari faktor administered price (harga yang mengacu pada persoalan administrasi)," ungkap Andi Harun.
Ia menyebut bahwa yang terdata dari administered price adalah harga ongkos pesawat yang mahal, sehingga berpengaruh pada harga beras yang diangkut melalui udara.
"Nah karena sekarang kan keterbatasan flight dan pesawat juga, seperti keputusan Kementrian Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 mengenai TBA (Tarif Batas Atas) kelas ekonomi itu Rp1,6 juta, tapi kita lihat sekarang rata-rata Rp 2 jutaan," terangnya.
Sehingga, kata dia, setiap adanya kenaikan harga transportasi juga terjadi kenaikan suatu komoditas. Solusi yang diberikan orang nomor satu di Samarinda ini adalah bersurat kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengenai transportasi yang mahal.
"Besok kami akan bersurat ke Menhub untuk evaluasi harga secara berkala, yang melibatkan INACA (Indonesia National Air Carriers Association)," ujarnya.
Pelibatan Kemenhub ini sebagai regulator tentu akan membawa dampak yang baik bagi sektor pangan yang ada di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda.
"Supaya idealnya tarif itu bisa kita evaluasi sekitar 3 bulan, nah inikan ada kencenderungan sumbangan kenaikan tiket pesawat terhadap inflasi hingga 8 persen, nah kalau ini bisa atasi di pusat, dan kami akan membantu menormalkan seluruh bahan komoditas, tidak hanya transportasi udara tapi juga transportasi laut dan darat," tukasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Harun setelah menemani Presiden Jokowi melakukan kunjungan di Pasar Merdeka. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, membeberkan faktor yang memengaruhi kenaikan harga beras dan melaporkannya kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.
AH sapaan Andi Harun, mengadu ke Jokowi, saat Kepala Negara melakukan kunjungan ke Pasar Merdeka Samarinda, Kamis (21/9/2023) siang.
"Tadi juga saya laporkan bahwa sebenarnya pembentuk inflasi itu dari faktor administered price (harga yang mengacu pada persoalan administrasi)," ungkap Andi Harun.
Ia menyebut bahwa yang terdata dari administered price adalah harga ongkos pesawat yang mahal, sehingga berpengaruh pada harga beras yang diangkut melalui udara.
"Nah karena sekarang kan keterbatasan flight dan pesawat juga, seperti keputusan Kementrian Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 mengenai TBA (Tarif Batas Atas) kelas ekonomi itu Rp1,6 juta, tapi kita lihat sekarang rata-rata Rp 2 jutaan," terangnya.
Sehingga, kata dia, setiap adanya kenaikan harga transportasi juga terjadi kenaikan suatu komoditas. Solusi yang diberikan orang nomor satu di Samarinda ini adalah bersurat kepada Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengenai transportasi yang mahal.
"Besok kami akan bersurat ke Menhub untuk evaluasi harga secara berkala, yang melibatkan INACA (Indonesia National Air Carriers Association)," ujarnya.
Pelibatan Kemenhub ini sebagai regulator tentu akan membawa dampak yang baik bagi sektor pangan yang ada di Kalimantan Timur, khususnya Samarinda.
"Supaya idealnya tarif itu bisa kita evaluasi sekitar 3 bulan, nah inikan ada kencenderungan sumbangan kenaikan tiket pesawat terhadap inflasi hingga 8 persen, nah kalau ini bisa atasi di pusat, dan kami akan membantu menormalkan seluruh bahan komoditas, tidak hanya transportasi udara tapi juga transportasi laut dan darat," tukasnya.
(Sf/Rs)