Cari disini...
Seputar Kaltim
Andi Harun Saat Menjadi Saksi Pernikahan di MPP Samarinda, Kamis (11/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Mal Pelayanan Publik (MPP) Samarinda meluncurkan fasilitas ruang menikah sekaligus pelaksanaan pernikahan muslim yang diselenggarakan di lantai satu, Kamis (11/1/2024).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun turut menjadi saksi pernikahan salah satu pasangan yang ada pada hari itu.
"Di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) sekarang sudah bisa menikah, jadi makin simple. Itu juga bisa menolong warga yang misal kurang mampu, yang terbiasa melakukan acara yang membutuhkan anggaran yang cukup besar," jelas Andi saat memberi sambutan di acara peluncuran buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" karya Syafruddin Pernyata.
Pasangan yang berksempatan menikah disaksikan orang nomor satu di Kota Samarinda itu pun merasa senang dan terkejut.
"Seneng, dan nggak nyangka ada pak Wali Kota. Kemarin kan ga ada infonya kalau ada pak Wali Kota ada di acara," ungkap Ervan, pria 28 tahun asal Jawa yang menjadi mempelai pria.
Ervan juga menjelaskan proses yang dilalui sampai sah menikah kurang lebih membutuhkan waktu dua minggu, dari mulai pendaftaran hingga mendapat jadwal.
"Ga ada biaya, bener-bener geratis. Jadi ga ada pungutan biaya," ungkapnya.
Ervan bercerita, mulanya ia dan pasangan akan melaksanakan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) jalan Juanda.
"Sekalinya dapat telepon katanya disuruh ke kantor MPP. Jadi kita ngikuti aja," paparnya.
Mempelai wanita, Nita Susilawati (27) juga turut berkomentar tentang tempat pelaksanaan pernikahannya yang menurutnya apik, dengan dekorasi pernikahan pada umumnya meskipun sederhana.
"Tempatnya bagus, mantep pokoknya," demikian Nita.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Andi Harun Saat Menjadi Saksi Pernikahan di MPP Samarinda, Kamis (11/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Mal Pelayanan Publik (MPP) Samarinda meluncurkan fasilitas ruang menikah sekaligus pelaksanaan pernikahan muslim yang diselenggarakan di lantai satu, Kamis (11/1/2024).
Wali Kota Samarinda, Andi Harun turut menjadi saksi pernikahan salah satu pasangan yang ada pada hari itu.
"Di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) sekarang sudah bisa menikah, jadi makin simple. Itu juga bisa menolong warga yang misal kurang mampu, yang terbiasa melakukan acara yang membutuhkan anggaran yang cukup besar," jelas Andi saat memberi sambutan di acara peluncuran buku "Kisah-kisah Samarinda Tempo Dulu" karya Syafruddin Pernyata.
Pasangan yang berksempatan menikah disaksikan orang nomor satu di Kota Samarinda itu pun merasa senang dan terkejut.
"Seneng, dan nggak nyangka ada pak Wali Kota. Kemarin kan ga ada infonya kalau ada pak Wali Kota ada di acara," ungkap Ervan, pria 28 tahun asal Jawa yang menjadi mempelai pria.
Ervan juga menjelaskan proses yang dilalui sampai sah menikah kurang lebih membutuhkan waktu dua minggu, dari mulai pendaftaran hingga mendapat jadwal.
"Ga ada biaya, bener-bener geratis. Jadi ga ada pungutan biaya," ungkapnya.
Ervan bercerita, mulanya ia dan pasangan akan melaksanakan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) jalan Juanda.
"Sekalinya dapat telepon katanya disuruh ke kantor MPP. Jadi kita ngikuti aja," paparnya.
Mempelai wanita, Nita Susilawati (27) juga turut berkomentar tentang tempat pelaksanaan pernikahannya yang menurutnya apik, dengan dekorasi pernikahan pada umumnya meskipun sederhana.
"Tempatnya bagus, mantep pokoknya," demikian Nita.
(Sf/Rs)