Seputar Kaltim

    Andi Harun Ingatkan Pentingnya Validasi Data Penerima LPG 3 Kg, Pemkot Samarinda Petakan UMKM

    Penulis:Tria|Redaktur:Maruly Zainuddin
    07 Februari 2025 pukul 12:32 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan pentingnya validasi data penerima subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram (Kg) guna memastikan distribusi tepat sasaran. 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyoroti bahwa data yang tidak akurat berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak, sehingga diperlukan langkah tegas dalam pendataan. "Data penerima harus benar-benar yang berhak. Jangan sampai ada yang mengatasnamakan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), padahal mereka bukan pelaku UMKM," ujar Andi Harun, Jumat (7/2/2025).

    Menurutnya, pendataan yang valid menjadi kunci dalam menekan penyimpangan distribusi LPG bersubsidi. Hal ini berkaitan dengan kebijakan dari pemerintah pusat terkait dengan pendistribusian tabung oleh pengecer. 

    Pemkot Samarinda sendiri telah mengambil langkah dengan membuat kartu tepat sasaran bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, Pemkot juga tengah melakukan pemetaan bagi UMKM dan sudah berjalan sejak tahun 2024 lalu. "Kita sudah berusaha sekian kalinya agar LPG 3 Kg tepat sasaran. Kita membuat kartu tepat sasaran, untuk UMKM juga sedang kita petakan," jelasnya.

    Selain itu, ia juga menyebut telah menugaskan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda untuk merancang sistem pendataan yang lebih akurat. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga bakal diperkuat guna memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan subsidi.

    "Kita harapkan ada rapat koordinasi di tingkat provinsi agar semua variabel yang mempengaruhi adanya deviasi dalam distribusi dan penjualan LPG 3 kg dapat terurai secara holistik," tambahnya.

    Tingginya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah seperti Bontang, Sangatta, dan Kutai Kartanegara juga dinilainya menjadi tantangan dalam memastikan subsidi tabung tersebut benar-benar dinikmati oleh warga Samarinda yang berhak.

    Dengan upaya validasi data yang lebih ketat, orang nomor satu di Samarinda itu berharap distribusi LPG 3 Kg dapat lebih transparan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak sesuai kriteria penerima.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Andi Harun Ingatkan Pentingnya Validasi Data Penerima LPG 3 Kg, Pemkot Samarinda Petakan UMKM

    Penulis:Tria|Redaktur:Maruly Zainuddin
    07 Februari 2025 pukul 12:32 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan pentingnya validasi data penerima subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kilogram (Kg) guna memastikan distribusi tepat sasaran. 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyoroti bahwa data yang tidak akurat berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak, sehingga diperlukan langkah tegas dalam pendataan. "Data penerima harus benar-benar yang berhak. Jangan sampai ada yang mengatasnamakan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), padahal mereka bukan pelaku UMKM," ujar Andi Harun, Jumat (7/2/2025).

    Menurutnya, pendataan yang valid menjadi kunci dalam menekan penyimpangan distribusi LPG bersubsidi. Hal ini berkaitan dengan kebijakan dari pemerintah pusat terkait dengan pendistribusian tabung oleh pengecer. 

    Pemkot Samarinda sendiri telah mengambil langkah dengan membuat kartu tepat sasaran bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, Pemkot juga tengah melakukan pemetaan bagi UMKM dan sudah berjalan sejak tahun 2024 lalu. "Kita sudah berusaha sekian kalinya agar LPG 3 Kg tepat sasaran. Kita membuat kartu tepat sasaran, untuk UMKM juga sedang kita petakan," jelasnya.

    Selain itu, ia juga menyebut telah menugaskan Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda untuk merancang sistem pendataan yang lebih akurat. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga bakal diperkuat guna memastikan tidak ada celah bagi penyalahgunaan subsidi.

    "Kita harapkan ada rapat koordinasi di tingkat provinsi agar semua variabel yang mempengaruhi adanya deviasi dalam distribusi dan penjualan LPG 3 kg dapat terurai secara holistik," tambahnya.

    Tingginya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah seperti Bontang, Sangatta, dan Kutai Kartanegara juga dinilainya menjadi tantangan dalam memastikan subsidi tabung tersebut benar-benar dinikmati oleh warga Samarinda yang berhak.

    Dengan upaya validasi data yang lebih ketat, orang nomor satu di Samarinda itu berharap distribusi LPG 3 Kg dapat lebih transparan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak sesuai kriteria penerima.

    (Sf/Mr)