Cari disini...
Seputar Kaltim
Bangunan Pasar Pagi dari Arah Jalan Sudirman, Kota Samarinda, Jumat (26/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda Desy Damayanti, mengatakan proses lelang untuk proyek revitalisasi Pasar Pagi bakal selesai di akhir Januari 2024.
"Saat ini progresnya sudah mulai masuk lelang MK (Manajemen Konstruksi), untuk fisiknya akan dimulai dua minggu setelahnya. Kita tunggu saja, kan pelelangnya beda-beda" ucap Desy saat ditemui media usai acara Penganugerahaan ASN dan Non ASN, Kamis (25/1/2024).
Ia menjelaskan, target pelelangan sendiri harusnya 30 hari, kemungkinan besar di bulan Maret sudah bisa dimulai pembangunannya.
Ditanya soal pembebasan lahan, ia tak mau berkomentar, sebab menurutnya itu bukanlah ranahnya untuk memberi komentar. "Kami tidak bisa komentari, karena itu bukan di kami," tuturnya.
Terkait dengan pembangunan, Desy menjelaskan, untuk model sendiri harusnya bisa disesuaikan dengan lahan Pemkot sehingga tidak mengganggu lahan pemilik SHM. "Harusnya bisa disesuaikan. Untuk modelnya seperti apa nanti kita evaluasi," paparnya.
Mendukung pernyataan Kadis PUPR, Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga menerangkan, progres Pasar Pagi sendiri sudah sampai pada tahap penyusunan di SiRUP. "Setelah masuk di SiRUP rencana minggu ini lelang MK dulu setelah itu lelang fisik," terang Andi.
Ia memprediksi, kemungkinan di akhir bulan Januari lelang fisik sudah bisa dilakukan. Kemudian ia juga berharap, semoga di bulan Februari ini sudah bisa dilakukan pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Pagi.
Namun, dari beberapa pihak sampai saat ini masih menyayangkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Apalagi para pemilik SHM di kawasan Pasar Pagi. Djoni Kandarani sebagai salah satu pemilik SHM masih mempertanyakan urgensi dari adanya revitalisasi. Ia pun merasa Wali Kota sebagai pemilik kekuasaan tertinggi di Pemkot semena-mena dalam mengambil kebijakan. "Jangan semena-mena jadi Wali Kota, mentang-mentang berkuasa lalu membuat keputusan sesukanya," ucap Djoni.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bangunan Pasar Pagi dari Arah Jalan Sudirman, Kota Samarinda, Jumat (26/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda Desy Damayanti, mengatakan proses lelang untuk proyek revitalisasi Pasar Pagi bakal selesai di akhir Januari 2024.
"Saat ini progresnya sudah mulai masuk lelang MK (Manajemen Konstruksi), untuk fisiknya akan dimulai dua minggu setelahnya. Kita tunggu saja, kan pelelangnya beda-beda" ucap Desy saat ditemui media usai acara Penganugerahaan ASN dan Non ASN, Kamis (25/1/2024).
Ia menjelaskan, target pelelangan sendiri harusnya 30 hari, kemungkinan besar di bulan Maret sudah bisa dimulai pembangunannya.
Ditanya soal pembebasan lahan, ia tak mau berkomentar, sebab menurutnya itu bukanlah ranahnya untuk memberi komentar. "Kami tidak bisa komentari, karena itu bukan di kami," tuturnya.
Terkait dengan pembangunan, Desy menjelaskan, untuk model sendiri harusnya bisa disesuaikan dengan lahan Pemkot sehingga tidak mengganggu lahan pemilik SHM. "Harusnya bisa disesuaikan. Untuk modelnya seperti apa nanti kita evaluasi," paparnya.
Mendukung pernyataan Kadis PUPR, Wali Kota Samarinda, Andi Harun juga menerangkan, progres Pasar Pagi sendiri sudah sampai pada tahap penyusunan di SiRUP. "Setelah masuk di SiRUP rencana minggu ini lelang MK dulu setelah itu lelang fisik," terang Andi.
Ia memprediksi, kemungkinan di akhir bulan Januari lelang fisik sudah bisa dilakukan. Kemudian ia juga berharap, semoga di bulan Februari ini sudah bisa dilakukan pengerjaan proyek revitalisasi Pasar Pagi.
Namun, dari beberapa pihak sampai saat ini masih menyayangkan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Apalagi para pemilik SHM di kawasan Pasar Pagi. Djoni Kandarani sebagai salah satu pemilik SHM masih mempertanyakan urgensi dari adanya revitalisasi. Ia pun merasa Wali Kota sebagai pemilik kekuasaan tertinggi di Pemkot semena-mena dalam mengambil kebijakan. "Jangan semena-mena jadi Wali Kota, mentang-mentang berkuasa lalu membuat keputusan sesukanya," ucap Djoni.
(Sf/Rs)