Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim
Wakil Ketua Golkar Kaltim, Bidang Propaganda dan Media, Sudarno. (Foto: HO-Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Partai Golkar akan menghadirkan kejutan dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2024.
Kejutan yang sedang dipersiapkan ini adalah menghadirkan kader yang memiliki jiwa kepemimpinan yang inklusif dan mampu bersaing melawan petahana Andi Harun di Pilwali 2024.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Golkar Kaltim, Bidang Propaganda dan Media, Sudarno. Ia mengatakan pematangan wali kota dan wakil wali kota yang diusung sedang berlangsung dirapatkan oleh tim pusat.
"Ini masih di matangkan, dan masih dirapatkan di Jakarta. Kami juga masih menunggu siapa yang kira-kira bisa berhadapan dengan yang ada ini (calon petahana)," ungkap Sudarno saat ditemui di Samarinda.
Terlepas dari dinamika yang ada, bahwa Andi Harun baru-baru ini mengungkapkan sudah mengantongi perolehan 23 kursi untuk bekal persyaratan di Pilwali 2024.
Namun, Sudarno menyangkal pernyataan tersebut. Golkar tidak termasuk di dalamnya dan belum ada mengambil sikap dalam dukungan serta belum menyumbangkan kursi untuk Andi Harun maju.
Bahkan yang paling mengejutkan, Partai Golkar dalam Pilwali 2024 ini akan bergandengan dengan Gerindra. Poros baru dalam koalisi ini membuat peta perpolitikan Andi Harun akan amburadul, sebab dirinya yakin maju dengan jalur partai.
Sudarno menyebut saat ini komunikasi dengan Gerindra sedang dibangun oleh tim pusat untuk menyatukan langkah koalisi ini.
"Kemungkinan besar koalisi ini dengan Gerindra, (kursi di DPR) Gerindra kan sembilan, sedangkan Golkar kan delapan. Insyaallah Gerindra masih bersama-sama kami," paparnya.
Kini pertemuan semakin masif di pusat. "Dua hari ini di Jakarta sedang merapatkan ini semua, bahwa aku yakinkan hari ini kita bertanding dengan yang ada (Andi Harun)," lanjutnya.
Menurut Sudarno dengan tidak mendukung Andi Harun dengan alasan terdapat perbedaan visi yang ada. Ia menekankan untuk menciptakan pemimpin yang inklusif serta menjawab seluruh kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.
"Inklusif yang artinya dapat menyentuh ke lapisan terluar, banyak Kecamatan di Samarinda yang tidak merasakan infrastruktur yang sama seperti di wilayah perkotaan, yang semakin dipercantik," jabarnya.
Dalam hal ini, Sudarno menilai pemimpin yang sedang digodok oleh Golkar ini yang nantinya mampu berkomunikasi dengan rakyat.
"Artinya rakyat punya akses yang mudah terhadap pemimpinnya. Mudah diajak komunikasi, mudah ditemui, dan mudah mencarikan solusi," tukasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Tria -
Seputar Kaltim

Wakil Ketua Golkar Kaltim, Bidang Propaganda dan Media, Sudarno. (Foto: HO-Dokumentasi Pribadi/Seputarfakta.com)
Samarinda - Partai Golkar akan menghadirkan kejutan dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda 2024.
Kejutan yang sedang dipersiapkan ini adalah menghadirkan kader yang memiliki jiwa kepemimpinan yang inklusif dan mampu bersaing melawan petahana Andi Harun di Pilwali 2024.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Golkar Kaltim, Bidang Propaganda dan Media, Sudarno. Ia mengatakan pematangan wali kota dan wakil wali kota yang diusung sedang berlangsung dirapatkan oleh tim pusat.
"Ini masih di matangkan, dan masih dirapatkan di Jakarta. Kami juga masih menunggu siapa yang kira-kira bisa berhadapan dengan yang ada ini (calon petahana)," ungkap Sudarno saat ditemui di Samarinda.
Terlepas dari dinamika yang ada, bahwa Andi Harun baru-baru ini mengungkapkan sudah mengantongi perolehan 23 kursi untuk bekal persyaratan di Pilwali 2024.
Namun, Sudarno menyangkal pernyataan tersebut. Golkar tidak termasuk di dalamnya dan belum ada mengambil sikap dalam dukungan serta belum menyumbangkan kursi untuk Andi Harun maju.
Bahkan yang paling mengejutkan, Partai Golkar dalam Pilwali 2024 ini akan bergandengan dengan Gerindra. Poros baru dalam koalisi ini membuat peta perpolitikan Andi Harun akan amburadul, sebab dirinya yakin maju dengan jalur partai.
Sudarno menyebut saat ini komunikasi dengan Gerindra sedang dibangun oleh tim pusat untuk menyatukan langkah koalisi ini.
"Kemungkinan besar koalisi ini dengan Gerindra, (kursi di DPR) Gerindra kan sembilan, sedangkan Golkar kan delapan. Insyaallah Gerindra masih bersama-sama kami," paparnya.
Kini pertemuan semakin masif di pusat. "Dua hari ini di Jakarta sedang merapatkan ini semua, bahwa aku yakinkan hari ini kita bertanding dengan yang ada (Andi Harun)," lanjutnya.
Menurut Sudarno dengan tidak mendukung Andi Harun dengan alasan terdapat perbedaan visi yang ada. Ia menekankan untuk menciptakan pemimpin yang inklusif serta menjawab seluruh kebutuhan masyarakat Kota Samarinda.
"Inklusif yang artinya dapat menyentuh ke lapisan terluar, banyak Kecamatan di Samarinda yang tidak merasakan infrastruktur yang sama seperti di wilayah perkotaan, yang semakin dipercantik," jabarnya.
Dalam hal ini, Sudarno menilai pemimpin yang sedang digodok oleh Golkar ini yang nantinya mampu berkomunikasi dengan rakyat.
"Artinya rakyat punya akses yang mudah terhadap pemimpinnya. Mudah diajak komunikasi, mudah ditemui, dan mudah mencarikan solusi," tukasnya.
(Sf/Rs)