Seputar Kaltim

    Ancaman Karhutla di Paser Meningkat, Wabup Imbau Warga Tidak Buka Lahan dengan Cara Dibakar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    29 Agustus 2026 pukul 20:44 WITA

    Ikhwan Antasari ketika Salat Istisqa di Masjid Agung Nurul Fallah. (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten Paser mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. 

    Peringatan tersebut disampaikan di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang melanda Kabupaten Paser sejak beberapa minggu belakangan ini.

    Wakil Bupati (Wabup) Paser, Ikhwan Antasari menekankan bahwa metode pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca ekstrem sangat membahayakan keselamatan lingkungan dan permukiman. 

    Imbauan tegas tersebut disampaikan Ikhwan saat menghadiri pelaksanaan Salat Istisqa bersama jajaran Forkopimda dan warga di halaman Masjid Agung Paser, Sabtu (29/8/2026). Langkah spiritual tersebut diambil setelah Kabupaten Paser tidak diguyur hujan hampir selama dua bulan.

    "Alhamdulillah hari ini kita bersama masyarakat Kabupaten Paser, forkopimda dan pemerintah daerah melaksanakan ikhtiar dengan Salat Istisqa atau salat meminta hujan," kata Ikhwan Antasari, Sabtu (29/8/2026).

    Menurut Ikhwan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kelalaian kecil dalam mengelola lahan dapat memicu bencana yang merugikan banyak pihak.

    Guna mempercepat deteksi dini, Pemkab Paser meminta warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan kemunculan titik api di sekitar wilayah mereka. Laporan dapat segera diteruskan kepada pemerintah daerah, aparatur kepolisian, TNI, maupun petugas lapangan terdekat.

    "Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin membuka lahan, jangan dilakukan dengan cara membakar," tambahnya 

    Sinergi antara warga dan aparat dinilai sangat krusial agar penanganan titik api dapat dilakukan sesegera mungkin sebelum merembet menjadi kebakaran skala besar. Respon cepat di tingkat tapak menjadi benteng utama pencegahan yang diupayakan saat ini.

    Dari sisi penanggulangan teknis, Pemkab Paser bersama Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait telah menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan langkah tanggap darurat di seluruh wilayah terdampak.

    Sebagai bentuk mitigasi konkret, pemerintah daerah telah mendirikan posko-posko siaga karhutla yang tersebar di 10 kecamatan se-Paser. Keberadaan posko tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan serta dukungan logistik dan personel.

    Wabup Ikhwan juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran relawan dan petugas gabungan dari BPBD, Damkar, Polres, serta Kodim 0904/PSR yang terus berjibaku di lapangan dalam memadamkan karhutla.

    Ia menegaskan bahwa krisis iklim dan penanganan karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah dan aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Paser.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ancaman Karhutla di Paser Meningkat, Wabup Imbau Warga Tidak Buka Lahan dengan Cara Dibakar

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    29 Agustus 2026 pukul 20:44 WITA

    Ikhwan Antasari ketika Salat Istisqa di Masjid Agung Nurul Fallah. (Foto: Prokopim Paser)

    Tana Paser - Pemerintah Kabupaten Paser mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan dengan cara membakar. 

    Peringatan tersebut disampaikan di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang melanda Kabupaten Paser sejak beberapa minggu belakangan ini.

    Wakil Bupati (Wabup) Paser, Ikhwan Antasari menekankan bahwa metode pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca ekstrem sangat membahayakan keselamatan lingkungan dan permukiman. 

    Imbauan tegas tersebut disampaikan Ikhwan saat menghadiri pelaksanaan Salat Istisqa bersama jajaran Forkopimda dan warga di halaman Masjid Agung Paser, Sabtu (29/8/2026). Langkah spiritual tersebut diambil setelah Kabupaten Paser tidak diguyur hujan hampir selama dua bulan.

    "Alhamdulillah hari ini kita bersama masyarakat Kabupaten Paser, forkopimda dan pemerintah daerah melaksanakan ikhtiar dengan Salat Istisqa atau salat meminta hujan," kata Ikhwan Antasari, Sabtu (29/8/2026).

    Menurut Ikhwan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kelalaian kecil dalam mengelola lahan dapat memicu bencana yang merugikan banyak pihak.

    Guna mempercepat deteksi dini, Pemkab Paser meminta warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan kemunculan titik api di sekitar wilayah mereka. Laporan dapat segera diteruskan kepada pemerintah daerah, aparatur kepolisian, TNI, maupun petugas lapangan terdekat.

    "Kami mengimbau kepada masyarakat yang ingin membuka lahan, jangan dilakukan dengan cara membakar," tambahnya 

    Sinergi antara warga dan aparat dinilai sangat krusial agar penanganan titik api dapat dilakukan sesegera mungkin sebelum merembet menjadi kebakaran skala besar. Respon cepat di tingkat tapak menjadi benteng utama pencegahan yang diupayakan saat ini.

    Dari sisi penanggulangan teknis, Pemkab Paser bersama Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait telah menggelar rapat koordinasi untuk menetapkan langkah tanggap darurat di seluruh wilayah terdampak.

    Sebagai bentuk mitigasi konkret, pemerintah daerah telah mendirikan posko-posko siaga karhutla yang tersebar di 10 kecamatan se-Paser. Keberadaan posko tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan serta dukungan logistik dan personel.

    Wabup Ikhwan juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran relawan dan petugas gabungan dari BPBD, Damkar, Polres, serta Kodim 0904/PSR yang terus berjibaku di lapangan dalam memadamkan karhutla.

    Ia menegaskan bahwa krisis iklim dan penanganan karhutla bukan semata-mata tugas pemerintah dan aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat Kabupaten Paser.

    (Sf/Lo)