Seputar Kaltim

    Ancaman Fenomena El-Nino, Suwarso: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    23 Juni 2023 pukul 22:29 WITA

    Kemarau kering atau yang biasa disebut dengan fenomena El-Nino diprediksi akan terjadi di Bulan Juli, Foto diambil di kawasan hutan kering. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Kota Samarinda memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ini seiring dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi fenomena El-Nino atau musim kemarau kering padaq Juli 2023.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda oun tengah melakukan mempersiapkan untuk menghadapi kemarau.

    Ini sesuai Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 1 tahun 2023 tentang kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulanagan bencana karhutla.

    "Kami menindaklanjuti apa yang menjadi prediksi dari BMKG dan harus selalu siap siaga menghadapi kemarau ini," ungkap Kepala BPBD Samarinda, Suwarso kepada seputarfakta.com, Jum'at (23/6/2023).

    Ia mengutarakan Samarinda tidak memiliki kawasan hutan. Tetapi karena ada potensi, maka pihaknya harus mempersiapkan diri menjelang kemarau.

    "Ini 'kan hanya salah satu faktor karhutla, banyak faktor lainnya," jelasnya.

    Penyebab kebakaran, kata dia, juga dari warga sekitar yang membuka lahan dengan cara membakar, sehingga lahan di Samarinda mudah terbakar ditambah kemarau nantinya.

    BPBD kemudian akan berkordinasi dengan TNI, Polri, akademisi, perusahaan swasta serta rekan media, untuk mensosialisasikan dan menekan akibat dari karhutla tersebut.

    Cara yang dilakukan dengan mengarahkan sumber daya manusia (SDM) untuk cara mengantisipasi kebakaran lahan dan mempersiapkan alat-alat penunjang.

    "Saya harap kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan ingin membuka lahan, bisa dengan cara yang lain. Akibatnya bukan hanya sekedar kebakaran, tapi yang dihasilkan itu asap yang berbahaya untuk dihirup dan menyebabkan gangguan pernapasan, kemunduruan mental hingga gangguan otak," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Ancaman Fenomena El-Nino, Suwarso: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    23 Juni 2023 pukul 22:29 WITA

    Kemarau kering atau yang biasa disebut dengan fenomena El-Nino diprediksi akan terjadi di Bulan Juli, Foto diambil di kawasan hutan kering. (Foto: Istimewa)

    Samarinda - Kota Samarinda memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Ini seiring dengan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi fenomena El-Nino atau musim kemarau kering padaq Juli 2023.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda oun tengah melakukan mempersiapkan untuk menghadapi kemarau.

    Ini sesuai Instruksi Mendagri (Inmendagri) nomor 1 tahun 2023 tentang kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulanagan bencana karhutla.

    "Kami menindaklanjuti apa yang menjadi prediksi dari BMKG dan harus selalu siap siaga menghadapi kemarau ini," ungkap Kepala BPBD Samarinda, Suwarso kepada seputarfakta.com, Jum'at (23/6/2023).

    Ia mengutarakan Samarinda tidak memiliki kawasan hutan. Tetapi karena ada potensi, maka pihaknya harus mempersiapkan diri menjelang kemarau.

    "Ini 'kan hanya salah satu faktor karhutla, banyak faktor lainnya," jelasnya.

    Penyebab kebakaran, kata dia, juga dari warga sekitar yang membuka lahan dengan cara membakar, sehingga lahan di Samarinda mudah terbakar ditambah kemarau nantinya.

    BPBD kemudian akan berkordinasi dengan TNI, Polri, akademisi, perusahaan swasta serta rekan media, untuk mensosialisasikan dan menekan akibat dari karhutla tersebut.

    Cara yang dilakukan dengan mengarahkan sumber daya manusia (SDM) untuk cara mengantisipasi kebakaran lahan dan mempersiapkan alat-alat penunjang.

    "Saya harap kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan alasan ingin membuka lahan, bisa dengan cara yang lain. Akibatnya bukan hanya sekedar kebakaran, tapi yang dihasilkan itu asap yang berbahaya untuk dihirup dan menyebabkan gangguan pernapasan, kemunduruan mental hingga gangguan otak," pungkasnya.

    (Sf/By)