Seputar Kaltim

    Anak Tidak Sekolah Kutim Bertahan di 10 Ribu, Bupati Akui Data Belum Maksimal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    06 Mei 2026 pukul 21:13 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kutai Timur (Kutim) hingga kini masih bertahan di kisaran 10 ribu anak. Angka tersebut belum menunjukkan penurunan signifikan, meski pemerintah daerah mengklaim jumlahnya sebenarnya telah berkurang.

    Sebelumnya, jumlah ATS di Kutim sempat mencapai lebih dari 13 ribu anak. Setelah verifikasi, angkanya turun ke sekitar 10 ribu, namun masih tergolong tinggi.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut data yang ada saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan karena masih dipengaruhi pencatatan lama yang belum diperbarui.

    “Angka itu bukan berarti kondisi riil saat ini. Sebenarnya sudah berkurang, hanya saja pencatatannya yang belum maksimal,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, salah satu kendala utama adalah tingginya mobilitas penduduk. Banyak anak yang masih tercatat sebagai tidak sekolah di Kutim, padahal telah pindah mengikuti orang tua ke daerah lain.

    “Ada yang sebenarnya sekolah, tapi tidak lagi di tempatnya karena ikut orang tua pulang kampung. Namun datanya masih tercatat di sini,” jelasnya.

    Di sisi lain, Ardiansyah menilai fasilitas pendidikan di Kutim sudah relatif merata hingga ke pelosok desa. Karena itu, pemerintah juga menelusuri faktor lain penyebab anak tidak bersekolah.

    “Sekolah kita sudah ada di mana-mana, sampai ke desa-desa. Tinggal kita cari tahu kenapa mereka tidak sekolah,” katanya.

    Pemerintah memastikan proses verifikasi akan terus dilakukan agar data ATS lebih akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.

    Pembaruan data tersebut dilakukan melalui Dinas Pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari PKK hingga aparat RT di tingkat desa.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Anak Tidak Sekolah Kutim Bertahan di 10 Ribu, Bupati Akui Data Belum Maksimal

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    06 Mei 2026 pukul 21:13 WITA

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kutai Timur (Kutim) hingga kini masih bertahan di kisaran 10 ribu anak. Angka tersebut belum menunjukkan penurunan signifikan, meski pemerintah daerah mengklaim jumlahnya sebenarnya telah berkurang.

    Sebelumnya, jumlah ATS di Kutim sempat mencapai lebih dari 13 ribu anak. Setelah verifikasi, angkanya turun ke sekitar 10 ribu, namun masih tergolong tinggi.

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menyebut data yang ada saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan karena masih dipengaruhi pencatatan lama yang belum diperbarui.

    “Angka itu bukan berarti kondisi riil saat ini. Sebenarnya sudah berkurang, hanya saja pencatatannya yang belum maksimal,” ujar Ardiansyah.

    Menurutnya, salah satu kendala utama adalah tingginya mobilitas penduduk. Banyak anak yang masih tercatat sebagai tidak sekolah di Kutim, padahal telah pindah mengikuti orang tua ke daerah lain.

    “Ada yang sebenarnya sekolah, tapi tidak lagi di tempatnya karena ikut orang tua pulang kampung. Namun datanya masih tercatat di sini,” jelasnya.

    Di sisi lain, Ardiansyah menilai fasilitas pendidikan di Kutim sudah relatif merata hingga ke pelosok desa. Karena itu, pemerintah juga menelusuri faktor lain penyebab anak tidak bersekolah.

    “Sekolah kita sudah ada di mana-mana, sampai ke desa-desa. Tinggal kita cari tahu kenapa mereka tidak sekolah,” katanya.

    Pemerintah memastikan proses verifikasi akan terus dilakukan agar data ATS lebih akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran.

    Pembaruan data tersebut dilakukan melalui Dinas Pendidikan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari PKK hingga aparat RT di tingkat desa.

    (Sf/RS)