Seputar Kaltim

    Anak Pedalaman Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Pemkab Berau Siapkan Sekolah Permanen

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2025 pukul 12:02 WITA

    Wabup Berau, Gamalis saat peninjauan langsung ke sekolah Filial, di salah satu rumah warga KAT Sei Maning, Kampung Birang pada Kamis (11/9/2025). (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan di wilayah pedalaman. 

    Salah satu langkah nyatanya adalah mendorong percepatan pembangunan sekolah permanen di Kawasan Adat Terpencil (KAT) Sei Maning, Kampung Birang.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis setelah melakukan peninjauan lapangan ke Sekolah Filial, Kamis (11/9/2025).

    Sekolah Filial merupakan bagian dari SDN 001 Birang yang telah beroperasi selama tiga tahun terakhir. Tapi keterbatasan infrastruktur membuat proses belajar-mengajar harus dilakukan secara darurat. Sehingga, rumah-rumah warga yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat tersebut.

    "Ada tiga rumah warga yang dipakai sebagai ruang kelas. Masing-masing dibagi dua, jadi total ada enam kelas yang digunakan untuk 52 siswa. Ini bukan kondisi ideal untuk proses belajar yang nyaman," kata Gamalis belum lama ini.

    Tak hanya itu, selama waktu tersebut pun kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara bergantian oleh tiga guru yang ditugaskan secara khusus oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Berau untuk memberikan pelayanan pendidikan di Sei Maning.

    Wabup menegaskan situasi ini menjadi perhatian serius Pemkab Berau. Kini pihaknya sedang menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sekolah permanen agar anak-anak di Sei Maning bisa mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang layak.

    "Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita terus belajar dalam kondisi yang tidak layak seperti ini," ujarnya.

    Selain itu, sebelum hadirnya Sekolah Filial ini, anak-anak di kawasan Sei Maning harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam ke Bulungan hanya untuk bisa bersekolah. Faktor geografis dan jarak menjadi tantangan utama dalam pemenuhan hak pendidikan bagi warga setempat.

    Oleh sebab itu, Wabup mengatakan pemkab tengah mengkaji dua solusi utama untuk merealisasikan pembangunan sekolah, yakni melalui hibah lahan dari masyarakat atau perusahaan sekitar, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam perencanaan anggaran dan pelaksanaan proyek.

    "Kita tidak ingin bangun di atas lahan yang statusnya belum jelas. Legalitas ini akan jadi fokus utama dalam tiga bulan ke depan agar tidak timbul masalah hukum di kemudian hari," tuturnya.

    Ia pun menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung proses pembangunan sekolah nantinya, baik dalam hal dukungan sosial maupun pengawasan.

    "Kita ingin membangun tidak hanya fisik sekolah, tapi juga semangat baru bagi anak-anak di sini. Kalau semua pihak bisa bersinergi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, insyaallah, saya yakin tidak butuh waktu lama sekolah yang layak di Sei Maning bisa segera terwujud," ungkapnya.

    Terakhir, Gamalis berharap dengan nantinya ada pembangunan sekolah permanen tersebut tidak hanya menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan fasilitas, tetapi juga menjadi harapan baru bagi generasi muda di pedalaman Berau untuk menggapai masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Anak Pedalaman Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Pemkab Berau Siapkan Sekolah Permanen

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    13 September 2025 pukul 12:02 WITA

    Wabup Berau, Gamalis saat peninjauan langsung ke sekolah Filial, di salah satu rumah warga KAT Sei Maning, Kampung Birang pada Kamis (11/9/2025). (Foto: Istimewa)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pendidikan di wilayah pedalaman. 

    Salah satu langkah nyatanya adalah mendorong percepatan pembangunan sekolah permanen di Kawasan Adat Terpencil (KAT) Sei Maning, Kampung Birang.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis setelah melakukan peninjauan lapangan ke Sekolah Filial, Kamis (11/9/2025).

    Sekolah Filial merupakan bagian dari SDN 001 Birang yang telah beroperasi selama tiga tahun terakhir. Tapi keterbatasan infrastruktur membuat proses belajar-mengajar harus dilakukan secara darurat. Sehingga, rumah-rumah warga yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat tersebut.

    "Ada tiga rumah warga yang dipakai sebagai ruang kelas. Masing-masing dibagi dua, jadi total ada enam kelas yang digunakan untuk 52 siswa. Ini bukan kondisi ideal untuk proses belajar yang nyaman," kata Gamalis belum lama ini.

    Tak hanya itu, selama waktu tersebut pun kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara bergantian oleh tiga guru yang ditugaskan secara khusus oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Berau untuk memberikan pelayanan pendidikan di Sei Maning.

    Wabup menegaskan situasi ini menjadi perhatian serius Pemkab Berau. Kini pihaknya sedang menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan sekolah permanen agar anak-anak di Sei Maning bisa mendapatkan pendidikan dengan fasilitas yang layak.

    "Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah kita semua. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak kita terus belajar dalam kondisi yang tidak layak seperti ini," ujarnya.

    Selain itu, sebelum hadirnya Sekolah Filial ini, anak-anak di kawasan Sei Maning harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam ke Bulungan hanya untuk bisa bersekolah. Faktor geografis dan jarak menjadi tantangan utama dalam pemenuhan hak pendidikan bagi warga setempat.

    Oleh sebab itu, Wabup mengatakan pemkab tengah mengkaji dua solusi utama untuk merealisasikan pembangunan sekolah, yakni melalui hibah lahan dari masyarakat atau perusahaan sekitar, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam perencanaan anggaran dan pelaksanaan proyek.

    "Kita tidak ingin bangun di atas lahan yang statusnya belum jelas. Legalitas ini akan jadi fokus utama dalam tiga bulan ke depan agar tidak timbul masalah hukum di kemudian hari," tuturnya.

    Ia pun menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung proses pembangunan sekolah nantinya, baik dalam hal dukungan sosial maupun pengawasan.

    "Kita ingin membangun tidak hanya fisik sekolah, tapi juga semangat baru bagi anak-anak di sini. Kalau semua pihak bisa bersinergi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta, insyaallah, saya yakin tidak butuh waktu lama sekolah yang layak di Sei Maning bisa segera terwujud," ungkapnya.

    Terakhir, Gamalis berharap dengan nantinya ada pembangunan sekolah permanen tersebut tidak hanya menjadi solusi jangka panjang atas keterbatasan fasilitas, tetapi juga menjadi harapan baru bagi generasi muda di pedalaman Berau untuk menggapai masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

    (Sf/Lo)