Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Kapal tongkang yang membawa batu bara terpaksa putar balik karena ada sterilisasi di kolong jembatan Mahulu. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sterilisasi ketat diberlakukan di alur Sungai Mahakam, tepatnya di kolong Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), seiring dilakukannya uji beban dan uji kelayakan jembatan pasca-insiden penabrakan pilar kemarin.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas gabungan tampak bersiaga penuh mengamankan area perairan.
Dampak dari pengetatan ini terlihat nyata saat sebuah kapal tugboat yang menarik tongkang bermuatan batu bara terlihat memutar haluan (putar balik) menjauhi jembatan.
Kapal tersebut tidak melintas karena adanya pembatasan ukuran kapal selama proses pengujian teknis berlangsung.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah, yang memimpin pendampingan pengamanan membenarkan adanya upaya sterilisasi total tersebut.
Pihaknya bekerja sama dengan KSOP dan Polairud untuk memastikan tidak ada gangguan getaran atau benturan sekecil apa pun pada pilar jembatan.
"Kami ambil peran di bawah (sungai) bersama-sama KSOP dan Polairud melakukan patroli. Kami sudah membatasi, apabila ditemukan pelanggaran (kapal di atas) 200 feet, akan kami serahkan penindakannya kepada KSOP. Satpol PP di sini sifatnya membantu pendampingan," ujar Edwin di lokasi kegiatan, Rabu (24/12/2025).
Edwin menjelaskan, manuver putar balik atau larangan melintas bagi tongkang-tongkang besar adalah langkah mitigasi wajib. Pasalnya, kondisi pilar Jembatan Mahulu saat ini sangat rentan karena tidak adanya pelindung tiang atau fender.
"Bahayanya ini kan tidak ada fender (pelindung). Kalau kemarin (sebelum ditabrak) masih ada, sekarang tidak ada. Kalaupun ada senggolan, risikonya fatal. Kalau kejadian apa-apa, bisa selesai (runtuh) jembatan ini," tegasnya.
Hingga sore hari, tim gabungan terus menyisir area untuk memastikan aturan batas ukuran 200 feet dipatuhi.
Langkah preventif seperti meminta kapal tongkang putar balik dilakukan agar proses pengambilan data uji beban oleh tim teknis di atas jembatan berjalan akurat dan aman.
"Sejauh ini tim masih patroli cek bersama KSOP. Intinya selama pengujian saja sterilisasi ini dilakukan demi keamanan bersama," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Kapal tongkang yang membawa batu bara terpaksa putar balik karena ada sterilisasi di kolong jembatan Mahulu. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Sterilisasi ketat diberlakukan di alur Sungai Mahakam, tepatnya di kolong Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), seiring dilakukannya uji beban dan uji kelayakan jembatan pasca-insiden penabrakan pilar kemarin.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas gabungan tampak bersiaga penuh mengamankan area perairan.
Dampak dari pengetatan ini terlihat nyata saat sebuah kapal tugboat yang menarik tongkang bermuatan batu bara terlihat memutar haluan (putar balik) menjauhi jembatan.
Kapal tersebut tidak melintas karena adanya pembatasan ukuran kapal selama proses pengujian teknis berlangsung.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah, yang memimpin pendampingan pengamanan membenarkan adanya upaya sterilisasi total tersebut.
Pihaknya bekerja sama dengan KSOP dan Polairud untuk memastikan tidak ada gangguan getaran atau benturan sekecil apa pun pada pilar jembatan.
"Kami ambil peran di bawah (sungai) bersama-sama KSOP dan Polairud melakukan patroli. Kami sudah membatasi, apabila ditemukan pelanggaran (kapal di atas) 200 feet, akan kami serahkan penindakannya kepada KSOP. Satpol PP di sini sifatnya membantu pendampingan," ujar Edwin di lokasi kegiatan, Rabu (24/12/2025).
Edwin menjelaskan, manuver putar balik atau larangan melintas bagi tongkang-tongkang besar adalah langkah mitigasi wajib. Pasalnya, kondisi pilar Jembatan Mahulu saat ini sangat rentan karena tidak adanya pelindung tiang atau fender.
"Bahayanya ini kan tidak ada fender (pelindung). Kalau kemarin (sebelum ditabrak) masih ada, sekarang tidak ada. Kalaupun ada senggolan, risikonya fatal. Kalau kejadian apa-apa, bisa selesai (runtuh) jembatan ini," tegasnya.
Hingga sore hari, tim gabungan terus menyisir area untuk memastikan aturan batas ukuran 200 feet dipatuhi.
Langkah preventif seperti meminta kapal tongkang putar balik dilakukan agar proses pengambilan data uji beban oleh tim teknis di atas jembatan berjalan akurat dan aman.
"Sejauh ini tim masih patroli cek bersama KSOP. Intinya selama pengujian saja sterilisasi ini dilakukan demi keamanan bersama," pungkasnya.
(Sf/Rs)