Seputar Kaltim

    Alokasikan Rp3 Miliar, Ratusan Guru Paud Ikuti RPL Gratis di UWGM Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    26 Oktober 2024 pukul 12:35 WITA

    Sebanyak 128 guru PAUD Kabupaten Paser ikuti acara kuliah perdana RPL di UWGM Samarinda, Sabtu (26/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 128 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kabupaten Paser mengikuti kuliah perdana dalam Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diselenggarakan di Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (26/10/2024) pagi.  

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser, Hendra Wahyudi mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Paser, terutama dalam memenuhi syarat minimal pendidikan bagi para pengajar.

    Ia menegaskan pentingnya program ini sebagai respons terhadap banyaknya guru PAUD yang belum memenuhi syarat pendidikan yang ditentukan, serta bentuk dari kepedulian pemerintah. 

    "Ini murni inisiatif dari DPRD sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Paser, khususnya dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita," ujar Hendra usai pembukaan kuliah perdana tersebut. 

    Ia berharap program ini dapat berlanjut hingga semua guru PAUD di Kabupaten Paser mendapatkan sertifikasi yang memadai.

    Sebab, ia juga menyadari masih terdapat beberapa guru yang belum linear dengan pendidikannya sebagai pengajar, sehingga program ini diharapkan dapat terus menjadi jembatan bagi para guru untuk memenuhi syaratnya sebagai pengajar. 

    "Ini adalah pelaksanaan perdana, semoga ke depannya bisa terus dilakukan hingga tuntas," harapnya. 

    Menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam menjelaskan pihaknya mencatat terdapat sekitar 300 guru PAUD yang belum memenuhi syarat minimal pendidikannya. 

    Dari sekitar 300 guru PAUD itu, guru terverifikasi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti program ini ada sekitar 128 orang. Sisanya akan diikutkan dalam semester genap berikutnya. 

    "Kami sangat berterima kasih kepada Ketua DPR atas inisiatifnya bekerja sama dengan UWGM dalam melaksanakan RPL ini," ungkap Yunus. 

    Lebih lanjut ia menyebut alokasi dana untuk program ini sekitar Rp3 miliar yang diperuntukan bagi 300 guru tersebut. Seluruh keperluan yang berkaitan dengan kegiatan akademik akan diakomodir oleh pemerintah, termasuk jika mahasiswa diharuskan untuk hadir tatap muka mengikuti perkuliahan di kampus, maka seluruh akomodasi akan ditanggung pemerintah. 

    "Baru 128 mahasiswa yang mendaftar, anggaran yang digunakan saat ini sekitar Rp1 miliar," bebernya. 

    Nantinya, perkuliahan akan berjalan secara hybrid, yakni sistem pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran online dan tatap muka. Jangka waktu perkuliahan ini hanya selama dua tahun atau empat semester. 

    Dari seluruh kegiatan mengajar yang pernah dilakukan oleh para guru ini nantinya bisa dikonversikan, sehingga dapat mempercepat pemenuhan syarat kelulusan. 

    Menurutnya dengan adanya program ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Paser dapat meningkat, dan semua guru PAUD dapat memenuhi syarat untuk menjalankan profesinya dengan baik. 

    "Tidak ada pilihan lain, dua tahun harus selesai," pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Alokasikan Rp3 Miliar, Ratusan Guru Paud Ikuti RPL Gratis di UWGM Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Buniyamin
    26 Oktober 2024 pukul 12:35 WITA

    Sebanyak 128 guru PAUD Kabupaten Paser ikuti acara kuliah perdana RPL di UWGM Samarinda, Sabtu (26/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 128 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari Kabupaten Paser mengikuti kuliah perdana dalam Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang diselenggarakan di Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (26/10/2024) pagi.  

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Paser, Hendra Wahyudi mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Paser, terutama dalam memenuhi syarat minimal pendidikan bagi para pengajar.

    Ia menegaskan pentingnya program ini sebagai respons terhadap banyaknya guru PAUD yang belum memenuhi syarat pendidikan yang ditentukan, serta bentuk dari kepedulian pemerintah. 

    "Ini murni inisiatif dari DPRD sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Paser, khususnya dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita," ujar Hendra usai pembukaan kuliah perdana tersebut. 

    Ia berharap program ini dapat berlanjut hingga semua guru PAUD di Kabupaten Paser mendapatkan sertifikasi yang memadai.

    Sebab, ia juga menyadari masih terdapat beberapa guru yang belum linear dengan pendidikannya sebagai pengajar, sehingga program ini diharapkan dapat terus menjadi jembatan bagi para guru untuk memenuhi syaratnya sebagai pengajar. 

    "Ini adalah pelaksanaan perdana, semoga ke depannya bisa terus dilakukan hingga tuntas," harapnya. 

    Menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam menjelaskan pihaknya mencatat terdapat sekitar 300 guru PAUD yang belum memenuhi syarat minimal pendidikannya. 

    Dari sekitar 300 guru PAUD itu, guru terverifikasi dan dinyatakan lolos untuk mengikuti program ini ada sekitar 128 orang. Sisanya akan diikutkan dalam semester genap berikutnya. 

    "Kami sangat berterima kasih kepada Ketua DPR atas inisiatifnya bekerja sama dengan UWGM dalam melaksanakan RPL ini," ungkap Yunus. 

    Lebih lanjut ia menyebut alokasi dana untuk program ini sekitar Rp3 miliar yang diperuntukan bagi 300 guru tersebut. Seluruh keperluan yang berkaitan dengan kegiatan akademik akan diakomodir oleh pemerintah, termasuk jika mahasiswa diharuskan untuk hadir tatap muka mengikuti perkuliahan di kampus, maka seluruh akomodasi akan ditanggung pemerintah. 

    "Baru 128 mahasiswa yang mendaftar, anggaran yang digunakan saat ini sekitar Rp1 miliar," bebernya. 

    Nantinya, perkuliahan akan berjalan secara hybrid, yakni sistem pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran online dan tatap muka. Jangka waktu perkuliahan ini hanya selama dua tahun atau empat semester. 

    Dari seluruh kegiatan mengajar yang pernah dilakukan oleh para guru ini nantinya bisa dikonversikan, sehingga dapat mempercepat pemenuhan syarat kelulusan. 

    Menurutnya dengan adanya program ini, kualitas pendidikan di Kabupaten Paser dapat meningkat, dan semua guru PAUD dapat memenuhi syarat untuk menjalankan profesinya dengan baik. 

    "Tidak ada pilihan lain, dua tahun harus selesai," pungkasnya. 

    (Sf/By)