Seputar Kaltim

    Aliansi Rakyat Kaltim Demo 21 April, Rudy Mas'ud Pastikan Seluruh SKPD Tetap Ngantor

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 April 2026 pukul 19:02 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dalam menanggapi perihal aksi besok. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menjelang aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar oleh Aliansi Rakyat Kaltim pada Selasa, 21 April besok, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud memastikan aktivitas pemerintahan tidak akan terganggu. 

    Ia menjamin seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan tetap berkantor seperti biasa dan siap menyambut kedatangan massa.

    Penegasan ini disampaikan Rudy Mas'ud usai memimpin rapat internal di lingkungan Pemprov Kaltim pada Senin (20/4/2026).

    Gubernur menyebutkan bahwa jajarannya baru saja melakukan briefing kerja terkait realisasi belanja, anggaran, dan pendapatan daerah guna memastikan standar pelayanan minimum di daerah segera berjalan.

    Terkait rencana aksi demonstrasi esok hari, Rudy memastikan jajaran eksekutif siap memantau jalannya penyampaian aspirasi tersebut.

    "Besok tetap berkantor seperti biasa. Kita di sini bersama dengan seluruh SKPD, dan tentunya besok kita juga menerima tamu-tamu (massa aksi) yang akan hadir. Nanti kita lihat situasional di lapangan bagaimana, yang jelas kita semuanya ada di kantor besok," tegas Rudy Mas'ud.

    Sebagai informasi, aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Kaltim ini akan dimulai pada pukul 09.00 WITA. 

    Pergerakan massa rencananya akan menyasar dua titik sasaran utama, yakni berorasi di Kantor DPRD Kaltim dan berlanjut ke Kantor Gubernur Kaltim.

    Dalam aksi penyampaian pendapat ini, massa membawa tiga tuntutan utama yang ditujukan untuk eksekutif dan legislatif. 

    Pertama, mengevaluasi seluruh kebijakan Pemprov Kaltim. Kedua, menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Kaltim sekarang juga. Ketiga, mendesak DPRD Kaltim agar segera bersikap dan menjalankan fungsi pengawasan secara total.

    Selain ketiga tuntutan utama tersebut, massa aksi juga membawa satu isu spesifik, yakni mendesak adanya audit terhadap anggaran pengadaan mobil dinas dan proyek renovasi rumah jabatan (rumjab).

    Menanggapi desakan spesifik mengenai isu mobil dinas dan rumjab tersebut, Rudy Mas'ud merespons singkat. Ia mengklaim bahwa tahapan pengawasan dan pemeriksaan untuk proyek tersebut sudah rampung dilakukan.

    "Ya, kalau audit sudah dilaksanakan semuanya," pungkas Gubernur.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Aliansi Rakyat Kaltim Demo 21 April, Rudy Mas'ud Pastikan Seluruh SKPD Tetap Ngantor

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 April 2026 pukul 19:02 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dalam menanggapi perihal aksi besok. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Menjelang aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar oleh Aliansi Rakyat Kaltim pada Selasa, 21 April besok, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud memastikan aktivitas pemerintahan tidak akan terganggu. 

    Ia menjamin seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) akan tetap berkantor seperti biasa dan siap menyambut kedatangan massa.

    Penegasan ini disampaikan Rudy Mas'ud usai memimpin rapat internal di lingkungan Pemprov Kaltim pada Senin (20/4/2026).

    Gubernur menyebutkan bahwa jajarannya baru saja melakukan briefing kerja terkait realisasi belanja, anggaran, dan pendapatan daerah guna memastikan standar pelayanan minimum di daerah segera berjalan.

    Terkait rencana aksi demonstrasi esok hari, Rudy memastikan jajaran eksekutif siap memantau jalannya penyampaian aspirasi tersebut.

    "Besok tetap berkantor seperti biasa. Kita di sini bersama dengan seluruh SKPD, dan tentunya besok kita juga menerima tamu-tamu (massa aksi) yang akan hadir. Nanti kita lihat situasional di lapangan bagaimana, yang jelas kita semuanya ada di kantor besok," tegas Rudy Mas'ud.

    Sebagai informasi, aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Kaltim ini akan dimulai pada pukul 09.00 WITA. 

    Pergerakan massa rencananya akan menyasar dua titik sasaran utama, yakni berorasi di Kantor DPRD Kaltim dan berlanjut ke Kantor Gubernur Kaltim.

    Dalam aksi penyampaian pendapat ini, massa membawa tiga tuntutan utama yang ditujukan untuk eksekutif dan legislatif. 

    Pertama, mengevaluasi seluruh kebijakan Pemprov Kaltim. Kedua, menghentikan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Kaltim sekarang juga. Ketiga, mendesak DPRD Kaltim agar segera bersikap dan menjalankan fungsi pengawasan secara total.

    Selain ketiga tuntutan utama tersebut, massa aksi juga membawa satu isu spesifik, yakni mendesak adanya audit terhadap anggaran pengadaan mobil dinas dan proyek renovasi rumah jabatan (rumjab).

    Menanggapi desakan spesifik mengenai isu mobil dinas dan rumjab tersebut, Rudy Mas'ud merespons singkat. Ia mengklaim bahwa tahapan pengawasan dan pemeriksaan untuk proyek tersebut sudah rampung dilakukan.

    "Ya, kalau audit sudah dilaksanakan semuanya," pungkas Gubernur.

    (Sf/Rs)