Seputar Kaltim

    Aliansi Mahasiswa Kaltim Siap jadi Pengawas Pemerintahan Rudy Mas'ud-Seno Aji

    13 Juni 2025 pukul 06:58 WITA

    Aliansi Mahasiswa saat melakukan aksi damai di depan kantor Gubernur Rabu, (11/6/202/). (Foto: Istimewa)

    Samarinda – Aliansi Mahasiswa untuk Kalimantan Timur Sejahtera (AMKTS) menegaskan kehadirannya siap menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mengawal kinerja pemerintahan.

    Langkah ini ditegaskan kembali saat puluhan mahasiswa mendatangi Kantor Gubernur Kaltim, pada Rabu (11/6/2025). 

    Mereka membawa misi untuk memastikan setiap janji kampanye dan program prioritas Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam 100 hari kerja perdana benar-benar terealisasi. Kehadiran mereka

    Perwakilan AMKTS, Kholis secara lugas menyatakan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk mempertanyakan dan mengetahui secara faktual sejauh mana progres serta kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjalankan program-program yang telah dicanangkan. 

    "Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program-program tersebut sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan setelah launching dilakukan," tuturnya.

    Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda dalam setiap program Pemprov Kaltim adalah kunci. 

    "Kami siap untuk terlibat secara langsung dalam mengawal dan memberi kontribusi terhadap program-program tersebut," ujarnya.

    Namun, Kholis juga memberikan peringatan keras. Ia menegaskan, apabila terjadi penyimpangan atau pelaksanaan program yang tidak sesuai, AMKTS siap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kritik dan melakukan gerakan untuk menentang hal-hal yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. 

    "Program pemerintah harus berdampak positif bagi masyarakat Kaltim. Kami meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim bisa menunaikan janji-janji kampanyenya," tegasnya.

    Lima poin tuntutan yang dilayangkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim mencerminkan desakan yang kuat terhadap perbaikan dan pemenuhan janji:

    Libatkan Semua Elemen untuk Sukseskan Program: Meminta Pemprov Kaltim untuk merangkul semua elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat guna secara bersama-sama menyukseskan program Gratispol dan Jospol, sebagai bentuk dorongan agar program prioritas mendapat dukungan luas.

    Pastikan Progres Berjalan Sesuai Target: Mendesak pelaksanaan program-program prioritas agar berjalan secara bertahap sesuai dengan target, khususnya Gratispol dan Jospol. Ini adalah bentuk tekanan agar program tidak hanya diluncurkan tetapi juga tuntas.

    Tuntaskan Kasus Kekerasan dan Premanisme: Meminta Polda Kalimantan Timur untuk terus mengusut tuntas kasus kekerasan dan premanisme, khususnya dalam penyelesaian kasus Muara Kate. Ini merupakan desakan untuk penegakan hukum dan rasa aman masyarakat.

    Evaluasi Komprehensif untuk Lingkungan: Mendesak Pemprov untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota/Kabupaten di sekitar Pemprov Kaltim agar segera melakukan penegakan hukum dan perbaikan lingkungan secara menyeluruh, guna mengatasi persoalan banjir dan kelangkaan sumber daya energi dan mineral. Ini adalah tuntutan akan perbaikan fundamental.

    Penilaian Objektif Berbasis Fakta: Meminta kepada semua komponen mahasiswa dan pemuda serta masyarakat luas agar memberikan penilaian terhadap program 100 hari Gubernur/Wakil Gubernur dengan narasi berdasar fakta dan bukan karena yang penting "bersuara". 

    Secara keseluruhan, Aliansi Mahasiswa untuk Kalimantan Timur Sejahtera datang bukan hanya sebagai pendukung, melainkan sebagai pengawas yang kritis dan penekan yang konstruktif, siap memastikan bahwa roda pemerintahan berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Kalimantan Timur.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Aliansi Mahasiswa Kaltim Siap jadi Pengawas Pemerintahan Rudy Mas'ud-Seno Aji

    13 Juni 2025 pukul 06:58 WITA

    Aliansi Mahasiswa saat melakukan aksi damai di depan kantor Gubernur Rabu, (11/6/202/). (Foto: Istimewa)

    Samarinda – Aliansi Mahasiswa untuk Kalimantan Timur Sejahtera (AMKTS) menegaskan kehadirannya siap menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mengawal kinerja pemerintahan.

    Langkah ini ditegaskan kembali saat puluhan mahasiswa mendatangi Kantor Gubernur Kaltim, pada Rabu (11/6/2025). 

    Mereka membawa misi untuk memastikan setiap janji kampanye dan program prioritas Gubernur Rudy Mas'ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam 100 hari kerja perdana benar-benar terealisasi. Kehadiran mereka

    Perwakilan AMKTS, Kholis secara lugas menyatakan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk mempertanyakan dan mengetahui secara faktual sejauh mana progres serta kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam menjalankan program-program yang telah dicanangkan. 

    "Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program-program tersebut sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah direncanakan setelah launching dilakukan," tuturnya.

    Ia menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat dan pemuda dalam setiap program Pemprov Kaltim adalah kunci. 

    "Kami siap untuk terlibat secara langsung dalam mengawal dan memberi kontribusi terhadap program-program tersebut," ujarnya.

    Namun, Kholis juga memberikan peringatan keras. Ia menegaskan, apabila terjadi penyimpangan atau pelaksanaan program yang tidak sesuai, AMKTS siap menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kritik dan melakukan gerakan untuk menentang hal-hal yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. 

    "Program pemerintah harus berdampak positif bagi masyarakat Kaltim. Kami meminta agar Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim bisa menunaikan janji-janji kampanyenya," tegasnya.

    Lima poin tuntutan yang dilayangkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim mencerminkan desakan yang kuat terhadap perbaikan dan pemenuhan janji:

    Libatkan Semua Elemen untuk Sukseskan Program: Meminta Pemprov Kaltim untuk merangkul semua elemen pemuda, mahasiswa, dan masyarakat guna secara bersama-sama menyukseskan program Gratispol dan Jospol, sebagai bentuk dorongan agar program prioritas mendapat dukungan luas.

    Pastikan Progres Berjalan Sesuai Target: Mendesak pelaksanaan program-program prioritas agar berjalan secara bertahap sesuai dengan target, khususnya Gratispol dan Jospol. Ini adalah bentuk tekanan agar program tidak hanya diluncurkan tetapi juga tuntas.

    Tuntaskan Kasus Kekerasan dan Premanisme: Meminta Polda Kalimantan Timur untuk terus mengusut tuntas kasus kekerasan dan premanisme, khususnya dalam penyelesaian kasus Muara Kate. Ini merupakan desakan untuk penegakan hukum dan rasa aman masyarakat.

    Evaluasi Komprehensif untuk Lingkungan: Mendesak Pemprov untuk mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota/Kabupaten di sekitar Pemprov Kaltim agar segera melakukan penegakan hukum dan perbaikan lingkungan secara menyeluruh, guna mengatasi persoalan banjir dan kelangkaan sumber daya energi dan mineral. Ini adalah tuntutan akan perbaikan fundamental.

    Penilaian Objektif Berbasis Fakta: Meminta kepada semua komponen mahasiswa dan pemuda serta masyarakat luas agar memberikan penilaian terhadap program 100 hari Gubernur/Wakil Gubernur dengan narasi berdasar fakta dan bukan karena yang penting "bersuara". 

    Secara keseluruhan, Aliansi Mahasiswa untuk Kalimantan Timur Sejahtera datang bukan hanya sebagai pendukung, melainkan sebagai pengawas yang kritis dan penekan yang konstruktif, siap memastikan bahwa roda pemerintahan berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Kalimantan Timur.

    (Sf/Rs)