Seputar Kaltim

    Alasan Gua Prasejarah di Kaltim Bakal Jadi Destinasi Premium yang Dibatasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2026 pukul 21:43 WITA

    usai acara bincang pariwisata Kaltim, mengungkap alasan bahwa Geoparrk harus premium. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengembangan sektor pariwisata di Kalimantan Timur kini mulai menyeimbangkan antara daya tarik kunjungan massal dan upaya pelestarian alam bersejarah. 

    Hal itu menjadi bahasan dalam agenda Bincang Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim di Bigmall, Samarinda pada Kamis (20/8/2026).

    Kemudian adanya rencana pembatasan akses ke kawasan Geopark Kaltim untuk menjadikannya destinasi wisata premium. Kondisi situs prasejarah seperti Gua Buri dan Gua Tepus dinilai memiliki lingkungan yang sangat rapuh.

    "Kami mengusulkan untuk tapak-tapak atau situs-situs tertentu yang fragile dan tidak tahan terhadap gangguan, itu harapannya dibatasi dengan pricing (kebijakan harga). Kalau massal berbahaya, karena enggak bisa dipulihkan lagi," ungkap Senior Manager Program Terestrial Kaltimtara Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Niel Makinuddin.

    Situs yang menyimpan jejak tapak tangan dari puluhan ribu tahun lalu tersebut sangat rentan. Bahkan, aktivitas pernapasan dari kerumunan orang hingga getaran bisa memicu kerusakan.

    "Kalau terlalu banyak orang (berbahaya). Terus yang kedua getaran, sehingga ada beberapa gua yang menurut pakar dan peneliti itu memang enggak bisa dibuka untuk umum. Hanya eksklusif," tambahnya..

    Upaya perlindungan situs bersejarah ini selaras dengan rancangan ekosistem pariwisata terintegrasi yang tengah digodok oleh pemerintah daerah. 

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kolaborasi antarwilayah agar pariwisata andalan daerah bisa saling menopang, termasuk untuk festival budaya Erau.

    "Saya ingin sampaikan kepada Pangeran, jangan eksklusif lagi berpikir Erau hanya milik Tenggarong saja. Sekarang milik Kaltim. Samarinda, Balikpapan, ayolah sudah jangan beralasan itu punya Tenggarong lalu enggak mau promosi. Harus sudah promosi sama-sama," tegas Faisal.

    Guna mempermudah pergerakan wisatawan, Dispar Kaltim bahkan tengah merancang penyediaan layanan bus antar-jemput gratis bekerja sama dengan berbagai asosiasi pariwisata dan perhotelan.

    "Kalau perlu kita sediakan shuttle free dari Samarinda ke Kukar. Shuttle berangkat dan pulang gratis untuk orang yang datang ke hotel. Kita carikan busnya, supaya jangan jadi beban untuk menarik wisatawan," jelasnya.

    Dukungan promosi dan kemudahan akses ini disambut baik oleh pihak Kesultanan, mengingat daya tarik Erau semakin diakui secara nasional.

    "Erau tahun ini masuk Karisma Event Nusantara. Berarti salah satu dari 10 kegiatan terbaik di seluruh Indonesia. Erau tidak hanya mengajarkan tentang budaya tetapi juga ada manfaat ekonomi dan edukasinya yang menanamkan nilai-nilai baik dari para leluhur," kata Kepala Kantor Staf Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Hario Noto Negoro.

    Pangeran Hario memastikan bahwa pelaksanaan Erau akan tetap berpegang teguh pada pakem tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara, mulai dari prosesi beluluh hingga melarungkan naga ke Kutai Lama. Namun, kemeriahan acara tetap akan ditambah dengan ragam hiburan untuk publik.

    "Tahun ini kita mengadakan pentas seni di depan Kedaton dan melibatkan seluruh komunitas. Kita juga memperlombakan olahraga tradisional seperti dayung, gasing, belogo, dan asin naga. Harapannya ini memberikan satu pengalaman bagi pengunjung agar bisa kembali lagi," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Alasan Gua Prasejarah di Kaltim Bakal Jadi Destinasi Premium yang Dibatasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    20 Agustus 2026 pukul 21:43 WITA

    usai acara bincang pariwisata Kaltim, mengungkap alasan bahwa Geoparrk harus premium. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengembangan sektor pariwisata di Kalimantan Timur kini mulai menyeimbangkan antara daya tarik kunjungan massal dan upaya pelestarian alam bersejarah. 

    Hal itu menjadi bahasan dalam agenda Bincang Wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim di Bigmall, Samarinda pada Kamis (20/8/2026).

    Kemudian adanya rencana pembatasan akses ke kawasan Geopark Kaltim untuk menjadikannya destinasi wisata premium. Kondisi situs prasejarah seperti Gua Buri dan Gua Tepus dinilai memiliki lingkungan yang sangat rapuh.

    "Kami mengusulkan untuk tapak-tapak atau situs-situs tertentu yang fragile dan tidak tahan terhadap gangguan, itu harapannya dibatasi dengan pricing (kebijakan harga). Kalau massal berbahaya, karena enggak bisa dipulihkan lagi," ungkap Senior Manager Program Terestrial Kaltimtara Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Niel Makinuddin.

    Situs yang menyimpan jejak tapak tangan dari puluhan ribu tahun lalu tersebut sangat rentan. Bahkan, aktivitas pernapasan dari kerumunan orang hingga getaran bisa memicu kerusakan.

    "Kalau terlalu banyak orang (berbahaya). Terus yang kedua getaran, sehingga ada beberapa gua yang menurut pakar dan peneliti itu memang enggak bisa dibuka untuk umum. Hanya eksklusif," tambahnya..

    Upaya perlindungan situs bersejarah ini selaras dengan rancangan ekosistem pariwisata terintegrasi yang tengah digodok oleh pemerintah daerah. 

    Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan pentingnya kolaborasi antarwilayah agar pariwisata andalan daerah bisa saling menopang, termasuk untuk festival budaya Erau.

    "Saya ingin sampaikan kepada Pangeran, jangan eksklusif lagi berpikir Erau hanya milik Tenggarong saja. Sekarang milik Kaltim. Samarinda, Balikpapan, ayolah sudah jangan beralasan itu punya Tenggarong lalu enggak mau promosi. Harus sudah promosi sama-sama," tegas Faisal.

    Guna mempermudah pergerakan wisatawan, Dispar Kaltim bahkan tengah merancang penyediaan layanan bus antar-jemput gratis bekerja sama dengan berbagai asosiasi pariwisata dan perhotelan.

    "Kalau perlu kita sediakan shuttle free dari Samarinda ke Kukar. Shuttle berangkat dan pulang gratis untuk orang yang datang ke hotel. Kita carikan busnya, supaya jangan jadi beban untuk menarik wisatawan," jelasnya.

    Dukungan promosi dan kemudahan akses ini disambut baik oleh pihak Kesultanan, mengingat daya tarik Erau semakin diakui secara nasional.

    "Erau tahun ini masuk Karisma Event Nusantara. Berarti salah satu dari 10 kegiatan terbaik di seluruh Indonesia. Erau tidak hanya mengajarkan tentang budaya tetapi juga ada manfaat ekonomi dan edukasinya yang menanamkan nilai-nilai baik dari para leluhur," kata Kepala Kantor Staf Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Pangeran Hario Noto Negoro.

    Pangeran Hario memastikan bahwa pelaksanaan Erau akan tetap berpegang teguh pada pakem tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara, mulai dari prosesi beluluh hingga melarungkan naga ke Kutai Lama. Namun, kemeriahan acara tetap akan ditambah dengan ragam hiburan untuk publik.

    "Tahun ini kita mengadakan pentas seni di depan Kedaton dan melibatkan seluruh komunitas. Kita juga memperlombakan olahraga tradisional seperti dayung, gasing, belogo, dan asin naga. Harapannya ini memberikan satu pengalaman bagi pengunjung agar bisa kembali lagi," pungkasnya.

    (Sf/Rs)