Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Meningkatnya pasokan dan aktivitas sektor energi nasional, memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan. Kondisi tersebut memperkuat peran Balikpapan sebagai salah satu daerah penopang utama industri energi di Indonesia.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan, geliat sektor energi telah mendorong perputaran ekonomi di daerah, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga tumbuhnya berbagai peluang usaha baru.
Dampak tersebut dirasakan terutama pada sektor jasa dan perdagangan yang selama ini menjadi basis perekonomian kota.
“Setiap peningkatan aktivitas di sektor energi selalu diikuti dengan pergerakan ekonomi di Balikpapan. Ini membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah,” ucap Rahmad kepada awak media, Jumat (16/1/2026).
Ia menilai, posisi Balikpapan yang strategis sebagai kota penyangga industri energi nasional menjadikan daerah ini memiliki peran penting, tidak hanya bagi kepentingan nasional, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
“Sejak lama, perkembangan industri energi dan migas telah membentuk karakter Balikpapan sebagai kota jasa dan perdagangan,” lanjutnya.
Rahmad menegaskan, agar manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus pemerataan pembangunan.
Di sisi lain, wali kota juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan keharmonisan sosial. Keberagaman masyarakat Balikpapan menuntut semua pihak untuk menjaga toleransi, persatuan, dan saling menghormati di tengah pesatnya pembangunan.
“Pertumbuhan ekonomi harus tetap dibarengi dengan kebersamaan. Tanpa persatuan dan toleransi, pembangunan tidak akan memberikan manfaat yang utuh,” tegasnya.
Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap, Balikpapan dapat terus berkembang sebagai kota yang berdaya saing, sekaligus tetap menjaga nilai kemanusiaan, lingkungan, dan kebangsaan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Meningkatnya pasokan dan aktivitas sektor energi nasional, memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan. Kondisi tersebut memperkuat peran Balikpapan sebagai salah satu daerah penopang utama industri energi di Indonesia.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan, geliat sektor energi telah mendorong perputaran ekonomi di daerah, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat hingga tumbuhnya berbagai peluang usaha baru.
Dampak tersebut dirasakan terutama pada sektor jasa dan perdagangan yang selama ini menjadi basis perekonomian kota.
“Setiap peningkatan aktivitas di sektor energi selalu diikuti dengan pergerakan ekonomi di Balikpapan. Ini membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi daerah,” ucap Rahmad kepada awak media, Jumat (16/1/2026).
Ia menilai, posisi Balikpapan yang strategis sebagai kota penyangga industri energi nasional menjadikan daerah ini memiliki peran penting, tidak hanya bagi kepentingan nasional, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
“Sejak lama, perkembangan industri energi dan migas telah membentuk karakter Balikpapan sebagai kota jasa dan perdagangan,” lanjutnya.
Rahmad menegaskan, agar manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus pemerataan pembangunan.
Di sisi lain, wali kota juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan keharmonisan sosial. Keberagaman masyarakat Balikpapan menuntut semua pihak untuk menjaga toleransi, persatuan, dan saling menghormati di tengah pesatnya pembangunan.
“Pertumbuhan ekonomi harus tetap dibarengi dengan kebersamaan. Tanpa persatuan dan toleransi, pembangunan tidak akan memberikan manfaat yang utuh,” tegasnya.
Melalui komitmen tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia berharap, Balikpapan dapat terus berkembang sebagai kota yang berdaya saing, sekaligus tetap menjaga nilai kemanusiaan, lingkungan, dan kebangsaan.
(Sf/Rs)