Aksi Unjuk Rasa PMII Kaltim di Depan Kantor Gubernur Berujung Ricuh, Korban Jatuh dari Polisi dan Mahasiswa

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    05 Mei 2026 02:28 WIB

    Massa Aksi PMII Kaltim melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (5/5/2026) berakhir dengan kericuhan. 

    Bentrokan yang pecah antara massa mahasiswa dan pihak kepolisian memakan korban luka serius dari pihak massa aksi akibat dugaan tindakan represif aparat.

    Berdasarkan kesaksian Ketua Rayon Syariah PMII Samarinda, M Ibrahim. Ia menggambarkan situasi tak terkendali (chaos) memuncak ketika beberapa oknum kepolisian diduga melakukan tindakan kekerasan. 

    Dalam insiden tersebut, seorang anggota PMII bernama Achmad Ferdy menjadi korban kebrutalan di lapangan.

    "Ketika chaos pada saat itu, ada oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada korban atas nama Achmad Ferdy. Korban dipukul menggunakan tameng pelindung," ungkapnya.

    Kerasnya hantaman tameng tersebut membuat Ferdy tak berdaya. Ia dilaporkan langsung tergeletak dan kehilangan kesadaran di tengah kerumunan. 

    Rekan-rekan mahasiswa yang berada di dekatnya segera menarik korban dari titik bentrok dan melarikannya ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan pertolongan darurat.

    Akibat insiden tersebut, Ferdy menderita luka robek yang cukup parah di bagian kepala. 

    "Korban harus mendapatkan 10 jahitan di dahi sebelah kanan," jelasnya.

    Meski sempat kritis dan tak sadarkan diri, Ibrahim mengonfirmasi bahwa kondisi rekannya saat ini perlahan mulai stabil setelah ditangani tim medis. "Untuk keadaan korban sekarang sudah agak sedikit membaik dan sudah mendapatkan pertolongan," tambahnya.

    Di sisi lain, Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Zarma, membenarkan terjadinya bentrokan menjelang waktu Maghrib tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kericuhan bermula dari aksi pelemparan batu.

    "Ada insiden yang tidak kita inginkan, pergerakan bisa melihat ada perang batu. Ada korban dari pihak kita dan juga korban dari PMII," kata Kompol Zarma.

    Zarma menyebutkan bahwa sebanyak 400 personel gabungan (250 Polri dan 50 Satpol PP) dikerahkan untuk pengamanan. Dari pihak kepolisian sendiri, tercatat lima anggota mengalami luka-luka akibat kericuhan tersebut.

    "Korban luka dari anggota kita ada 5 orang. Ada Polwan yang terkena lemparan hingga sempat pingsan, anggota Humas yang terkena batu di jidat, serta tiga personel yang sempat ditarik dan dipukul ke dalam kerumunan, walau sudah memakai tameng," jelasnya. 

    Kendati demikian, Kompol Zarma mengklaim tidak ada luka parah di pihak aparat selain luka robek di bibir akibat terkena lemparan gelas air mineral.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Aksi Unjuk Rasa PMII Kaltim di Depan Kantor Gubernur Berujung Ricuh, Korban Jatuh dari Polisi dan Mahasiswa

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    05 Mei 2026 02:28 WIB

    Massa Aksi PMII Kaltim melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (5/5/2026) berakhir dengan kericuhan. 

    Bentrokan yang pecah antara massa mahasiswa dan pihak kepolisian memakan korban luka serius dari pihak massa aksi akibat dugaan tindakan represif aparat.

    Berdasarkan kesaksian Ketua Rayon Syariah PMII Samarinda, M Ibrahim. Ia menggambarkan situasi tak terkendali (chaos) memuncak ketika beberapa oknum kepolisian diduga melakukan tindakan kekerasan. 

    Dalam insiden tersebut, seorang anggota PMII bernama Achmad Ferdy menjadi korban kebrutalan di lapangan.

    "Ketika chaos pada saat itu, ada oknum yang melakukan tindakan kekerasan kepada korban atas nama Achmad Ferdy. Korban dipukul menggunakan tameng pelindung," ungkapnya.

    Kerasnya hantaman tameng tersebut membuat Ferdy tak berdaya. Ia dilaporkan langsung tergeletak dan kehilangan kesadaran di tengah kerumunan. 

    Rekan-rekan mahasiswa yang berada di dekatnya segera menarik korban dari titik bentrok dan melarikannya ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda untuk mendapatkan pertolongan darurat.

    Akibat insiden tersebut, Ferdy menderita luka robek yang cukup parah di bagian kepala. 

    "Korban harus mendapatkan 10 jahitan di dahi sebelah kanan," jelasnya.

    Meski sempat kritis dan tak sadarkan diri, Ibrahim mengonfirmasi bahwa kondisi rekannya saat ini perlahan mulai stabil setelah ditangani tim medis. "Untuk keadaan korban sekarang sudah agak sedikit membaik dan sudah mendapatkan pertolongan," tambahnya.

    Di sisi lain, Kabag Ops Polresta Samarinda, Kompol Zarma, membenarkan terjadinya bentrokan menjelang waktu Maghrib tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kericuhan bermula dari aksi pelemparan batu.

    "Ada insiden yang tidak kita inginkan, pergerakan bisa melihat ada perang batu. Ada korban dari pihak kita dan juga korban dari PMII," kata Kompol Zarma.

    Zarma menyebutkan bahwa sebanyak 400 personel gabungan (250 Polri dan 50 Satpol PP) dikerahkan untuk pengamanan. Dari pihak kepolisian sendiri, tercatat lima anggota mengalami luka-luka akibat kericuhan tersebut.

    "Korban luka dari anggota kita ada 5 orang. Ada Polwan yang terkena lemparan hingga sempat pingsan, anggota Humas yang terkena batu di jidat, serta tiga personel yang sempat ditarik dan dipukul ke dalam kerumunan, walau sudah memakai tameng," jelasnya. 

    Kendati demikian, Kompol Zarma mengklaim tidak ada luka parah di pihak aparat selain luka robek di bibir akibat terkena lemparan gelas air mineral.

    (Sf/Rs)