Cari disini...
Seputar Kaltim
Jalan di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai terputus. (Foto: Tangkapan Layar Facebook)
Tenggarong - Akses Jalan jembatan warga di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai ambruk akibat tanah longsor yang terjadi pada Rabu (6/8/2025).
Jembatan ulin yang dilapis dengan semen ini merupakan akses utama bagi warga sekitar.
Kepala Desa Batuq, Suwandi menjelaskan ambruknya jembatan itu diakibatkan oleh abrasi tanah yang terjadi secara terus-menerus. Sebelumnya, posisi jembatan dan Sungai Mahakam berjarak kurang lebih 60 meter, akibat abrasi sungai mulai mendekati sisi jembatan.
"Saat mendirikan jembatan ini pasti sudah diperhitungkan jarak sungai dan jembatannya, perubahan iklim dan pemanasan global dapat menyebabkan serta mempercepat proses abrasi," kata Suwandi, Kamis (7/8/2025).
Sementara pemdes dan warga sekitar telah bergotong royong membuat jalan alternatif untuk memudahkan akses warga. Meskipun situasi masih darurat, jalan alternatif ini dinilai dapat membantu masyarakat untuk tetap beraktivitas sehari-hari.
"Kalau jalan alternatif kita buka lahan di sekitar lokasi jembatan, di situ ada lahan lebar tanaman pisang, itu yang kita gunakan untuk jalan alternatif," ujarnya.
Suwandi berharap, upaya ini dapat membantu mengurangi dampak dari bencana tanah longsor dan perbaikan infrastruktur bisa segera dilakukan.
"Insyaallah dengan kerja sama dan kekompakan, masyarakat Desa Batuq dapat melewati masa sulit ini. Semoga pihak Dinas Pekerja Umum (PU) Kukar segera meninjau jalan ini," harapnya.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk untuk memastikan keselamatan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Jalan di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai terputus. (Foto: Tangkapan Layar Facebook)
Tenggarong - Akses Jalan jembatan warga di Desa Batuq, Kecamatan Muara Muntai ambruk akibat tanah longsor yang terjadi pada Rabu (6/8/2025).
Jembatan ulin yang dilapis dengan semen ini merupakan akses utama bagi warga sekitar.
Kepala Desa Batuq, Suwandi menjelaskan ambruknya jembatan itu diakibatkan oleh abrasi tanah yang terjadi secara terus-menerus. Sebelumnya, posisi jembatan dan Sungai Mahakam berjarak kurang lebih 60 meter, akibat abrasi sungai mulai mendekati sisi jembatan.
"Saat mendirikan jembatan ini pasti sudah diperhitungkan jarak sungai dan jembatannya, perubahan iklim dan pemanasan global dapat menyebabkan serta mempercepat proses abrasi," kata Suwandi, Kamis (7/8/2025).
Sementara pemdes dan warga sekitar telah bergotong royong membuat jalan alternatif untuk memudahkan akses warga. Meskipun situasi masih darurat, jalan alternatif ini dinilai dapat membantu masyarakat untuk tetap beraktivitas sehari-hari.
"Kalau jalan alternatif kita buka lahan di sekitar lokasi jembatan, di situ ada lahan lebar tanaman pisang, itu yang kita gunakan untuk jalan alternatif," ujarnya.
Suwandi berharap, upaya ini dapat membantu mengurangi dampak dari bencana tanah longsor dan perbaikan infrastruktur bisa segera dilakukan.
"Insyaallah dengan kerja sama dan kekompakan, masyarakat Desa Batuq dapat melewati masa sulit ini. Semoga pihak Dinas Pekerja Umum (PU) Kukar segera meninjau jalan ini," harapnya.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk untuk memastikan keselamatan.
(Sf/Lo)