Seputar Kaltim

    Akmal Malik Pamer Capaian Selama 2023 di Paripurna HUT ke-67 Pemprov Kaltim 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Januari 2024 pukul 15:50 WITA

    Paripurna ke-2 peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, membeber sejumlah capaian yang diraih Pemprov Kaltim sepanjang 2023. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang naik hingga 6,37 persen, terkendalinya laju inflasi di angka 3,2 persen, hingga Kaltim sebagai provinsi dengan pendapatan perkapita tertinggi di Indonesia. 

    Semua itu, disampaikan Akmal, ketika hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, dengan agenda persiapan HUT ke-67 Pemprov Kaltim, Senin (8/1/2024). 
    Pada rapat di  Gedung Utama Kantor DPRD Kaltim itu, Akmal Malik menyampaikan bahwa ekonomi Kaltim tumbuh, sepanjang 2023 dari angka tahun sebelumnya  4,70 persen pada tahun 2022 menjadi 6,37 persen pada tahun 2023.

    "Angka ini menunjukkan bahwa Kaltim mampu bertahan dan bangkit dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia," ujar Akmal.

    Selain itu, pejabat di Kementerian Dalam Negeri itu juga mengatakan bahwa laju inflasi Kaltim terkendali pada angka 3,5 persen, meskipun masih di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,9 persen. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan konsumsi masyarakat, yang berdampak positif pada kesejahteraan.

    Akmal juga menyoroti Indikator Publik Nasional (IPN) Kaltim yang mencapai poin 78, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 73. IPN merupakan indeks yang mengukur kinerja pemerintahan, kualitas demokrasi, dan kepuasan publik terhadap pelayanan publik.

    "Kaltim juga berhasil meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dari 160 juta menjadi 228 juta rupiah. Ini menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan PDRB per kapita tertinggi di Indonesia," tambah Akmal.

    Akmal berharap prestasi-prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan kerjasama dan sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta antara pemerintah pusat dan daerah.

    Namun, Akmal juga mengakui bahwa Kaltim masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara.

    "Kita harus siap menghadapi perubahan yang akan terjadi akibat IKN. Kita harus mempersiapkan diri secara matang, baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun lingkungan," tukas Akmal.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Akmal Malik Pamer Capaian Selama 2023 di Paripurna HUT ke-67 Pemprov Kaltim 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    08 Januari 2024 pukul 15:50 WITA

    Paripurna ke-2 peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik, membeber sejumlah capaian yang diraih Pemprov Kaltim sepanjang 2023. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang naik hingga 6,37 persen, terkendalinya laju inflasi di angka 3,2 persen, hingga Kaltim sebagai provinsi dengan pendapatan perkapita tertinggi di Indonesia. 

    Semua itu, disampaikan Akmal, ketika hadir dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, dengan agenda persiapan HUT ke-67 Pemprov Kaltim, Senin (8/1/2024). 
    Pada rapat di  Gedung Utama Kantor DPRD Kaltim itu, Akmal Malik menyampaikan bahwa ekonomi Kaltim tumbuh, sepanjang 2023 dari angka tahun sebelumnya  4,70 persen pada tahun 2022 menjadi 6,37 persen pada tahun 2023.

    "Angka ini menunjukkan bahwa Kaltim mampu bertahan dan bangkit dari dampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia," ujar Akmal.

    Selain itu, pejabat di Kementerian Dalam Negeri itu juga mengatakan bahwa laju inflasi Kaltim terkendali pada angka 3,5 persen, meskipun masih di atas rata-rata nasional yang sebesar 2,9 persen. Menurutnya, hal ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan dan konsumsi masyarakat, yang berdampak positif pada kesejahteraan.

    Akmal juga menyoroti Indikator Publik Nasional (IPN) Kaltim yang mencapai poin 78, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya 73. IPN merupakan indeks yang mengukur kinerja pemerintahan, kualitas demokrasi, dan kepuasan publik terhadap pelayanan publik.

    "Kaltim juga berhasil meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dari 160 juta menjadi 228 juta rupiah. Ini menempatkan Kaltim sebagai provinsi dengan PDRB per kapita tertinggi di Indonesia," tambah Akmal.

    Akmal berharap prestasi-prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan dengan kerjasama dan sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta antara pemerintah pusat dan daerah.

    Namun, Akmal juga mengakui bahwa Kaltim masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara.

    "Kita harus siap menghadapi perubahan yang akan terjadi akibat IKN. Kita harus mempersiapkan diri secara matang, baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun lingkungan," tukas Akmal.

    (Sf/Rs)