Cari disini...
Seputar Kaltim
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat menunjukkan undangan yang diberikan kepada masing-maising Paslon. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengklarifikasi keikutsertaan calon gubernur nomor urut 02, Rudy Mas'ud, dalam rombongan kunjungan kerja ke Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) pada 13-16 Januari 2025.
Kunjungan tersebut menimbulkan perhatian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim yang mempertanyakan keterlibatan Rudy Mas'ud, peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024, meski hasil rekapitulasi suara Pilgub sudah diumumkan pada 9 Desember 2024.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Darmanto menegaskan, meski rekapitulasi suara telah selesai, tahapan Pilgub Kaltim belum sepenuhnya selesai, mengingat masih adanya potensi sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Darmanto, para peserta Pilgub seharusnya tidak terlibat langsung dalam kegiatan pemerintahan yang berlangsung selama proses tersebut.
Akmal Malik pun memberikan klarifikasi terkait hal tersebut dan menjelaskan, semua peserta Pilgub Kaltim, termasuk Rudy Mas'ud telah diundang untuk bergabung dalam kunjungan ke tiga kabupaten tersebut.
"Saya sudah mengundang semua pihak, mari kita lihat kondisi di Kaltim, terutama di tiga kabupaten tersebut," ujar Akmal, Senin (20/1/2025).
Selain itu, Akmal menegaskan keikutsertaan Rudy Mas'ud sudah berdasarkan undangan resmi dan menunjukkan bukti tersebut kepada Bawaslu. "Undangan sudah saya berikan kepada Pak Rudy, Pak Seno dan Pak Hadi sampai Pak Isran," katanya.
Namun, keputusan siapa saja yang bersedia hadir dalam acara tersebut sepenuhnya tergantung pada masing-masing calon gubernur.
Akmal mengatakan tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk mengajak para calon gubernur dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bersama-sama memantau realitas yang ada di lapangan.
"Niat saya hanya satu, mengajak mereka untuk duduk bersama, melihat langsung kebutuhan masyarakat di daerah-daerah yang sedang kami kunjungi," ujarnya.
Meski ia menjabat sebagai Pj gubernur yang bersifat sementara, tapi tetap berusaha untuk lebih objektif dalam melihat kondisi Kaltim tanpa terpengaruh oleh dinamika politik.
Ia berharap agar kegiatan tersebut dapat menjadi ajang untuk merumuskan kebijakan yang menguntungkan seluruh masyarakat, tanpa memandang siapa yang akhirnya terpilih dalam Pilgub mendatang.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat menunjukkan undangan yang diberikan kepada masing-maising Paslon. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengklarifikasi keikutsertaan calon gubernur nomor urut 02, Rudy Mas'ud, dalam rombongan kunjungan kerja ke Kutai Kartanegara (Kukar), Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) pada 13-16 Januari 2025.
Kunjungan tersebut menimbulkan perhatian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim yang mempertanyakan keterlibatan Rudy Mas'ud, peserta Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024, meski hasil rekapitulasi suara Pilgub sudah diumumkan pada 9 Desember 2024.
Ketua Bawaslu Kaltim, Hari Darmanto menegaskan, meski rekapitulasi suara telah selesai, tahapan Pilgub Kaltim belum sepenuhnya selesai, mengingat masih adanya potensi sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Menurut Darmanto, para peserta Pilgub seharusnya tidak terlibat langsung dalam kegiatan pemerintahan yang berlangsung selama proses tersebut.
Akmal Malik pun memberikan klarifikasi terkait hal tersebut dan menjelaskan, semua peserta Pilgub Kaltim, termasuk Rudy Mas'ud telah diundang untuk bergabung dalam kunjungan ke tiga kabupaten tersebut.
"Saya sudah mengundang semua pihak, mari kita lihat kondisi di Kaltim, terutama di tiga kabupaten tersebut," ujar Akmal, Senin (20/1/2025).
Selain itu, Akmal menegaskan keikutsertaan Rudy Mas'ud sudah berdasarkan undangan resmi dan menunjukkan bukti tersebut kepada Bawaslu. "Undangan sudah saya berikan kepada Pak Rudy, Pak Seno dan Pak Hadi sampai Pak Isran," katanya.
Namun, keputusan siapa saja yang bersedia hadir dalam acara tersebut sepenuhnya tergantung pada masing-masing calon gubernur.
Akmal mengatakan tujuan utama dari kunjungan tersebut adalah untuk mengajak para calon gubernur dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk bersama-sama memantau realitas yang ada di lapangan.
"Niat saya hanya satu, mengajak mereka untuk duduk bersama, melihat langsung kebutuhan masyarakat di daerah-daerah yang sedang kami kunjungi," ujarnya.
Meski ia menjabat sebagai Pj gubernur yang bersifat sementara, tapi tetap berusaha untuk lebih objektif dalam melihat kondisi Kaltim tanpa terpengaruh oleh dinamika politik.
Ia berharap agar kegiatan tersebut dapat menjadi ajang untuk merumuskan kebijakan yang menguntungkan seluruh masyarakat, tanpa memandang siapa yang akhirnya terpilih dalam Pilgub mendatang.
(Sf/By)