Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani menyebut minat orang tua untuk membawa anaknya ke posyandu masih kurang.
Hal ini disampaikan saat rapat persiapan rembuk Stunting tingkat kecamatan di Kota Samarinda.
Ia membeberkan bahwa itu terjadi karena covid pandemi lalu. "Masyarakat masih terbuai dengan pandemi Covid-19 sebelumnya. Memang ketika itu operasi posyandu ditiadakan, tapi saat ini sudah buka. Tapi minat orang tua saat ini juga kurang," bebernya.
Dalam rangka menurunkan angka Stunting di Samarinda, seluruh posyandu sudah dibekali dengan peralatan lengkap.
"Seperti yang disampaikan ole Pak Agus dari DKK, seluruh Alat ukur digital sudah di distribusikan dan kadernya sudah ada di masing-masing posyandu," paparnya.
Apa yang disampaikan I Gusti serupa dengan pernyataan dari Sindy (25), warga RT 19 Samarinda Sebrang yang memiliki bayi.
Ia mengaku belum sama sekali membawa anaknya ke Posyandu. "Saya belum ada informasi mengenai adanya posyandu di sekitar sini, yang saya tau posyandu tutup sejak pandemi. Jadi anak saya sering saya bawa ke klinik saja tanpa antri," ungkap sindy.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani menyebut minat orang tua untuk membawa anaknya ke posyandu masih kurang.
Hal ini disampaikan saat rapat persiapan rembuk Stunting tingkat kecamatan di Kota Samarinda.
Ia membeberkan bahwa itu terjadi karena covid pandemi lalu. "Masyarakat masih terbuai dengan pandemi Covid-19 sebelumnya. Memang ketika itu operasi posyandu ditiadakan, tapi saat ini sudah buka. Tapi minat orang tua saat ini juga kurang," bebernya.
Dalam rangka menurunkan angka Stunting di Samarinda, seluruh posyandu sudah dibekali dengan peralatan lengkap.
"Seperti yang disampaikan ole Pak Agus dari DKK, seluruh Alat ukur digital sudah di distribusikan dan kadernya sudah ada di masing-masing posyandu," paparnya.
Apa yang disampaikan I Gusti serupa dengan pernyataan dari Sindy (25), warga RT 19 Samarinda Sebrang yang memiliki bayi.
Ia mengaku belum sama sekali membawa anaknya ke Posyandu. "Saya belum ada informasi mengenai adanya posyandu di sekitar sini, yang saya tau posyandu tutup sejak pandemi. Jadi anak saya sering saya bawa ke klinik saja tanpa antri," ungkap sindy.
(Sf/By)