Cari disini...
Seputar Kaltim
Pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani, Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Saat ini, proyek perbaikan trotoar di Jalan Ahmad Yani masuk perpanjangan waktu. Kontraktor pelaksana CV Yans Perdana mendapatkan perpanjangan waktu selama 14 hari, dari berakhirnya masa kontrak pada Kamis (26/12/2024) lalu.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurdin memastikan, kontraktor mendapatkan denda Rp10 juta perharinya.
“Jadi totalnya Rp140 juta,” ungkap Anwar. Artinya, pengerjaan harus rampu pada Jumat (10/1/2025).
Ia juga mengatakan, sebelumya saat kontrak kerja rampung di akhir Desember lalu, progres pengerjaan baru 69 persen.
Sisa pengerjaan yakni pengecoran lantai trotoar di beberapa titik, pengecoran tangkapan air, dan pengaspalan satu ruas jalan. Mulai dari Kafe Malaya hingga seberang UD Tani.
Sementara Project Manager CV Yans selaku pemenang tender proyek ini Suharno mengaku, keterlambatan pengerjaan diakibatkan keterlambatan ini dikarenakan suplai material yang tersendat.
Pihaknya juga sempat terkendala dengan banyaknya jaringan utilitas yang ada di bawah trotoar.
“Lalu, karena ini lagi musim hujan pengerjaan seperti pengecoran itu harus menunggu kering dulu,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pengerjaan drainase di Jalan Ahmad Yani, Kota Bontang. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Saat ini, proyek perbaikan trotoar di Jalan Ahmad Yani masuk perpanjangan waktu. Kontraktor pelaksana CV Yans Perdana mendapatkan perpanjangan waktu selama 14 hari, dari berakhirnya masa kontrak pada Kamis (26/12/2024) lalu.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Anwar Nurdin memastikan, kontraktor mendapatkan denda Rp10 juta perharinya.
“Jadi totalnya Rp140 juta,” ungkap Anwar. Artinya, pengerjaan harus rampu pada Jumat (10/1/2025).
Ia juga mengatakan, sebelumya saat kontrak kerja rampung di akhir Desember lalu, progres pengerjaan baru 69 persen.
Sisa pengerjaan yakni pengecoran lantai trotoar di beberapa titik, pengecoran tangkapan air, dan pengaspalan satu ruas jalan. Mulai dari Kafe Malaya hingga seberang UD Tani.
Sementara Project Manager CV Yans selaku pemenang tender proyek ini Suharno mengaku, keterlambatan pengerjaan diakibatkan keterlambatan ini dikarenakan suplai material yang tersendat.
Pihaknya juga sempat terkendala dengan banyaknya jaringan utilitas yang ada di bawah trotoar.
“Lalu, karena ini lagi musim hujan pengerjaan seperti pengecoran itu harus menunggu kering dulu,” pungkasnya.
(Sf/Rs)