Cari disini...
Seputar Kaltim
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD MI tahun 2024, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Enam sekolah di Kukar batal mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan O2SN bertujuan untuk meningkatkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga, sehingga dapat memperkuat karakter siswa melalui semangat sportivitas.
Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Disdikbud Kukar, Patahangi mengatakan batalnya enam sekolah tersebut karena kesalahan teknis dalam pendaftaran.
Kegagalan pendaftaran terjadi karena beberapa sekolah tidak mengikuti prosedur pendaftaran yang ditetapkan Pusat Prestasi Nasional.
"Untuk sementara ini masih bisa dimaklumi karena aturan pendaftrannya beda dari sebelumnya. Seharusnya peserta didik didampingi operator sekolah, guru kelas maupun guru olahraga untuk mendaftar langsung ke aplikasi dari pusat prestasi nasional," jelas Patahangi Jum'at (14/6/2024).
Enam sekolah yang tak bisa ikut serta dalam O2SN 2024 berada di Kecamatan Sebulu, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Muntai, Muara Kaman dan Tabang. Ini menyebabkan peluang siswa-siswi berbakat dari daerah tersebut untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi jadi terhambat.
"Pemenang di Olimpiade ini yang juara I dari masing-masing cabor akan mewakili Kukar ke tingkat provinsi pada 15-18 Juni 2024 di Balikpapan. Sayang sekali mereka tidak bisa ikut," sebutnya.
Pada O2SN ini, para siswa menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai cabang olahraga, seperti bulutangkis, karate, pencak silat renang dan atletik. Diharapkan sekolah yang tak ikut O2SN terus mendampingi anak didiknya sebagai persiapan di olimpiade selanjutnya.
"Kalau betul-betul menginginkan peserta didiknya untuk tampil ke O2SN, saya kira anak-anak itu harus dikawal terus," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD MI tahun 2024, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Enam sekolah di Kukar batal mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) 2024 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kegiatan O2SN bertujuan untuk meningkatkan bakat dan minat siswa dalam bidang olahraga, sehingga dapat memperkuat karakter siswa melalui semangat sportivitas.
Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter SD Disdikbud Kukar, Patahangi mengatakan batalnya enam sekolah tersebut karena kesalahan teknis dalam pendaftaran.
Kegagalan pendaftaran terjadi karena beberapa sekolah tidak mengikuti prosedur pendaftaran yang ditetapkan Pusat Prestasi Nasional.
"Untuk sementara ini masih bisa dimaklumi karena aturan pendaftrannya beda dari sebelumnya. Seharusnya peserta didik didampingi operator sekolah, guru kelas maupun guru olahraga untuk mendaftar langsung ke aplikasi dari pusat prestasi nasional," jelas Patahangi Jum'at (14/6/2024).
Enam sekolah yang tak bisa ikut serta dalam O2SN 2024 berada di Kecamatan Sebulu, Kembang Janggut, Kenohan, Muara Muntai, Muara Kaman dan Tabang. Ini menyebabkan peluang siswa-siswi berbakat dari daerah tersebut untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi jadi terhambat.
"Pemenang di Olimpiade ini yang juara I dari masing-masing cabor akan mewakili Kukar ke tingkat provinsi pada 15-18 Juni 2024 di Balikpapan. Sayang sekali mereka tidak bisa ikut," sebutnya.
Pada O2SN ini, para siswa menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai cabang olahraga, seperti bulutangkis, karate, pencak silat renang dan atletik. Diharapkan sekolah yang tak ikut O2SN terus mendampingi anak didiknya sebagai persiapan di olimpiade selanjutnya.
"Kalau betul-betul menginginkan peserta didiknya untuk tampil ke O2SN, saya kira anak-anak itu harus dikawal terus," pungkasnya.
(Sf/By)