Seputar Kaltim

    Akibat Cuaca Buruk, Kapal Pemancing Bontang Tenggelam, Satu Dilaporkan Meninggal Dunia

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2024 pukul 21:27 WITA

    Proses evakuasi Kukuh dan Nardi saat tiba di TPI Tanjung Limau. (Tangkapan layar)

    Bontang - Peristiwa nahas dialami oleh tiga orang pemancing asal Kota Bontang, yang mengalami insiden kapal tenggelam akibat diterpa gelombang tinggi. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/12/2024) saat ketiganya hendak memancing menuju perairan Kutai Timur (Kutim).

    Diketahui, ketiga korba bernama Gapar usia 59 tahun yakni pemilik kapal, Kukuh (57), dan Nardi. Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (21/12/2024) sekira pukul 15.00 WITA. Peristiwa tersebut menyebabkan korban atas nama Nardi meninggal dunia, dan Gapar yang hingga kini masih hilang. 

    Kukuh satu-satunya korban yang selamat menceritakan, awalnya mereka bertiga sedang memancing di tengah perairan Bontang, dalam kondisi cuaca yang sedang buruk. Seketika, pada pukul 22.00 WITA, cuaca yang awalnya tenang mendadak berubah, dan gelombang air laut menjadi tinggi.

    Akibatnya, perahu kecil yang mereka tumpangi tidak sanggup menahan gelombang besar yang menerjangnya dan kemudian terbalik. Alhasil ketiganya terjatuh ke dalam air.

    “Sekitar pukul 22.00-23.00 WITA  kapal kami terbalik,” ujarnya Minggu (21/12/2024).

    Saat terjatuh, ketiganya terpisah.  Lalu Kukuh berhasil meraih pelampung. Kemudian, ia dan Nardi berpegangan pada pelampung tersebut. Sayangnya, cuaca ekstrem menyebabkan Nardi tidak bisa bertahan dalam kondisi yang sangat dingin dan kelelahan lalu akhirnya tidak sadarkan diri.

    “Saya berusaha tetap bertahan mengandalkan pelampung dan mengikat badannya ke pelampung yang kami pakai,” tuturnya.

    Setelah sembilan jam terombang-ambing ditengah lautan. Pada pukul 08.00 WITA, Kukuh melihat sebuah kapal penangkap ikan KM Helmiati melintas dan segera memberi sinyal meminta pertolongan yang akhirnya membawa mereka.

    Pada pukul 10.00 Wita, kapal bersandar di TPI Tanjung Limau. Keduanya lalu dievakuasi ielh tim medis. Kukuh yang selamat dan Nardi yang telah meninggal dunia. Kini, keduanya berada di RSUD Taman Husada untuk penanganan lebih lanjut.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Akibat Cuaca Buruk, Kapal Pemancing Bontang Tenggelam, Satu Dilaporkan Meninggal Dunia

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Rusdianto
    22 Desember 2024 pukul 21:27 WITA

    Proses evakuasi Kukuh dan Nardi saat tiba di TPI Tanjung Limau. (Tangkapan layar)

    Bontang - Peristiwa nahas dialami oleh tiga orang pemancing asal Kota Bontang, yang mengalami insiden kapal tenggelam akibat diterpa gelombang tinggi. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (21/12/2024) saat ketiganya hendak memancing menuju perairan Kutai Timur (Kutim).

    Diketahui, ketiga korba bernama Gapar usia 59 tahun yakni pemilik kapal, Kukuh (57), dan Nardi. Mereka berangkat dari Pelabuhan Tanjung Limau, Sabtu (21/12/2024) sekira pukul 15.00 WITA. Peristiwa tersebut menyebabkan korban atas nama Nardi meninggal dunia, dan Gapar yang hingga kini masih hilang. 

    Kukuh satu-satunya korban yang selamat menceritakan, awalnya mereka bertiga sedang memancing di tengah perairan Bontang, dalam kondisi cuaca yang sedang buruk. Seketika, pada pukul 22.00 WITA, cuaca yang awalnya tenang mendadak berubah, dan gelombang air laut menjadi tinggi.

    Akibatnya, perahu kecil yang mereka tumpangi tidak sanggup menahan gelombang besar yang menerjangnya dan kemudian terbalik. Alhasil ketiganya terjatuh ke dalam air.

    “Sekitar pukul 22.00-23.00 WITA  kapal kami terbalik,” ujarnya Minggu (21/12/2024).

    Saat terjatuh, ketiganya terpisah.  Lalu Kukuh berhasil meraih pelampung. Kemudian, ia dan Nardi berpegangan pada pelampung tersebut. Sayangnya, cuaca ekstrem menyebabkan Nardi tidak bisa bertahan dalam kondisi yang sangat dingin dan kelelahan lalu akhirnya tidak sadarkan diri.

    “Saya berusaha tetap bertahan mengandalkan pelampung dan mengikat badannya ke pelampung yang kami pakai,” tuturnya.

    Setelah sembilan jam terombang-ambing ditengah lautan. Pada pukul 08.00 WITA, Kukuh melihat sebuah kapal penangkap ikan KM Helmiati melintas dan segera memberi sinyal meminta pertolongan yang akhirnya membawa mereka.

    Pada pukul 10.00 Wita, kapal bersandar di TPI Tanjung Limau. Keduanya lalu dievakuasi ielh tim medis. Kukuh yang selamat dan Nardi yang telah meninggal dunia. Kini, keduanya berada di RSUD Taman Husada untuk penanganan lebih lanjut.

    (Sf/Rs)